Browse By

Eli Eli Lama Sabakhtani

“Eli Eli Lama Sabakhtani?” Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46). Ini adalah salah satu dari tujuh perkataan Yesus saat di kayu salib. Memang seluruh perkataan salib sulit dimengerti, namun di antara semuanya, perkataan inilah yang menurut saya paling sulit dimengerti.

Saat menulis sebuah artikel di Kompasiana mengenai Keselamatan menurut Kristen dan Islam, beberapa orang menanyakan saya perihal ini. Mereka bertanya mengapa seorang Yesus mengucapkan perkataan tersebut. Saya tahu orang-orang tersebut berusaha menggiring kita pada kebingungan mengenai pribadi Yesus. Mereka berargumen kalau Yesus adalah Allah, mengapa Yesus mengucapkan perkataan itu? Itu berarti Yesus berkata kepada diri-Nya sendiri bukan? Atau siapakah Yesus saat di kayu salib? Apakah Dia adalah Allah atau manusia? Seperti itulah argumen mereka.

Eli Eli Lama Sabakhtani

Eli Eli Lama Sabakhtani

Makna Eli Eli Lama Sabakhtani

Saya berusaha memberikan jawaban yang tepat. Yesus sepanjang hidupnya, bahkan hingga di kayu salib, adalah 100% Allah dan 100% manusia. Inilah fakta yang harus diterima. Mustahil? Bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37). Orang tersebut kemudian menanggapi, “Jadi Yesus berkata kepada diri-Nya sendiri dong?” Saya menjawab, “Ya, Yesus berkata kepada diri-Nya sendiri. Tapi dengan menerima fakta tersebut, ada konsekuensinya. Dengan Anda menanggapi seperti itu, Anda harus mempercayai bahwa Yesus adalah Allah.” Orang tersebut kemudian mengiyakan jawaban saya. Untuk lebih lengkapnya mengenai tanya jawab saya itu, teman-teman bisa melihatnya di sini.

Kali ini saya tidak ingin membahas mengenai makna perkataan salib ini. Saya belum mampu. Kali ini, saya hanya ingin menjelaskan konsekuensi logis dari perkataan Yesus ini. Silahkan membaca teman-teman!

“Eli Eli Lama Sabakhtani,” perkataan ini keluar dari mulut seorang Yesus. Mengapa Yesus mengucapkannya? Apakah Yesus menderita dan kesakitan mengalami semua hukuman yang Dia alami? Salah. Semua bentuk penderitaan dan kepedihan manusiawi yang paling berat sudah Ia alami, dan itu tidak membuat-Nya mengaduh. Kecuali satu! Ada satu lagi yang belum Dia alami. Saat yang satu ini Dia alami, Yesus berteriak, “Eli Eli Lama Sabakhtani”.

Yang satu ini adalah puncak yang paling tinggi dan sekaligus dasar yang paling dalam dari semua penderitaan! Topnya semua penderitaan. Yaitu: konsekuensi atau akibat yang paling fatal dari dosa! Apakah itu? Keterpisahan dan keterasingan dari Allah. Akibat dosa yang paling hebat adalah: terpisah dan ditinggalkan oleh Allah!

Semua bentuk penderitaan tidak membuat Yesus berteriak. Ia berteriak keras, “Eli Eli Lama Sabakhtani” itu karena kita. Ia yang tidak berdosa telah dijadikan berdosa ganti kita, supaya kita tidak usah lagi mengalami yang Ia alami.

Teriakan Yesus pada hari Jumat siang itu memang telah berlalu. Tapi teriakan itu tetap terdengar seperti bunyi sirene tanda bahaya! Tanda bahaya teman-teman!

Tanda bahaya apa? Bahaya DOSA! Betapa fatalnya, betapa menyakitkannya akibat dosa itu! “Eli Eli Lama Sabakhtani,” teriakan Yesus itu ibarat bunyi sirene yang mengingatkan kita: Awas dosa! Jangan pandang enteng dosa! Jangan main-main dengan dosa! Ingat akibatnya!

