Browse By

Mengapa Umat Islam Tidak Menerima Yesus Adalah Allah?

Lalu lalang di forum-forum diskusi antar agama, saya mendapatkan satu fakta yang menjadi hambatan diskusi antara umat Islam dan Kristen. Hambatan yang paling utama adalah umat Islam tidak menerima Yesus adalah Allah seperti yang dinyatakan iman Kristen. Bagaimana pun bukti dan penjelasan yang diberikan, seakan-akan mental keluar bahkan sebelum direnungkan dalam pikiran. Apa sebenarnya yang menyebabkan umat Islam tidak menerima Yesus adalah Allah? Kita akan sama-sama merenungkannya bersama dalam artikel ini.

Catatan Penulis

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Nabeel Quareshi di christianity.com. Nabeel Qureshi adalah pembicara dari Ravi Zacharias International Ministry, dan penulis buku Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity. Semoga artikel ini bisa membawa pencerahan pikiran baru bagi teman-teman umat Islam dan umat Kristen.

Mengapa Umat Islam Tidak Menerima Yesus Adalah Allah?

Dari setiap surat dalam Alquran yang dihafal oleh anak-anak, ada satu bagian yang lebih sering dilafalkan daripada bagian lainnya. Tidak panjang, hanya 3 ayat, tapi Muhammad mengajarkan bahwa bagian ini menjadi inti pengajaran Islam dan menjadikannya ayat terberat dalam Alquran. Ayat itu ialah ayat dari Surat Al-Ikhlas 112, dan berisi demikian: Katakanlah: “Dialah Allah…Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan…”

Dari seluruh pengajaran yang saya dapatkan, ajaran tentang “Tawhid”, keesaan Allah dan Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan adalah yang paling masuk dalam kepala saya. Jadi ketika mendengar tentang Allah Tritunggal dalam Kristen, saya menolaknya mentah-mentah. Saya melihatnya sebagai ajaran tak beralasan dan menghina Allah yang Esa. Saya tak habis pikir bagaimana bisa Allah Tritunggal, Allah ada tiga namun tunggal? Itu kedengarannya mustahil dan terkesan memaksa.

Yang membuat persepsi terhadap Allah Tritunggal memburuk adalah tidak ada yang menjelaskan apa artinya Yesus adalah Anak Allah. Baik saya dan umat Islam di sekeliling saya cenderung berpikir Yesus ialah anak biologis dari Allah. Waktu itu saya berpikir seperti ini: Allah memutuskan untuk menciptakan allah lain, yakni Yesus. Itu berarti Yesus adalah allah bikinan. Dan nampaknya Alkitab mendukung pemikiran ini karena Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, “sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” Ketika membuka Alkitab pun saya tidak bisa menemukan ajaran Tritunggal di dalamnya, dan pada akhirnya saya menyimpukan bahwa itu adalah ajaran yang menghina Allah yang Esa.

Sama seperti Nabeel Quareshi, inilah yang mungkin menjadi alasan umat Islam tidak menerima Yesus adalah Allah. Dan hampir seluruh umat Muslim percaya bahwa Tuhan yang disembah oleh orang Kristen adalah Tuhan yang mempunyai anak, yaitu Isa Al-Masih. Bahkan Alquran mengutuk orang yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Anak Allah.

Lantas apa yang membuat Nabeel Quareshi berubah pikiran dan menerima Yesus adalah Allah?

Perubahan Pikiran

Segalanya berubah sejak saya mulai belajar sains dan Alkitab secara mendalam. Sains menunjukkan pada saya bahwa ada objek yang sangat kecil sehingga kita hanya bisa melihatnya lewat mikroskop. Dalam lingkup mikroskopik pun, ada banyak rahasia tersembunyi di dalamnya. Seperti hubungan atom dengan kuantum mekanik dan juga hubungannya dengan cahaya. Pemikiran para ilmuwan selama ini mengenai cahaya rupanya keliru, sebab cahaya adalah gelombang dan partikel secara bersamaan.

