Browse By

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah Allah?

Sekali lagi saya mendapatkan sebuah tema untuk menulis. Dalam artikel yang saya tulis di Kompasiana, beberapa orang mempermasalahkan tulisan saya yang mengatakan bahwa “Yesus adalah Allah”. Sebagian berkata, “Apakah Yesus berkata Dia adalah Allah?” “Ayat mana yang menulis bahwa Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah Allah?”, atau “Kapan Yesus berkata bahwa Aku adalah Allah, sembahlah Aku?”

Melihat komentar seperti ini saya jadi berpikir dan merasa tertantang. Konsep yang berkembang selama ini mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret tidak pernah mengatakan bahwa diri-Nya adalah kudus dan Anak Allah. Tapi bagaimana dengan ini? Apakah Yesus betul-betul berkata bahwa Dia adalah Allah? Adakah bukti-bukti sejarah yang mendukungnya?

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah Allah

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah Allah

Di artikel kali ini saya akan membagikan beberapa poin yang mungkin membantu kita untuk menjelaskan ini kepada saudara-saudara yang lainnya.

Apakah Yesus berkata bahwa Dia adalah Allah?

Jawabannya: YA. Dalam Yohanes 10:30, Yesus berkata bahwa “Aku [Yesus] dan Bapa [Allah] adalah satu.” Tapi tahukah teman-teman apa respon orang-orang yang mendengarnya? Orang-orang Yahudi saat itu langsung mengambil batu untuk melempari Yesus, mereka mau membunuh Yesus! Pertanyaannya MENGAPA? “Karena Engkau,” kata mereka, “menghujat Allah dan sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah” (Yohanes 10:33).

Dalam kesempatan lain Yesus menggunakan nama personal Allahnya Bangsa Israel–nama yang diungkapkan Allah kepada Musa. “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 3:14). Yesus menggunakan nama Allah dalam Taurat Musa “AKU ADALAH AKU” dengan tujuan tidak ada orang yang salah paham. Contohnya saja dalam Yohanes 8:58. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, AKU telah ada.” Dan nampaknya, semua orang Yahudi juga mengerti. Mereka menjadi marah dan ingin melempari Yesus dengan batu. Kenapa? “Karena Engkau,” kata orang Yahudi, “menghujat Allah dan sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Ingat Yesus berbicara di depan orang Yahudi! Sebagai analogi, itu sama saja seperti bila Yesus berkata kepada orang Islam, “Akulah Allahmu, Allah.”

Fakta ini membuktikan kepada kita ada 2 kemungkinan mengenai sosok Yesus. Bahwa Yesus mungkin adalah orang gila yang mengatakan diri-Nya adalah Allah dan mau mati dilempari batu, atau Yesus adalah Allah, seperti yang dikatakan-Nya. Tapi, kita tahu pasti orang gila tidak mungkin memiliki banyak pengikut. Ajaran orang gila juga pasti segera dilupakan dan tidak diingat-ingat. Namun apa buktinya? Pengikut Yesus tersebar di seluruh dunia, ajaran-Nya pun mempengaruhi filsuf-filsuf besar yang ada di dunia. Dengan kata lain, mau tidak mau, pilihan kita hanya tinggal satu, Yesus adalah Allah, tepat seperti yang dikatakan-Nya. Logis bukan?

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah Allah?

sumber gambar : blogspot
sumber video : Youtube Who Is Jesus? by Bibles for America

Recommended for you

25 thoughts on “Apakah Yesus Berkata Dia Adalah Allah?”

  1. Anonymous says:

    dimana sifat ketuhanan jesus ketika dia di salib, tak berdaya!!

    1. Daniel Christian says:

      Yesus bersabda, yang tercantum dalam injil Matius 20:17-19, yang berbunyi:
      Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
      “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
      Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
      (Baca pula Markus 8:31, Lukas 18:31-34, Yohanes 12:20-36)

      Dalam Kitab Injil tersebut telah menjawab pertanyaan: Mengapa Yesus tidak berdaya waktu disalib? Mengapa Yesus tidak melawan dan diam saja padahal Ia adalah Tuhan? Ini jawabnya: karena Tuhan Yesus, di Kitab Injil sudah memberitahukan bahwa diri-Nya akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

      Jika Tuhan melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah Yudas menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah. (Nubuat ini bahkan sudah ada sejak ribuan tahun sebelumnya)

      Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha tahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.

      Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
      Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5:
      Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
      Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat. Seperti yang dikatakan-Nya.

      1. Ozy says:

        Jadi rencana Tuhan adalah menjadikan dirinya tumbal untuk menebus dosa kita?

  2. antoni says:

    Mas daniel, terlepas dari isi artikel saya mau komentarin pernyataan bahwa tidak mungkin orang gila punya banyak pengikut. Pengertian gila di sini tentu bukan orang gila yang kita temui di jalan-jalan yang pakaiannya compang camping , dekil dan matanya merah. Pasti maksudnya orang gila dalam perbuatannya yang diluar kewajaran moral umum manusia tapi bisa juga punya IQ yang tinggi. Contohnya banyak, Hitler adalah contoh orang yang punya kegilaan karena pahamnya yang sangat ekstrim soal kemanuasiaan dengan membunuh 6 juta yahudi, tapi buktinya dia punya banyak pengikut bahkan pernah hampir seluruh bangsa jerman memujanya. Ada contoh lain orang yang ajarannya membolehkan membunuh sesamanya yang berbeda dengan ajaran dia dan sampai sekarang pengikutnya masih banyak. Intinya ajaran berkembang bukan soal gila atau tidaknya si pengajarnya tapi apakah ajaran itu mendapat tempat atau habitat yang cocok untuk berkembang. Yesus dianggap gila bukan karena ajaran moralnya tapi karena dia memberitakan kebenaran yang sesungguhnya pada orang yahudi namun mereka tidak siapa dan tidak biasa, diluar kemapanan. Jadi bagaimana membuktikan ajaran yesus adalah ajaran yang benar? Pembuktinya secara kasat mata, secara total 100% sekarang ini hampir mustahil jadi nanti nunggu saja saat kiamat, kita akan buktikan sama2. Tapi itu kan lama? yang bisa adalah pembuktian pribadi, jika ajaran itu benar pasti akan mendewasakan level hidup kita baik segi moral dan spiritualistas. Hanya kita yang tahu. Kalo ajaran itu menjadikan kita punya keyakinan membunuh orang yang tidak sealiran dengan kita adalah halal, nah itu patut dipertanyakan. Demikian mas

    1. Nugroho2014 says:

      Terimakasih mas antoni atas pesannya. Memang betul tidaknya ajaran itu hanya bisa dibuktikan di akhir jaman, namun itu tidak berarti lebih baik diam. Saya lebih baik terus mengajarkan kebenaran dengan kasih.

      Sebenarnya kata “gila” di sini adalah terjemahan langsung kata “lunatic”. Satu kata yang dipergunakan C.S. Lewis ketika menjelaskan tentang Yesus dalam bukunya Mere Christianity. Dia mengatakan “Is Jesus Christ a Legend, Lunatic, Liar, or Lord and GOD?” Bisa di baca di sini selengkapnya…http://www.whoisjesus-really.com/english/claims.htm

  3. Mithy says:

    Yohanes 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

  4. Jamil says:

    Jadi supaya tidak terjadi kekeliruan maka semua orang harus tahu!
    Agar dapat membedakan kedua nama tersebut dari
    sudut pandang yang “Hak”.
    Siapa nabi Isa dalam Al Quran ?
    Siapa Yesus Kristus dalam Injil ?

    Lihat: http://siapaisa.blogspot.com/

  5. Muhammad Riswan (@CallMeIswan_) says:

    Yesus ada di bumi tanpa seorang ayah, bukan? jadi kalau Nabi Adam AS ada di bumi tanpa ayah dan tanpa ibu, berarti Nabi Adam AS lebih mulia daripada yesus? dan bisa dikatakan bahwa ia TUHAN?

  6. Muhammad Riswan (@CallMeIswan_) says:

    nonton saja di youtube : Dr. Zakir Naik Membuktikan Yesus Bukan Tuhan

  7. Jam2 says:

    Quran surat 75 AL QIYAAMAH :40 ; Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati ?

    Jadi ayat tersebut menekankan secara mutlak bahwa: Tidak ada dalam sejarah bahwa manusia bisa menghidupkan kembali manusia yang sudah mati.