Mari coba menyepi! Terdengarkah teriakan Yesus itu? “Eli Eli Lama Sabakhtani, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

“Eli Eli Lama Sabakhtani, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Teriakan Yesus terus menggema sepanjang waktu. Mengingatkan kita akan bahaya dosa itu. Berbuat dosa emang kadang-kadang enak, tapi akibatnya itu lho!

Bahan Bacaan:
Tujuh Perkataan Salib oleh Stephen Tong.
Jalan Kematian, Jalan Kehidupan oleh Eka Darmaputera.

sumber gambar : blogspot

Recommended for you

28 thoughts on “Eli Eli Lama Sabakhtani”

  1. ahmad munawir says:

    “Eli, Eli, Lama Sabakhtani,”.INI ARTINYA TUHAN TELAH MENINGGALKAN YESUS KETIKA DI SALIB,SEHARUSNYA TIDAK BERTERIAK MINTA TOLONG, KARENA HIDUPNYA MEMANG UNTUK DISALIB,DAN ORANG YAHUDI YANG MENYALIB ITU DAPAT GANJARAN KARENA TELAH MENOLONG SEMUA ORANG KRISTEN KELUAR DARI DOSA.

  2. Daniel Christian says:

    Yesus tidak pernah minta tolong di kayu salib Pak Ahmad. Semua yang dialami Yesus, sengsara hingga kematian-Nya adalah rencana Allah, termasuk keterlibatan orang Yahudi.

    1. AntiAjaranPaulus says:

      Jadi, Yesus bukanlah Tuhan/Bapa/Allah
      Yesus Adalah Manusia biasa karena dia 100% Manusia. Sementara Bapa adalah Allah/Tuhan karena Dia 100% Tuhan

      Jika Yesus anak Tuhan/Bapa/Allah adalah Tuhan/Bapa/Allah,karena kebaikan Yesus yang membawa damai kepada sesamanya
      Maka Manusia Yang Baik yang membawa kedamaian seperti Yesus mereka juga Tuhan

      -Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”. (Injil Matius : 5 : 9)

      1. eko says:

        Yohanes 14 :

        8. Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

        9. Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

        10. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

  3. Serafim says:

    Terima kasih.
    Dari awal saya menyadari dan merenungkam perkataan Yesus saat di kayu salib, rasanya terenyuh dan sakit. Dan ketika saya menyadari maknanya (yg tidak jauh dari pembabaran Anda di atas), saya menyimpannya dalam hati, karena saya rasa teriakan Yesus ini harus disadari oleh tiap individu secara langsung. “Tetangga sebelah” jg sering bertanya, yg sering saya rasa seperti mencobai, mencari kelemahan Tuhan-ku. Tapi jawabab saya selalu sama,” setelah saya jawab apa kamu bersedia menerima Kristus ?” Hahahaha
    Sekali lagi, terima kasih.

    1. Daniel Christian says:

      Terimakasih Mbak Serafim atas komentarnya. Tetap lanjutkan memberitakan kebenaran kepada yang lain
      Tuhan memberkati.

  4. abner says:

    Semuanya salah… itu perkataan yesus yg merujuk ke Mazmur 22…
    Disitu dpt kita bc bnyak penggenapan nubuatan sewaktu yesus disalib…
    Seperti tangan dan kaki yang ditusuk, jubah yang dibagikan dan dibuang undi, dll…
    Allahku, Allahku mengapa engkau meninggalkan aku itu judul perikop Mazmur 22 yg pada waktu jaman yesus sangat terkenal dan tidak asing di telinga org israel…

    1. Nugroho Sihombing says:

      Untuk Abner, betul yang kamu katakan… Lengkapnya bisa dibaca di sini
      http://128.199.241.187/faith/allahku-allahku-mengapa-engkau-meninggalkan-aku/

      1. Alamroyan romadhon says:

        Jika yesus berkata tuhanku(allah) mengapa kau meninggalkan aku? Sekarang tuhan anda(yesus) memiliki tuhan yaitu (Allah swt.) Lantas mengapa anda menyembah yesus? Dan mengapa anda tidak menyempah (Allah) perlu anda ktahui sbnarnya yesus smpai skrang msih hidup dan ia diangkat oleh allah di syurga
        Dan pada hari akhir.i a akan diturunkan ke bumi utkcmeluruskan ajaran Allah swt. Dan yg di salib itu sbenarnya adalah Yudas yg yg pada saat itu wajahnya disamarkan oleh allah swt menterupai yesus. Dan yesus di angkat di syurga… camkan lah itu kaum kristuss

        1. tinggalu says:

          1) & 2)Harus difahami Yesus itu 100% manusia dan 100% Tuhan. Kalau kami menyembah Yesus itu berarti kami menyembah Allah juga. Yesus mengatakan Dalam Yohanes 10:30 (TB) Aku dan Bapa adalah satu.”