Jika objek di dunia ini saya membingungkan kita, bagaimana dengan Dia yang menciptakan dunia ini? Dengan Dia yang menciptakan pikiran kita? Sejak itulah saya berpikir Allah itu harusnya jauh lebih besar dan rumit daripada yang bisa dibayangkan. Jika saya bisa mengenalnya dan memahaminya dengan mudah, itu bukan Allah yang sebenarnya. Itu hanyalah allah dalam pikiran saya yang secuil ini.

Di jalan buntu itulah dengan angkuh saya coba membuka Alkitab dan melihat apa yang diajarkan di dalamnya. Meskipun tidak menggunakan istilah “Tritunggal”, ajaran Alkitab mutlak. “..bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia” (Ulangan 4:35) dan “TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4). Meskipun demikian, ada saat di mana Allah terkesan jamak, “Baiklah Kita menjadikan manusia… (Kejadian 1:26) dan dalam Yohanes 1:1. Ada juga Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus yang ketiganya menggunakan nama YAHWEH (Matius 28:19, Filipi 2:11, Yesaya 45:22-23).

Jadi Alkitab mengajarkan Allah yang adalah Tritunggal, tiga pribadi dalam satu hakekat. Tentu ini bukanlah kontradiksi, sebab pribadi dan hakekat adalah hal yang berbeda. Hakekat Anda adalah apakah Anda, sedang pribadi Anda adalah siapa Anda. Contohnya hakekat saya satu yakni manusia, dan satu pribadi yaitu Nabeel Quareshi. Hakekat Allah satu yakni Allah dengan tiga pribadi Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Rumit? Tentu. Unik? Tentu.

Menerima Yesus adalah Allah

Menerima Yesus adalah Allah

Jadi Yesus adalah Anak Allah TIDAK menyatakan hubungan fisik, namun peran. Ini menjelaskan juga mengapa Bapa lebih besar daripada Yesus, namun di saat bersamaan adalah Allah. Sebagai ilustrasi, ijinkan saya menggunakan kisah saya sendiri. Ayah saya lebih besar daripada saya dalam perannya di rumah, tapi baik ayah dan saya punya hakekat sama yakni manusia. Saya lebih rendah dalam peran dan pribadi, namun sama dalam hakekat sebagai manusia. Jadi Bapa lebih besar dari Yesus dalam peran, namun secara hakekat adalah satu.

Merasa menemukan apa makna Allah Tritunggal yang sebenarnya, saya merasa bahwa inilah pribadi Allah yang sesungguhnya. Awalnya saya tidak mempercayainya sampai akhirnya saya percaya Injil dan segala hal ajaib yang Yesus lakukan. Saya mendapatkan bukti bahwa Yesus adalah Allah, Yesus tidak berbuat dosa dan Yesus bangkit dari kematian.

Semakin kita mengenal Allah dan memahami hakekatnya, hidup kita makin dipenuhi sukacita. Sukacita dan kasih Allah inilah yang ingin saya bagikan bagi orang-orang sekitar.

Sekian kisah dari Nabeel Quareshi. Semoga artikel di atas bisa menjadi pencerahaan bagi teman-teman yang masih bingung apa makna Tritunggal itu? Atau mengapa umat Kristen mempercayai Yesus sebagai Anak Allah. Buat teman-teman yang lain, semoga artikel ini bermanfaat untuk memahami latar belakang umat Islam dan menemukan cara yang baik menyampaikan kebenaran sesungguhnya mengenai Allah Tritunggal. Terimakasih.

Informasi :mengenai Nabeel Quareshi dan buku Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity
Sumber gambar : reachingthenationsamongus.org

Recommended for you

31 thoughts on “Mengapa Umat Islam Tidak Menerima Yesus Adalah Allah?”

  1. antoni says:

    Komentar dikit ya.