    1. Daniel Sihombing says:

      Yesus memang manusia. Tapi Yesus juga Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Nah, seperti bacaan Quran yang dikutip, Allah bisa kan membangkitkan orang mati? Silahkan baca juga: http://128.199.241.187/faith/yesus-adalah-allah/
      Salam

  8. Rizal Nurrahman says:

    Apakah anda tau kalau al kitab yang anda imani itu asli 100 %..??
    Itu bahasa buku bgt lho, anda tidak baca artikel tentang Al Kitab yang dipalsukan?
    Anda mengimani Nya cuma gara” lihat kitab? sudah bisa dibuktikan tidak ayat” di kitab nya? apakah ada bukti yang bisa dijelaskan dengan logika?
    Al-Quran ada menerangkan dalam surat An Nisaa’:157 bahawa Nabi Isa tidaklah dibunuh mahupun disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah SWT seperti Nabi Isa as. (sebahagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang mengkhianatinya yang bernama Yudas Iskariot, tetapi nama sebenar murid tersebut tidak dinyatakan dalam Al-Quran)
    “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yangdiserupakandengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yangdibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa”.(An Nisaa’ : 157)

    1. Daniel Sihombing says:

      Jika saya balikkan pertanyaan itu, apakah Anda tahu bahwa Alquran yang Anda imani itu asli 100%? Mungkin membaca tulisannya saja semua belum Anda lakukan, apalagi untuk percaya dan beriman? SSoal Isa atau Yesus, saya percaya karena saya mengimani bahwa Yesus sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa saya. Kalau dia bukan Allah, bagaimana mungkin Ia dapat melakukan itu? Fakta kelahiran dan kematian Yesus dicatat dalam sejarah, itulah mengapa kita mengenal istilah Sebelum Masehi (Before Christ) dan Tahun Masehi/ setelah kelahiran Yesus (Anno Domini) bahkan sampai hari ini.

  9. ahmad says:

    Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur’an:
    “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (QS. An Nahl [16] ayat 36).

    1. Daniel Sihombing says:

      saya agak bingung dengan siapa yang dimaksud dengan Kami, mengapa huruf besar? Apakah Kami mengacu pada Allah? Umat kristiani saya rasa tidak mendustakan rasul-rasul, karena kami menyembah Allah. Allah yang telah menyatakan dirinya sendiri melalui Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa kita.

      1. ahmad says:

        بسم الله الرحمن الرحيم

        إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ بسم
        سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
        “Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat”

  10. ahmad says:

    Salam bagimu.
    Pernah anda belajar bahasa arab? Atau ilmu”Nahwu”??
    mari saya bagikan ilmu tersebut barang sedikit.
    NAHWU adalah kaidah-kaidah Bahasa Arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaan-keadaannya ketika masih satu kata (Mufrod) atau ketika sudah tersusun (Murokkab). Termasuk didalamnya adalah pembahasan SHOROF. Karena Ilmu Shorof bagian dari Ilmu Nahwu, yang ditekankan kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya.
    Jadi secara garis besar, pembahasan Nahwu mencakup pembahasan tentang bentuk kata dan keadannya ketika belum tersusun (mufrod) , semisal bentuk Isim Fa’il mengikuti wazan فاعل, Isim Tafdhil mengikuti wazan أفعل, berikut keadaan-keadaannya semisal cara mentatsniyahkan, menjamakkan, mentashghirkan dll. Juga pembahasan keadaan kata ketika sudah tersusun (murokkab) semisal rofa’nya kalimah isim ketika menjadi fa’il, atau memu’annatskan kalimah fi’il jika sebelumnya menunjukkan Mu’annats dll.
    Satu kata dalam Bahasa Arab disebut Kalimah (الكَلِمَة) yaitu satu lafadz yang menunjukkan satu arti.
    Lalu apa hubungan itu semua dengan pemahaman kata “Kami” dalam Al-Quranul Karim?
    Bagi anda yang belum tahu mari saya ajak anda untuk belajar ilmu.
    السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
    الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

    Paling kurang ada 3 jawaban, apa sajakah itu?

    Jawaban 1: Kata KAMI sebagai penghormatan

    Bahasa Arab ialah bahasa paling sukar didunia. Sedang bahasa paling sukar nomor 2 ialah Bahasa China. Hal ini disebabkan kerana dalam 1 kata, bahasa arab memiliki banyak makna.
    Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah boleh bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain boleh bermakna perempuan.
    Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya.
    Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan sejenis ini. Pertanyaan diatas muncul karena ketidak tahuan meraka, namun banyak pula para kufar yang berusaha untuk membodohi kami umat Islam yang tak faham dengan bahasa arab. Pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata melawan umat Islam yang kurang ilmunya.
    Tapi bagi mereka yang faham bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, Pertanyaan ini terlihat lucu dan jenaka,bukan begitu kawan?
    Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang setengah-setengah?