          3) Yesus itu mati dan hidup/bangkit kembali pada hari ketiga.

          Kisah Para Rasul 10:40 (TB) Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,

          4) Ya benar Yesus akan datang untuk kedua kali. Perhatikan dalam Kisah Para Rasul 1:11 (TB) dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

          5)Yang disalibkan itu adalah Yesus.

          Perhatikan dalam Matius 27:35 (TB) Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.

          Harus terjadi demikian untuk menggenapi rencana Allah.
          Perhatikan di
          Matius 26:51-54 (TB) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
          Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
          Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
          Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”

          1. Nugroho2014 says:

            Terimakasih saudara Tinggalu atas komentarnya…

          2. NoN says:

            Argumen anda jelas
            Jelas-jelas hanya dibuat-buat secara pemikiran sempit anda. Pola pikir anda jelas msh berdasarkan apa yang anda terima dari perkataan orang yang memberi anda argumen itu, dan anda menambahkan dengan argumen anda sendiri, sehingga anda sudah terlalu jauh terbawa kearah yang lebih sesat.

            Jika ingin tau maka banyak mencari tau, mendengar atau mengikuti orang belum tentu dapat membuka akal sehat anda. Intinya jangan egois pada persepsi yang belum jelas kebenaranya.

  5. koncreng says:

    Misteri tentang keilahian Yesus tidak bisa dipahami dgn logika sempit dan tanpa iman “Percaya” apalagi bila seorang muslim berbicara ttg keilahian Yesus pasti tidak mau! Rasul Yohanes sdh secara gamblang mengatakan “Sabda telah menjadi daging dan tinggal diantara kita” sehingga selama hidup Yesus berlaku selayaknya manusia namun memiliki kelebihan di antara manusia, Yesus sebagai Guru mengajarkan kepada manusia bagaimana berprilaku yg benar, mengajarkan Doa, dsb. Yesus hadir di dunia menggenapi nubuatan para nabi yg sdh meramalkan kedatangan Mesias dgn segala konsekuensi hidup-Nya, ketika Yesus menyeruh Eli..Eli Lema Sabakhthani artinya Yesus menyerahkan segala kemusiaa-Nya dan kembali kepada KeilahianNya di surga.

  6. Khuzakaf says:

    Jika itu benar yesus bersatu dgn allah knp dia tidak tau hari kiamat ??

    1. Daniel Sihombing says:

      Hi khuzakaf. Saya hanya ingin menyampaikan satu hal saja, bukan karena seseorang tidak tahu sesuatu hal atau ia tidak mau memberitahu/ mengatakannya, kita mengatakan dia berbohong. Berbohong itu dari satu sisi saja–sisi manusia (yang ingin tahu hari kiamat kapan). Sesungguhnya, Yesus dan Allah sendiri pun tahu hari kiamat kapan akan datang, tapi Ia tidak memberi tahunya. Apalagi kepada Anda dan saya, kepada manusia. Jadi, seperti Allah yang tidak ingin memberi tahu kapan kiamat akan datang, seperti itulah Yesus, ia tidak akan memberi tahu kapan kiamat itu datang. Sampai di tahap ini, apakah Anda tetap menganggap bahwa Yesus itu berbohong? Atau Allah yang berbohong?

