Browse By

Einstein vs Bohr Part 5

Einstein memang dari awal tidak menyetujui teori ketidakpastian mengajukan ide seperti berikut. Mari melakukan percobaan dengan celah ganda yang sama seperti yang dilakukan oleh Thomas Young. Bedanya pergunakanlah celah ganda yang benar-benda sensitif dan bisa bergerak dengan bebas. Dengan menggunakan celah ganda yang seperti itu kita dapat mengukur perubahan pada celah ganda yang disebabkan oleh pergerakan elektron.

einstein vs bohr

Einstein vs Bohr

Einstein vs Bohr Part 5

Dengan percobaan logika seperti ini, tanpa menggunakan cahaya dari mikroskop elektron dan tanpa merusak pola interferensi pada layar, pengukuran terhadap momentum elektron bisa dilakukan. Nah, kalau kedua informasi mengenai posisi dan momentum elektron mungkin didapatkan, maka teori ketidakpastian menjadi tidak valid. Teori kuantum juga jadi kurang sempurna, karena memiliki kelemahan di dalamnya. Inilah yang menjadi dasar Einstein untuk berdebat dengan Bohr dan para murid dari Copenhagen.

Bohr sadar tidak mungkin melakukan percobaan betulan untuk membuktikan kebenaran dari Teori Ketidakpastian. Hal itu dikarenakan, percobaan yang dilakukan Einstein tidak mungkin dilakukan secara teknis (namanya juga percobaan logika, hanya dalam pikiran saja). Jadi yang harus dilakukan Bohr adalah menemukan kelemahan atau kejanggalan dalam percobaan logika Einstein ini.

Untungnya (tapi juga bisa dikatakan sayang), Bohr berhasil menemukan poin itu. Poin itu berkaitan dengan celah ganda yang dapat bergerak sensitif sesuai dengan gerakan elektron.

Memahami Poin Debat Einstein vs Bohr

Mengapakah celah ganda yang menjadi tersangkanya? Untuk dapat memahaminya, mari kita memperhatikan cara atau prosedur dalam mengukur perubahan momentum elektron.

Pertama, agar pengukuran bisa dilakukan seakurat mungkin, celah ganda harus dibuat sekecil mungkin, seringan mungkin, dan budah bergerak tanpa ada gesekan dari luar. Tentu saja mustahil untuk membuat celah semacam itu. Tapi kita biarkan dulu karena ini tidak menjadi pokok persoalan (namanya juga percobaan logika).

Kalau memang berniat membuat celah ganda yang ideal seperti deskripsi di atas, sudah barang pasti celah ganda itu bukanlah lagi objek makro. Dengan kata lain, celah ganda yang ideal itu harus sama seperti elektron yaitu objek mikro. Artinya celah itu sendiri tunduk pada hukum-hukum dalam fisika kuantum. Tunduk pula dalam teori ketidakpastian Heisenberg.

Kemudian kalau Einstein benar-benar ingin melakukan percobaan logika itu pun, yang pertama harus dilakukan adalah mendiamkan celah ganda. Tapi seperti yang sudah kita ketahui, inipun adalah hal yang mustahil. Semakin kita berusaha mendiamkan sebuah objek (memastikan posisinya), justru momentum objek itu yang semakin tidak pasti dan tidak terkendali. Jadi kesimpulannya tidak mungkin melakukan pengukuran perubahan momentum dan posisi elektron secara akurat.

Pada akhirnya terbuktilah bahwa Teori Ketidakpastian dan Fisika Kuantum yang benar. Albert Einstein pun harus lapang dada menerima kekalahannya.

Tapi Einstein tidak langsung menyerah begitu saja. Sepanjang hidupnya dia terus melakukan percobaan dan memikirkan cara untuk membuktikan kesalahan atau kejanggalan dalam Teori Ketidakpastian. Tahun 1933, Einstein pindah ke Amerika dan mengejutkan dunia dengan percobaan logika yang sama sekali baru beberapa tahun kemudian. Percobaan yang betul-betul baru, interpretasi yang juga baru. Kesempatan untuk mendalami dan melanjutkan penelitiannya ini pun terbuka luas bagi para fisikawan. Percobaannya itu lebih dikenal dengan Percobaan EPR atau EPR Paradox.

sumber gambar : imposemagazine

Perjalanan Sejarah Teori Kuantum 2

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.