    Dalam perjanjian lama, Allah pencipta menampakan pribadi tunggal sebagai YAHWE kepada bangsa Israel, tidak ada pribadi lain, satu pribadi dan satu hakekat. Oleh karena itulah sampai sekarang orang yahudi hanya mengakui satu Allah yaitu Yahwe. Allah itu esa dalam pengertian tunggal versi pikiran simple kita. Yang menarik sebenarnya isyarat bahwa hakekat Allah bukanlah satu pribadi seperti pengertian simple manusia sudah ada tanda2nya di perjanjian lama. Kata Elohim untuk menyebut Allah sendiri berarti jamak. Walapun tafsirnya cukup beragam. Nubuatan mengenai juru selamat yang punya kedekatan spesial dengan Allah Yahwe dan bahkan menggariskan kehidupannya secara detil ada di banyak kitab seperti yesaya, yeremia,Mazmur dll. Kalo bertumpu pada perjanjian lama saja cukup sulit untuk memetakan sesungguhnya bagaimana hakekat dari Allah Yahwe itu. Tapi begitu kita lihat perjanjian baru kita bisa lihat ada gambaran baru mengenai hakekat Allah. Memang tidak ada kata trinitas atau tritunggal dalam perjanjian baru, tapi pengertian trinitas ada. Yang memulai Yesus sendiri. Yesus yang mengajarkan mengenai hakekat Allah sebagai pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kata Trinitas memang tidak ada, tapi kata Bapa, Anak dan Roh kudus jelas terlihat. Orang kristen tidak menciptakan trinitias tapi Yesus sendiri yang mengajarkan hakekat trinitas kepada kita.

    Bagaimana kita tahu bahwa Yesus menyebut diri-Nya sehakekat dengan Bapa. DIa menyebut aku berasal dari Bapa, Bapa dan Aku adalah satu. Pernyataan ini sudah membuat keheboban luar biasa karena menyamakan diri Yesus dengan Allah. Buktinya orang Yahudi sangat marah atas pernyataan Yesus. Apalagi dia menyebut bahwa anak manusia yaitu yesus sendiri berkuasa mengampuni dosa manusia. Mana ada manusia yang bisa mengampun dosa selain Allah. Kalo maksud yesus bukanlah menyamakan DIa dengan Allah pastilah orang yahudi tidak semarah itu dan tidak bernafsu sekali untuk membunuh Yesus. Seorang manusia menyamakan dirinya dengan Allah artinya menghujat Allah, DI hukum taurat jelas yang menghujat Allah hukumnya mati. Jadi yang mulai membingungkan definisi Allah adalah Yesus sendiri. Bukan paulus (banyak orang bilang biang kerok trinitas adalah paulus) , bukan murid2Nya dan tentu saja bukan orang kristen.

    Nah yang harus dicermati Yesus tidak menyebut dia adalah Allah loh tapi Anak yang punya kuasa atas manusia. Jadi pengertian anak disini bukan anak biologis seperti hubungan manusia tapi menunjukkan sehakekat. Contoh gampangnya Anak kunci, masak kunci punya anak. Tidak ada bapak kunci kan. Yesus menyebut Anak karena DIa keluar dari Bapa sehingga Bapa lebih besar dari DIa. Bukan mencipta loh, tapi keluar dari Bapa. ROh kudus juga disebut keluar dari Bapa. Akal kita mulai berpikit bahwa ternyata Allah itu adalah esa dalam arti satu kelembagaan. Satu hakekat dalam lembaga KeAllahan, Esa bukan lagi pengertian tunggal dalam segala aspek keAllahan. Pribadi dalam Allah ini tetap tunggal dalam menyatakan kehendakNya. Tidak mungkin ada perbedaan kehendak dalam menyatakan diri sebagai Allah.