  7. Afterlife Metagenisra says:

    terus terang, semua ini semakin tidak masuk akal, kalian kristen cuma asal membenarkan menurut tafsiran sendiri, ga ada sumber apapun dari alkitab yg mendukung jawaban kalian, yang ada alkitab justru makin menunjukan bahwa jesus hanyalah utusan, semua jawaban kalian tidak bersumber dari kitab apapun, klu agama tidak berdasar logika, mulailah menyembah daun, batu dan segalanya yg sebenarnya tidak sebanding dengan tuhan

    1. Daniel Sihombing says:

      Terima kasih untuk komentarnya,
      Kami tidak perlu membuktikan apapun, termasuk apakah Yesus adalah Tuhan, atau dia hanya utusan. Agama tidak berdasarkan logika, agama hanyalah cara pandang manusia melihat dan memandang sang Pencipta. Itu hanya cara manusia. Makanya punya banyak keterbatasan.
      Kalau ingin mengerti Allah secara logika dulu, mau sampai kapan kita mampu mengerti Allah? Kita manusia yang amat terbatas, sementara Allah adalah Allah yang tidak terbatas. Kita tidak akan pernah mampu memahami seluruh jalan pikir dan rencana Allah (silahkan membaca:http://128.199.241.187/faith/mengerti-dahulu-atau-percaya-dahulu/).

      Blog ini tidak menyuruh atau meminta orang-orang untuk mengikuti Tuhan Yesus (yang kami percayai). Terserah saja Anda melihatnya. Blog ini adalah kesaksian kam berdua mengenai Allah yang hidup, Allah yang baik di dalam kehidupan kami. Terima kasih.

    2. Freddy says:

      Benar Yesus Kristus adalah utusan ALLAH. Tapi benar juga Yesus yang Mahdi (=Kristus) adalah KALAM ALLAH. … yang mana alam semesta ini bahkan segala sesuatu diciptakan oleh ALLAH dengan/melalui KALAMNYA/FirmanNYA … Bukankah Al-Quran juga mengatakan demikian ? Kalau segala sesuatu dijadikan ALLAH melalui/dengan KALAMNYA/FirmanNYA …. Jadi KALAM / FIRMAN itu Pencipta atau ciptaan? Kami orang Kristen mempercayai bahwa KALAM / Firman itu adalah Pencipta, dan bukankah Sang Pencipta segala sesuatu adalah ALLAH. Dengan demikian Yesus Kristus atau Isa AS adalah bukan sekedar utusan / nabi ALLAH, tapi Dia sendiri adalah ALLAH. Bukankah ketika Isa AS masih remaja Al-Quran menceritakan bagaimana Dia membuat burung-burung dari tanah liat lalu membuat burung tersebut benar-benar hidup dengan hanya meniupnya..? Bukankah hanya ALLAH saja yang mampu memberi kehidupan pada sesuatu yang fana..?

  8. Ari Yoss says:

    Setiap cerita pasti ada beberapa versi.apakah anda mendengar sendiri?apakah saya memilih menjadi muslim?apakah anda memilih menerima yesus?atau kita cuman inherit(mewarisi) apa yang orang tua kita yakini.mari kita telaah lagi LEBIH JAUH.maksud dari lebih jauh adalah kita mempelajari hal ini sebagai pengaya pengetahuan yang kita miliki tidak hanya mencari pembenaran masing2.saya yakin 100% walaupun kita lanjutkan perdebatan ini sampai kapanpun tidak akan selesai karena masing2 berkeyakinan berbeda.masalah keyakinan kembali kepada pribadi masing2.jika kita masih memperdebatkan perbedaan,kita masih harus belajar banyak.I am a Moslem,yes we are different,but not that different.

    1. Daniel Sihombing says:

      Dear kawan Ari Yossi,
      terima kasih untuk komentarnya

      Kami tidak ingin berdebat atau mencoba meyakinkan penganut agama lain, bukan. Website ini hanyalah cerita mengenai kehidupan kami dan iman kami kepada Kristus. Kami memberikan beberapa fakta yang ada di Alkitab, dan mengajak para pembaca untuk merenungkannya. Kita berbeda, namun kita tetap sama-sama percaya akan adanya Allah

  9. Bee says:

    Kita sama sama menunggu,kami atau kamu
    Yang merugi.

    1. Daniel Sihombing says:

      Ya pak. Namun, umat kristiani menunggu dalam sebuah kepastian akan kehidupan kekal.
      Salam.