    JIKA MEMANG “KAMI” DALAM QUR’AN DIARTIKAN SEBAGAI LEBIH DARI 1, LALU MENGAPA ORANG ARAB TIDAK MENYEMBAH ALLAH LEBIH DARI 1? MENGAPA TETAP 1 ALLAH SAJA? TENTU KARENA MEREKA PAHAM TATA BAHASA MEREKA SENDIRI.

    Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.
    Selain kata ‘Nahnu”, ada juga kata ‘antum’ yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna ‘antum’ adalah kalian (jamak).
    Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan ‘antum’, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan ‘anta’.
    Kata ‘Nahnu’ tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah Subhanahu wa ta’ala Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.
    Contoh: Dalam bahasa kita ada juga penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang berpidato sambutan berkata,”Kami merasa berterimakasih sekali .”
    Padahal orang yang berpidato Cuma sendiri dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Lalu apakah kalimat itu bermakna jika orang yang berpidato sebenarnya ada banyak atau hanya satu? Bukan begitu kawan!
    Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.
    Saya rasa saya memahami anda tak paham rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena alkitab bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi pun kehilangan kesucian sebuah kitab suci,
    Mohon maaf saya sebutkan sebagai contoh dari rasa bahasa Kitab tetangga yang sudah “Hancur Lebur” menuliskan dalam Kitab Yehezkiel;

    23:20 Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal (berzina), yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.

    23:21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

    Ini hanya salah satu contoh dari 500an lebih ayat porno dalam kitab Anda.

    Seperti yang sudah diketahui banyak orang, alkitab christian merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya.
    menurut sejarah runtut yang pernah saya baca seperti kitab-kitab sebelum kitab injil,seperti taurat yang diberikan untuk umat yahudi pun mengalami hal yang sama.
    Yaitu keontentikan yang diragukan keasliannya dikarenakan pembesar agama mereka telah banyak merubah salinan aslinya untuk kepentingan mereka pribadi. Mau bukti?
    Misal didalam kitab anda bible menunjukan ada ayat tentang nabi yang akan datang setelah nabi isa tetapi karena ego dan kedengkian kalian tentang munculnya pembaharu yaitu nabi Muhammad kalian dengan gampamg menghapus ayat tersebut dalam bible kalian Mau buktikan? ,Sekarang saya bertanya pantaskah kita seorang hamba Allah dengan berani mengganti ayat- ayat Allah yang semestinya diberikan kepada kita untuk pedoman hidup keselamatan kita sendiri? Sungguh lancang dan durhaka.
    Hal inipun telah dikoreksi oleh kitab yang datang setelah tidak lain tidak bukan adalah Al-Qur’anul karim yang dijamin keasliannya sampai akhir zaman,karena Al-Qur’an adalah Kitab Allah yang terakhir begitu pula dengan pembawa pesan-Nya adalah nabi terakhir dan diperuntukan tidak hanya satu ummat saja tetapi untuk rahmat sealam semesta.Tidakah anda belum paham? Secara logika saja.

    Ummat-timbul kesesatan-diutuslah nabi-keselamatan bagi yg mengikuti-berganti masa-Ummat selanjutnya-timbul kesesatan lagi-diuttus seorang nabi-keselamatan bagi yang mengikuti-begitu seterusnya-sampai akhir zaman-diutus nabi akhir zaman-keselamatan seluruh alam bagi yang mengikuti.

    Itulah gambaran kasar sejak nabi Adam a.s. diturunkanke bumi sampai pada nab terakhir nabi muhammad saw. Dan Ummat sebelum nabi Muhammad Saw adalah Ummat anda.
    Buktinya Bandingkan dengan kitab yang terdahulu telah mengalami banyak peerubahan disana sini.Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila alkitab christian mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.
    Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata ‘ummat’.
    Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.

    QS.16 An-Nahl :120 Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN ” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan.