    Kekristenan menyebut Yesus lebih tepat sebagai Tuhan atau kurios yang artinya penguasa atau dalam bahasa jawa biasa disebut gusti pangeran , utk menyebut raja jawa yang memerintah. Tidak tepat dikatakan Allah sebagai lembaga atau hakekat. Allah adalah sebutan kita menyebut pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yesus adalah Tuhan kita artinya lembaga Allah menyatakan kepada manusia bahwa yang menjadi penguasa hidup manusia baik di bumi maupun di surga adalah Yesus. Bapa sudah menyerahkan kuasa pada Yesus. Pribadi Bapa tidak bisa dijangkau oleh manusia hanya oleh Yesus kita bisa punya kedekatan dengan Allah.
    Bagi saya sih tetap masuk akal loh yang namanya tritunggal itu, malah menunjukkan bahwa ooh ternyata Allah itu lebih rumit dari yang kita bayangkan…kelihatan tidak masuk akal tapi itulah faktanya…
    Jadi inget Hukum ketidakpastian Heisenberg, yang menyatakan bahwa kita tidak mennetukan secara bersamaan posis dan sekaligus jarak partikel. Sesuatu yang sangat aneh, bahwa partikel berperilaku bergantung pada mata pengamatnya. Hmmm aneh banget. Apalah soal teori relativitas, bagaimana waktu bisa melengkung coba, jadi bagaimana melogikakan bahwa ruang dan waktu itu adalah satu hakekat dimensi alam semesta kita. Hukum kuantum juga menyatakan bahwa ada dimensi lain dibalik lubang hitam…hmm aneh tapi itulah faktanya….

    sekian dulu deh, kepanjangan lagi…ntar disambung lagi ya

    1. David Moshe Rattu (@davemosherattu) says:

      Saya cuma ingin berkomentar saja bahwa anda sepemikiran dengan saya. Jadi ingin rasanya selalu bersama dalam hadirat Tuhan.

    2. charlie says:

      sebuah penjelasan yg sangat baik…

  2. Ozy says:

    Bagaimana dengan :
    “Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).

    Di akhir ayat tertulis “…dan hanya Dia sajalah engkau berbakti”. Jika Yesus adalah Tuhan mengapa mengapa tidak tertulis “…dan hanya Aku sajalah engkau berbakti”?

    1. hendra says:

      semua khotbah didalam perjalanan Yesus kebanyakan adalah perumpamaan, pada saat Ia dicobai Iblis Ia adalah sebagai manusia (anak domba Allah), hal itu dikatakan Yesus untuk menunjukan manusia hal-hal yang benar tentang apa yang harus dilakukan…

  3. Anonymous says:

    kenapa kami umat islam tidak menerima yesus, karena yesus adalah manusia yang bisa dilihat sedangkan dlm kepercayaan kami Allah SWT itu gak bisa dilihat tetapi selalu dihati kami.. kami selalu dekat ama Allah SWT dmn pun kami berada, yesus itu manusia biasa yg dikorbankan oleh oran khafir quraisy..

    1. Daniel Sihombing says:

      Yesus benar adalah manusia. Namun Yesus juga adalah Allah. Yesus dikorbankan untuk menebus semua dosa dan kesalahan kita. Kita yang harusnya dihukum kini bebas dari hukuman.

      1. innaddiinaindallahilislam says:

        Sungguh Kristen menjadi agama yang paling mudah jika anda berkata seperti itu. Lalu siapa yang akan mengisi neraka?

        1. Daniel Sihombing says:

          Memang mudah. Sayapun bingung mengapa masih banyak yang menolak Yesus Kristus. Soal neraka, harusnya tidak ada yang mengisi neraka. Mengapa Anda mempermasalahkan neraka? Dan bukan berfokus pada sorga?

