Browse By

Ujian Wawancara S2: Kemampuan Akademik Spesifik

Tulisan lanjutan dari artikel ujian wawancara S2 (kemampuan dasar) di Tokodai University.  Pada artikel ini, saya akan menjelaskan secara lengkap suasana ujian wawancara S2, pertanyaan yang dilontarkan para dosen, dan tips menjawab pertanyaan dengan baik. Silakan membaca teman-teman.

Saya tiba di ruangan tunggu ujian wawancara S2 yang berbeda dari yang tadi siang. Ketika masuk, ruang ujian sudah penuh dengan mahasiswa-mahasiswa yang sudah ujian terlebih dahulu. Saya kembali melihat pengumuman di papan tulis dan mengecek urutan jadwal ujian wawancara S2 yang kedua. Sedikit agak kaget ketika mendapati saya berada di urutan ketiga dan mendapat ruang ujian nomor 4.

Saya beristirahat sejenak di tempat duduk bagian belakang dan mencoba menenangkan diri untuk ujian wawancara yang berikutnya. Maklum, itu karena saya merasa kurang maksimal di ujian wawancara S2 pertama tadi dan agak kurang tenang kala menjawab pertanyaan ujian.

Mulai Ujian Wawancara S2 Kemampuan Akademik

Suasana Ujian Wawancara S2

Suasana Ujian Wawancara S2
(sumber gambar : sterling.edu)

Jam 15.00 dua orang dosen masuk ke ruang tunggu dan kembali mengabsen seluruh peserta ujian wawancara. Saya pun menunggu dengan was-was giliran saya. Sambil membuka kembali buku Elektromagnetik di tangan, saya menunggu giliran saya yang tidak akan lama lagi.

Jam 15.08 saya pun dipanggil untuk menuju ruang ujian wawancara. Ketika nama saya dipanggil, hampir seluruh mahasiswa peserta ujian menoleh. Mereka mungkin kaget karena ada mahasiswa asing yang mengikuti ujian wawancara S2 di Tokodai University. Saya pun perlahan merapikan buku-buku dan memasukkan jas hitam ke dalam tas. Saya berpikir mungkin karena jas itu saya jadi agak kepanasan dan kurang nyaman waktu ujian wawancara, makanya saya tanggalkan jas tersebut.

Sama seperti ujian wawancara S2 yang pertama, saya disuruh menunggu di depan ruang ujian nomor 4. Sekitar semenit kemudian seorang peserta ujian keluar dan disuruh langsung pulang oleh kakak kelas penjaga ruang ujian. Semenit kemudian, seorang dosen keluar dan mempersilakan saya masuk. Duk! Jantung saya berdebar-debar kencang! Dalam ruangan ujian ada total 9 dosen yang duduk melingkar menghadap ke kursi panas di tengah. Barulah di kemudian hari saya tahu bahwa 9 orang dosen ini tergabung dalam grup penelitian mengenai energi. Sambil menyembunyikan ketegangan, saya menyebut dengan lantang nomor ujian dan nama saya. Kemudian, dosen yang tadi keluar memanggil saya kemudian menyuruh saya duduk.

Seluruh pandangan dosen mengarah kepada saya. Saya seakan-akan diterawang dari atas hingga ke bawah. Seorang dosen di sebelah kiri mulai berbicara. Dia menanyakan urutan lab penelitian yang diinginkan. Mulai dari Chiba Lab, Akagi dan Fujita Lab, kemudian Nishimura dan Tominaga Lab. Saya pun memastikan urutan yang disebutkan sudah benar sebagaimana mestinya.

Selesai memastikan urutan lab penelitian, dosen itu melemparkan pertanyaan kepada Chiba Sensei, dosen pembimbing nomor satu pilihan saya. Pertama-tama, Chiba Sensei bertanya apakah ini pertama kali bertemu. Saya pun menjawab ya, karena dulu ketika berkunjung ke Chiba Lab, Chiba Sensei sedang kembali ke ruangannya, sehingga tidak sempat bertemu. Saya kemudian menjelaskan waktu itu saya hanya mendapatkan penjelasan dari mahasiswa Chiba Lab.

Recommended for you

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2

One thought on “Ujian Wawancara S2: Kemampuan Akademik Spesifik”

  1. Naryan says:

    Hem kalian hidup untuk percaya.
    Kalian datang ke dunia untuk berusaha.
    Dan ketika kaoian bersiteru.
    Buata apa toh tuhan maha adil.
    Kalian semua hamba Allah yang esa.
    Kalian semua di ciptakan dalam bentuk sempurna. Dan di saat kalian mau jadi manusia di situ kalian punya takdir. Di mana tuhan sudah menggariskanmu jadi apapun kamu dan sampai ahirnya tiada lagi di dunia.
    Jika kalin punya pemimpin pasti pemimpin itu cuma satu. Dan jika kamu setia pada satu pimpina niscaya kamu akan lebih bahagia.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.