    Dalam tata bahasa Arab, ada kata ganti pertama singular [anâ], dan ada kata ganti pertama plural [nahnu]. Sama dengan tata bahasa lainnya. Akan tetapi, dalam bahasa Arab, kata ganti pertama plural dapat, dan sering, difungsikan sebagai singular.
    Dalam grammer Arab [nahwu-sharaf], hal demikian ini disebut “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i”, kata ganti pertama yang mengagungkan dirinya sendiri.
    Permasalahan menjadi membingungkan setelah al-Quran yang berbahasa Arab, dengan kekhasan gramernya, diterjemahkan ke dalam bahasa lain, termasuk Indonesia, yang tak mengenal “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i” tersebut.

  11. ahmad says:

    Jawaban ke 2: Ada peran makhluk lain atas kehendak ALLAH
    Contoh penggunaan kata KAMI dalam Qur’an:Qs. 15 Hijr: 66. Dan telah Kami wahyukan kepadanya perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.
    “Kami wahyukan…” Maka disini berarti ada peran makhluk lain yaitu Malaikat Jibril sebagai pembawa atas perintah Allah SWT.
    Contoh penggunaan kata AKU dalam Qur’an:
    11. Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.
    12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.
    13. Dan Aku telah mmilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan.
    14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
    15. Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
    16. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa”.Qs.20 Thaaha:11-16

    Pada ayat-ayat di atas, kata AKU digunakan karena Allah sendiri berfirman langsung kepada Nabi Musa ‘Alaihis salam tanpa perantara Malaikat Jibril.
    Didalam agama samawi(islam,nasrani,yahudi) mengimani bahwa benar adanya termaktub didalam kitab mereka masing -masing bahwa Allah berkata langsung terhadap Nabi Musa as tanpa perantara.
    (Dengan begitu anda pasti bertanya Apakah Ummat islam percaya kitab kitab yang diturunkan terhadap Ummat terdahulu?
    Jawabannya iya. Tetapi sebatas kebenaran bahwa kitab kitab tersebut diturunkan untuk satu Ummat saja tidak sebagai pedoman hidup,karena telah datang kitab pembaharu untuk membenarkan apa yang sudah ada dan mengoreksi apa apa yang salah akibat perbuatan tangan-tangan jahil ummat terdahulu.)

    Contoh penggunaan kata KAMI dan AKU yang bersamaan dalam Qur’an:

    Qs.21 Anbiyaa: 25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.

    Kata KAMI digunakan saat Allah mewahyukan dengan perantara Malaikat Jibril, & kata AKU digunakan sebagai perintah menyembah Allah saja.

    Qs.23 Mu’minuun: 27. Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari setiapnya, dan keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

    Kata KAMI digunakan saat mewahyukan kepada Nabi Nuh ‘Alaihis salam dengan perantara Malaikat Jibril, & kata AKU digunakan saat tidak ada malaikat. Contoh peran makhluk lain dalam kata KAMI ialah peran sepasang suami istri dalam peran penciptaan manusia.

    Jawaban ke 3: Kata KAMI pun digunakan dalam kitab terdahulu

    Bahasa Arab sedikit banyak memiliki persamaan dengan saudara 1 rumpunnya yaitu Bani Israil. Ini saya maksudkan dalam kitab “Taurat” masa sekarang pun, dalam bahasa aslinya kata yang digunakan ialah KAMI, tapi orang yahudi tidak pernah menganggap Tuhan itu lebih dari 1.

    Sebagai Contoh ialah dalam Alkitab Kristen:

    Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (BAHASA SEKARANG)Padahal dalam bahasa ibrani aslinya ialah menggunakan kata KAMI….

    Tapi yahudi tidak ada yang menyembah Tuhan 2 tapi 1,,, atau Tuhan 3 tapi 1,,, atau Tuhan 4 tapi 1

  12. Anonymous says:

    Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang Al Quran, kenapa kadang kadang memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), hal ini selalu digunakan oleh kaum nashrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kerancuan), serta keraguan atas kebenaran Kitabullah pada kaum muslimin, lalu….sebenarnya bagaimanakah jawaban atas syubhat tersebut!? berikut adalah jawaban dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullahu:
    “…….. salah satu sebab turunnya ayat tersebut adalah perdebatan orang-orang nashrani mengenai yang kabur bagi mereka. Seperti FirmanNya أنا (Ana = Aku) dan نحن (Nahnu = Kami)”