        2. hendra says:

          nerak diciptakan bukan untuk menghukum manusia, namun untuk lucifer/iblis, namun iblis menghasut manusia untuk melawan Allah dan manusia itu akan ikut bersamanya dineraka…
          namun karena manusia adalah ciptaan Alah yang penuh kasih, maka ia mengaruniakan keselamatan untuk kita..\
          salam damai kristus besertamu

  4. roy says:

    Di dalam Alkitab (Bibel) tidak pernah ada pernyataan yang sangat JELAS kalau YESUS itu mengatakan Dirinya adalah TUHAN..!!

    1. Daniel Sihombing says:

      Kita tidak perlu bukti tulisan untuk percaya bukan? Saya percaya karena saya mengimani bahwa Yesus sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa saya. Kalau dia bukan Allah, bagaimana mungkin Ia dapat melakukan itu?

  5. abi darda says:

    Seluruh umat islam akan menerima yesus sebagai allah, jika ada perkataan yesus yang mengatakan secara langsung dari mulutnya sendiri ” aku yesus adalah allah maka sembahlah aku “

    1. Daniel Sihombing says:

      Umat Kristen juga tidak mengharapkan orang-orang islam berpindah keyakinan dan percaya kepada Yesus Kristus setelah melihat tulisan di Alkitab. Percaya kepada Yesus bukanlah soal tulisan atau perkataan, melainkan sebuah pengalaman/ perjumpaan pribadi kepada Tuhan. Kami selalu berdoa suatu saat teman-teman memperoleh kesempatan berjumpa dengan Yesus secara pribadi.

    2. teguh says:

      Beberapa contoh ayat yang menyebutkan Yesus sebagai Tuhan dan Allah, sebagai Mesias, Kristus, Anak Allah, dan dengan demikian, sehakekat dengan Allah adalah:

      1. Di hadapan Mahkamah Agama, sebelum para tua-tua Yahudi membawa Yesus untuk dihukum mati, mereka bertanya, “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” (lih. juga, Mat 26:63, “…katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak?”). Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.” Lalu kata mereka: “Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri.” (Luk 22:70-71).

      St. Thomas Aquinas dalam bukunya Catena Aurea menjelaskan ayat ini dalam Injil Matius, dengan mengutip pengajaran St. Ambrosius, “Tuhan Yesus lebih berkehendak untuk membuktikan bahwa diri-Nya adalah Raja [Anak Allah], daripada mengatakan bahwa diri-Nya sendiri adalah Raja [Anak Allah], sehingga mereka [para tua-tua Yahudi] tidak mempunyai alasan untuk menghukum-Nya, ketika mereka mengakui kebenaran yang atasnya mereka menuntut Dia. Maka Yesus berkata, “Kamu sendiri mengatakan bahwa Akulah Anak Allah.”

      Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Allah, dengan berkata, “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14). “Aku adalah Aku” adalah arti dari kata Yahweh. Istilah “Alfa dan Omega” (sebab awal dan tujuan akhir segala sesuatu), yang mengacu kepada Allah sendiri, juga dikatakan oleh Kristus tentang siapa Diri-Nya (Why 1:8, 21:6; 22:13). Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa sebelum Abraham ada, Ia sudah ada terlebih dahulu (Yoh 8:58), dan justru karena jawaban ini, yang secara jelas menyatakan bahwa Ia adalah Allah, maka Yesus dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menghujat Allah.

      Yesus juga jelas menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Yoh 13:13) Tidak ada seorang-pun yang lain, yang pernah berkata demikian.

      2. Ketika Rasul Tomas melihat Yesus yang telah bangkit dan menampakkan diri-Nya, ia berkata, “Ya, Tuhanku (Kurios/ Lord) dan Allahku (Theos/ God)” – (Yoh 20:28).

      Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama juga menyebut Allah dengan sebutan ‘Elohim’/ God, dan ‘Adonai’/ Lord, “Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allah [Elohim]-ku dan Tuhan [Adonai]-ku!” (Mzm 35:23).

      “Sebab kepada-Mu, ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan [Adonai], Allahku [Elohim].” (Mzm 38:15)

      “Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! …. Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:1,9).

      Fakta bahwa Tuhan Yesus yang bangkit tidak mengatakan apapun yang menyanggah ucapan Tomas, menyatakan bahwa Ia membenarkan perkataan Tomas, dan bahkan meneguhkan kepercayaan Tomas dengan berkata, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29). ‘Percaya’, yang dimaksud di sini adalah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah (Yoh 20:28), dan karena itu Ia dapat bangkit dari kematian, di mana kebangkitan-Nya merupakan kemenangan-Nya atas dosa dan maut.

  6. roy says:

    Penyataan YESUS adalah TUHAN di dalam ALKITAB adalah sangat penting jika Beliau adalah TUHAN! , supaya tidak ada keraguan/distorsi dalam ALKITAB antara perkataan TUHAN atau perkataan RASUL/NABI yang kita imani, terima kasih.

  7. Rahman says:

    Sesungguhnya Isa itu anak maryam, dia mengajarkan tentang hari kiamat. Maka ikutilah “aku”, karena inilah jalan yang lurus. Itu sabda dari Nabi Muhammad saw.

    1. Daniel Sihombing says:

      Isa (atau Yesus) memang adalah anak Maryam dan Yusuf. Itu fakta sejarah, karena Yesus memang lahir di dunia.
      Namun, Ia adalah Tuhan yang kemudian mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai ganti dosa manusia, dan memberikan kita yang percaya kepada-Nya jaminan hidup yang kekal.

  8. Saud says:

    Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
    Ucapan Yesus ini menjadi jelas, bahwa melalui Dia ..setiap orang yang percaya akan diselamatkan

  9. santoso-john says:

    Yehezkiel 23
    1. Datanglah firman TUHAN kepadaku:

    2. “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu.

    3. Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.

    4. Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.

    5. Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang,

    6. berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.

    7. Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.

    8. Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.

    9. Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi.

    10. Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.

    11. Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.

    12. Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasanya, kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.

    13. Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.

    14. Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam,

    15. pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka.

    16. Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim.

    17. Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka.

    18. Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.

    19. Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.

    20. Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.

    21. Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu

  10. Anonymous says:

    Yohanes 13 : 13
    Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

  11. mepal lumban gaok says:

    Yohanes 13 : 14
    Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

  12. mepal lumban gaol says:

    Yohanes 13 : 14
    Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

    Yohanes 13 : 13
    Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

  13. sultan,s.pdi says:

    dan satu lagi yesus juru selamat khusus untuk orang israil “paulus berkata sesuai dengan yang telah di janjikannya allah telah membangkitkan juru selamat untuk orang israil yaitu yesus(kisah para rasul 13 :23 ) maaf orang indonesia yesus bukan juru selamat untuk anda .

    1. Daniel Sihombing says:

      Maaf pak Sultan, saya rasa konteks Alkitab dan Alquran itu universal. Kata-kata yang ada di dalamnya pun, mohon jangan “mentah-mentah” diterjemahkan oleh pengetahuan yang terbatas. Bagi kami, umat Kristen yang mengimani Yesus, Yesus adalah Juru Selamat bagi seluruh manusia. Ingat, seluruh manusia. Jadi orang jahat pun atau orang non-kristen pun diselamatkan oleh Yesus.

      Terima kasih juga pak Sultan, sudah mau mengutip Alkitab dalam versi Indonesia dan bukan dalam bahasa arab, meskipun salah penulisannya.

    2. Charlie says:

      waduh ini asal komentar namanya… sudah jelas di Alkitab dikatakan Yesus datang ke dunia untuk SEGALA BANGSA… perhatikan ayat2 ini…
      Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:… (Luk. 2:10).

      “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
      sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
      yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
      yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” (Luk. 2:29-31)

      Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus… (Mat. 28:19)

  14. Frida says:

    Sekiranya bapak klo mau berfikir pke logika dlu,,masa boar org yg jahat di selamatkn oleh yesus,berarti yesus ,embiarkn ummatnya berbuat apa sja yg mereka kehendaki,wow keren yah tuhanmu?????