    Para Ulama mengetahui bahwa makna نحن (Nahnu = Kami) disini adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pembantu. Dia tidak memaksudkannya dengan makna tiga illah. Takwil(harfiah)kata ini yang merupakan penafsiran yang sebenarnya, hanya diketahui oleh orang-orang yang mantap keilmuannya, yang bisa membedakan antara siapa yang dimaksud dalam kata

    إِيَّا (iyya = hanya kepada) dan siapa yang dimaksud dengan kata إِنَّ (inna = sesungguhnya kami ), karena ikut sertanya para malaikat dalam tugas yang mereka diutus untuk menyampaikannya, sebab mereka adalah para utusanNya.
    Adapun berkenaan dengan satu-satunya illah yang berhak di ibadahi, maka berlaku bagi-Nya saja.
    Karena itu Allahu ta’ala tidak pernah berfirman فإىّن فعبد ( faiyyana fa’budu = hanya kepada kami, maka beribadahlah).
    Setiap kali memerintahkan ibadah, takwa, takut dan tawakal, Dia menyebut diri Nya sendiri dengan nama khususNya. Adapun bila menyebut perbuatan perbuatan yang dia mengutus para malaikat untuk melakukannya maka Dia berfirman :

    إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

    sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (Al Fath : 1)

    dan…

    فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

    Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaanya itu (Al Qiyamah : 18)

    dan ayat ayat semisalnya,
    Ini, meskipun hakekat makna yang dikandungnya yaitu para malaikat, sifat-sifat mereka dan cara cara Rabb mengutus mereka tidak diketahui kecuali oleh Allah ta’ala.
    Disana disebutkan “sebagai salah satu turunnya ayat” hal ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an berperan sebagai pengoreksi kitab terdahulu atau sejarah yang tidak sesuai dengan kebenaran yang haqiqi.

    Sudahkah pernyataan saya menjawab keraguanmu??

  13. ahmad says:

    Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang Al Quran, kenapa kadang kadang memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), hal ini selalu digunakan oleh kaum nashrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kerancuan), serta keraguan atas kebenaran Kitabullah pada kaum muslimin, lalu….sebenarnya bagaimanakah jawaban atas syubhat tersebut!? berikut adalah jawaban dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullahu:
    “…….. salah satu sebab turunnya ayat tersebut adalah perdebatan orang-orang nashrani mengenai yang kabur bagi mereka. Seperti FirmanNya أنا (Ana = Aku) dan نحن (Nahnu = Kami)”

    Para Ulama mengetahui bahwa makna نحن (Nahnu = Kami) disini adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pembantu. Dia tidak memaksudkannya dengan makna tiga illah. Takwil(harfiah)kata ini yang merupakan penafsiran yang sebenarnya, hanya diketahui oleh orang-orang yang mantap keilmuannya, yang bisa membedakan antara siapa yang dimaksud dalam kata

    إِيَّا (iyya = hanya kepada) dan siapa yang dimaksud dengan kata إِنَّ (inna = sesungguhnya kami ), karena ikut sertanya para malaikat dalam tugas yang mereka diutus untuk menyampaikannya, sebab mereka adalah para utusanNya.
    Adapun berkenaan dengan satu-satunya illah yang berhak di ibadahi, maka berlaku bagi-Nya saja.
    Karena itu Allahu ta’ala tidak pernah berfirman فإىّن فعبد ( faiyyana fa’budu = hanya kepada kami, maka beribadahlah).
    Setiap kali memerintahkan ibadah, takwa, takut dan tawakal, Dia menyebut diri Nya sendiri dengan nama khususNya. Adapun bila menyebut perbuatan perbuatan yang dia mengutus para malaikat untuk melakukannya maka Dia berfirman :

    إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

    sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (Al Fath : 1)

    dan…

    فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

    Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaanya itu (Al Qiyamah : 18)

    dan ayat ayat semisalnya,
    Ini, meskipun hakekat makna yang dikandungnya yaitu para malaikat, sifat-sifat mereka dan cara cara Rabb mengutus mereka tidak diketahui kecuali oleh Allah ta’ala.
    Disana disebutkan “sebagai salah satu turunnya ayat” hal ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an berperan sebagai pengoreksi kitab terdahulu atau sejarah yang tidak sesuai dengan kebenaran yang haqiqi.

    Sudahkah pernyataan saya menjawab keraguanmu??