    1. Daniel Sihombing says:

      Yesus datang untuk orang yang jahat dan yang baik, semua manusia. Ingat SEMUA manusia. Tidak ada perbedaan. Namun, tidak semua orang mengakui bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat. Itu bukan masalah. Hidup kan pilihan. Bagi yang sudah PERCAYA, tidak mungkin mereka berbuat APA SAJA yang mereka kehendaki. Kami, yang sudah PERCAYA kepada YESUS, akan hidup seturut dan sesuai perintah dan kehendak TUHAN. Jadi, kesimpulan Frida SALAH TOTAL atau SALAH BESAR. Yang hidup sesuai kehendak hati mereka saya yakin belum percaya YESUS. Salam.

    2. Vina says:

      Bu frida punya anak semata wayang umur 20an. Sebagai ilustrasi saja, anak ibu ketangkep polisi karena kedapatan ngedar narkoba, padahal ‘ngedarin’ belum tentu make narkoba. Dihukum Indonesia, tentu anak ibu sudah dipastikan kena hukuman. Sebagai seorang ibu, tentu ibu berharap agar ada pembebasan untuk anak ibu bahkan walaupun dengan pakai uang tutup mulut dsb. Atau kalau tidak ada jalan lain untuk bebasin anak ibu, setidaknya ada keringanan hukuman. Tentu itu yang didoakan semua orangtua jika anaknya bermasalah dengan narkotika.
      Manusia saja tahu dalam memberikan apa yang baik untuk anaknya, apa lagi Tuhan Yesus?
      Kalau manusia bisa berusaha melakukan apa saja untuk menyelamatkan orang yang dikasihi, apalagi Tuhan Yesus?
      Semua orang sejak masa adam dan hawa jatuh dalam dosa, maka kita semua pun sudah berdosa. Jika banyaknya orang jahat sekarang ini, karena mereka manusia yang ‘berdosa’ seperti kita juga yang berdosa.
      Untuk itulah Yesus datang karena Yesus tidak mau manusia dikuasai selamanya oleh si jahat. Tentu dengan cara yang luar biasa Yesus datang, Dia lahir dari seorang perawan, Dia mati untuk penebusan dosa.
      Sebagai manusia biasa, tentu kita beranggapan mustahil seorang perawan bisa melahirkan anak. Mana bisa manusia mengampuni dosa manusia?
      Jika kita memandang Allah sebagai Yang Esa, bukankah itu berarti Allah bisa melakukan apa saja yang Dia kehendaki?
      Apakah dia perlu minta ijin manusia untuk melakukan KaryaNya?
      Bencana alam, kelahiran, kematian, dan jalan hidup, apakah Allah mesti minta ijin ke manusia?
      Sebenarnya yang berkuasa siapa? Allah atau manusia? Kamu atau Tuhan?
      Tentang siapa yang mau Yesus selamatkan, itu urusan Tuhan, itu bentuk Kasih Tuhan.
      Tentang apakah jadi orang Kristen enak karena bisa melakukan apa saja yang dikehendaki, jawabannya, Tidak. Kenapa? Karena ada harga yang harus kami bayar dalam menjadi pengikut Yesus. Harga tersebut bukan materi. Tapi justru banyak yang akan menghina kami, memfitnah, akan dibenci, akan di ancam mati. Contoh: Kami kristen disebut menyembah berhala, disebut menghujat Allah (karena persoalan Trinitas), ada yang dibunuh karena dianggap kafir, dsb.
      Tapi kenapa kami masih bertahan dengan Yesus? Karena ada bentuk kasih sayang yang sudah terjalin.
      Bayangkan, adakah orang yang rela mati untuk kita? Mati dengan cara yang keji dan hina (penyaliban itu dianggap sebagai hukuman mati penjahat).
      Dengan semua kebaikan Yesus, apakah kami tega untuk hidup didunia dengan berbuat seenaknya?
      Kita punya orangtua biologis, ketika orantua sudah tua, apa kita tega membiarkan mereka hidup sendirian tanpa keluarga? Siapa yang akan merawat n menjaga mereka? Tentu itu jadi pergumulan batin kita.
      Demikian orang kristen yang dengan sengaja or tidak sengaja berbuat seenaknya, pada akhirnya kami akan merasa ada yang mengganjal dari dalam diri kami. Sebuah perasaan yang penuh dosa. Tapi kasih Yesus besar, seperti ke Esa an Allah yang melebihi batas kemampuan pikir dan diluar logika manusia. Sejauh apapun kami dari Tuhan, sedalam apapun kami jatuh, tangan Tuhan Yesus selalu terulur, walaupun kami lemah tidak berdaya, Yesus tidak pernah membiarkan kami sampai tergeletak dan Dia selalu siap nyambut kita kapanpun kita mau berbalik kepada Dia.