  14. Firman yang hilang says:

    Ini tentang Tuhan apa tentang logika?
    Bukankah Tuhan dan manusia itu bedanya jauh,banget?
    Tuhan tidak melogikakan(mengumpamakan) ciptaannya dengan ciptaan selain Dia.
    Yang punya logika cuma manusia.
    Kalau bahas logika, kan bisa dikarang sendiri

    CONTOH
    Viky prasetio memiliki jutaan follower di tweeter
    Padahal kata orang dia Gila. Ko’ orang gila banyak pengikut? Sementara itu di sebuah stasiun TV ternama mengkomersilkan dia secara baik

    Pertanyaannya
    Apakah Benar Viky sebaik itu?

    Coba cari mengerti ….

    1. Daniel Sihombing says:

      Memang harus diakui, bahwa iman kepercayaan Kristiani yang paling mendasar (bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang menjadi manusia) adalah ajaran agama paling tidak LOGIS dan kontroversial. Sudah banyak para pembaca mengirim melalui email atau komentar langsung, “Tidak mungkin Yesus bisa menjadi Tuhan sekaligus manusia”

      Wah, kalau kepercayaan seperti itu cuma bergantung pada kemampuan saya, maka saya pun terus terang mungkin sulit mempercayainya. Saya mempercayainya bukan karena logika saya setuju atau berkata “YA”, melainkan karena Tuhan sendiri yang menyatakannya. Bagi saya, itulah inti IMAN yang sebenarnya. Bukan saya mengerti, karena itu saya percaya, melainkan saya percaya, karena itu saya mengerti.

      Karena saya percaya bahwa Allah itu tanpa batas, maka saya bisa mengerti mengapa Dia melakukan apa yang telah Dia lakukan itu. Betapa celakanya manusia, sekiranya Allah tidak mau menjadi manusia. Betapa mengerikan kalau Allah cuma mau melakukan apa yang sesuai dengan logika atau nalar manusia.

      Saya bersyukur Dia bersedia melakukan hal-hal yang melampaui nalar sehat manusia dengan resiko, ya manusia TIDAK DAPAT MEMPERCAYAI-NYA. Misalnya, siapa–yang berdasarkan akal sehatnya–bisa percaya bahwa Allah menjadi manusia? Bisa mengasihi orang yang tidak pantas dikasihi? Bisa mengorbankan diri bagi kita yang sama sekali tidak pantas menerima pengorbanan?

      Saya tidak dapat membayangkan bagaimana nasib saya sendiri–sesuai logika–saya diharuskan membayar semua utang dosa saya. Seberapa banyak emas? Atau kambing dan sapi? Apakah cukup 1 ekor sapi atau kambing setiap tahunnya?

      Saya bersyukur, karena bukan yang masuk akal itu yang terjadi, tetapi yang melampaui akal. Allah rela menjadi manusia, menjadi sepenuhnya manusia seperti saya. Ibarat kita yang terperosok ke dalam jurang yang begitu dalam dan tidak berdaya lagi, Ia mau turun ke jurang itu, meraih kita, menggendong kita di bahu-Nya, dan mengangkat kita keluar. Ia tidak berteriak dari atas jurang menyuruh saya berbuat ini dan itu supaya saya selamat.

      Saya tidak meminta teman-teman atau para pembaca mengerti dan percaya. Tidak akan mungkin bisa. Dan tidak akan pernah mungkin terjadi. Percayalah dan terimalah Yesus dalam hatimu. Maka Ia akan membuat kita mengerti.

  15. Wahyu sang hamba Kristus says:

    Saudaraku didalam Tuhan Yesus Kristus,tidak perlu kita berbantah terhadap mereka yang tidak mempercayai bahwasannya Yesus adalah Tuhan,seseorang tidak akan dapat melihat kebenaran yang sejati dan tidak dapat melihat kasih Tuhan jika mereka tidak merendahkan diri dihadapan Allah umat Israel. Berbahagialah orang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya dan melakukan seluruh yang diFrimankan Tuhan Yesus,terpujilah nama-HU Tuhan Yesus sampai selama-lamanya. Yesuslah Raja diatas segala raja dan Yesus pula Tuhan diatas segala tuhan yang akan menjadi Raja di Sorga;Amin.

    1. Daniel Sihombing says:

      Amin, terima kasih untuk komentarnya Pak Wahyu. Terpujilah nama Tuhan untuk selama-lamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.