  15. ferdian says:

    MATIUS 18. 6-11
    6.tetapi brangsiapa mnyesatkan salah satu dri ank2 kecil ini yg PERCAYA KEPADAKU, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan di ikatkan pada lehernya lalu ia di tnggelamkan ke dalam laut .
    7.celakalah dunia dgn sgala penyesatannya : MEMANG PENYESATAN HARUS ADA. TETAPI CELAKALAH ORG YG MNGADAKAN.NY.
    8.jika tnganmu atau kakimu mnyesatkan engkau. Penggalah dan buanglah itu, krena lebih baik bagimu masuk ke dlm hidup dengan tangan kudung atau timpang dri pda dgn utuh kedua tangan dan kakimu di campakan ke dlm api kekal
    9.dan jika matamu mnyesatkan engkau, cungkilah dan buang lah itu. Karena lebih baik bagimu msuk ke dlm hdup dgn brmata satu dri pada di campakan ke dlm api neraka dgn brmata dua
    10. Ingatlah jgn mnganggap rendah dri anak anak kecil ini. Krena aku berkaata kpadamu : ada mlaikat mereka di sorga yg selalu memandang wajah bapaku yg di sorga
    11. KARENA ANAK MANUSIA DATANG UNTUK MENYELAMATKAN YG HILANG.
    (Berarti yesus juruselamat yg datang untuk mnyelamatkan kita yg tersesat .. kita yg kurang prcya agar kita bisa kembali ke jlan yg benar dan memuliakan allah tuhan kita )

  16. dodi subekti says:

    Sekali waktu Rasul Muhamad SAW juga pernah mengatakan “Aku Tuhanmu” dan syeh sitijenar pun mengatakan Aku adalah Tuhan, ttp syeh Sitijenar, katanya para wali tdk setuju ucapan Sitijenar, krn manusia blum tentu bisa menerima, klu analisa sy, Allah menciptakan semesta alam ini dlm 6 masa (klu dikristen 7 hari) (klu islam satu mada kita ga tau apakah satu hari, satu bln, satu tahun, satu juta tahun, tdk ada yg tau)dan Allah dlm keadaan payah, betapa petingnya penciptaan nya, berarti tdk main2. Dlm alquran pun manusia di dunia adalah yatim, dlm ilmu tawhid, manusia itu disebutkan dzat Allah, wujud Allah, mungkin teori realitivitas berupa partikel yg disrbut cahaya, selain dzat, asma Allah, afal Allah, sirr Allah dan nabi Musa kallammullah, nabi Isa Rohllah, nabi Muhamad Habbibullah dan ini syariat islam tdk dikenal, bisa2 biddah dan juga ada katomah, yg jelad taurat, zhabur, injil dan alquran afa benang merah, tata cara penyembahan/berserah diri kpd Allah itu sama, klu syariat kristen ke hereja, islam ke mesjid dll

Leave a Reply

Your email address will not be published.