  10. exa says:

    Setiap apa yang Yesus firmankan (ucapkan) dan kerjakan selama Yesus masih ada di dunia termasuk perkataanNya yg menyebut, Eli, eli, … di atas kayu salib adalah penggenapan Firman Tuhan, yg sudah beribu-ribu tahun di tulis di Kitab Perjanjian Lama. Kata eli, eli yg diucapkan diatas kayu salib adalah penggenapan Firman Tuhan sesuai Mazmur 22:1-31. Penggenapan rencana Allah oleh Tuhan Yesus adalah mengerjakan pekerjaan Allah. Yesus adalah Anak Allah yg diutus BapaNYA ke dalam dunia untuk mengerjakan dan menggenapi janji Allah menebus dosa dan menyelamatkan manusia. Perkataan Eli, eli adalah perkataan Firman Tuhan, bukan perkataan biasa,bukan perkataan putus asa karena ditinggalkan. Perkataan Yesus adalah nubuatan kitab Mazmur yg digenapi. Kalau mau lebih jelas dan lengkap memahami penderitaan Yesus di atas kayu salib yg sudah dinubuatkan silahkan anda baca di Kitab Mazmur 22:1-31. Mazmur 22:1-31 adalah kitab yang meramalkan kesengsaran Yesus saat disalib, dan berdasarkan Firman Mazmur 22:1-31 tersebut Yesus sudah menggenapi sengsaranya. Jika manusia mempertanyakan kenapa Yesus harus berkata demikian di atas kayu salib. Jawabanya adalah karena Yesus harus menggenapi kitab taurat dan kitab para nabi, dan yang ada di kitab Mazmur pasal 22:1-31. Karena Yesus adalah kegenapan Hukum Taurat. Semua kitab Taurat dan kitab para nabi sudah digenapi oleh Yesus oleh kematiannya di atas kayu salib, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati, naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Jadi perkataan Yesus diatas kayu salib adalah penggenapan Firman Tuhan sesuai kitab Mazmur pasal 22:1-31.

  11. Noname says:

    Mengutip: tidak ada yang mustahil bagi Allah, ada dalam Injil dan Alquran. Eli Eli lama sabakhtani dia berkata kepada dirinya, mungkin saat itu (100% Tuhan sedang tidak sadarkan diri) sedangkan bagian yg 100% manusia sedang kesakitan, akhirnya dua-duanya tewas di tangan kaum Israel. Bukankah penancap kayu salip lebih superior dari 100% Tuhan saat itu, ? Logika jika
    100% Allah 100% manusia, sebagai penebus dosa, pemerkosa tidak akan berdosa setelah memperkosa, pembunuh tidak pendosa setelah membunuh, lalu dimana Tuhan sang 100%.

    1. Daniel Sihombing says:

      Karena di Tuhan yang 100% itulah dia mampu melakukan kehendak atau rencana Allah. Nyatanya kematian Yesus dan kebangkitan-Nya itulah yang membedakan Yesus dengan manusia lain yang pernah hidup dan lalu mati. Yesus mati dan bangkit. Ia menang dan jadi Tuhan dan Juruselamat manusia.

  12. Roqi Muqorrobin says:

    Yesus bersyukur kepada Tuhan.

    “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Baa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25).

    Yesus sendiri mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia juga mengucapkan syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi.

    Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!

    Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!

    Al Qur’an jelaskan bahwa pencipta langit dan bumi bukan Yesus (Isa as) melainkan Allah SWT.

    “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka.” (Qs 6 Al An’aam 1).

  13. ley says:

    tidak ada 1 orangpun dari keturunan Adam dan Hawa didunia ini yang benar. artinya Allah yang kudus tidak bisa ketemu dengan dosa secara langsung, jika ketemu anda tidak sanggup dan pasti hangus. Dengan demikian semua orang tidak ada jalan utk bisa selamat. Yesus harus jadi manusia untuk menyampaikan tentang Allah kepada manusia yang biadap. anda beritahu lebah yang sedang digigit untuk berhenti, kecuali anda menjadi lebah lalu anda beritahu kesakitanmu barulah dapat dimengerti keadaanmu yang sedang sakit. itulah yang dilakukan Yesus, pantas kata-kata_Nya di Golgota, dosa membuat manusia terbatas sehingga pantas ada perbedaan pendapat, mau lengkap ketika anda menjadi anak dan memakai tubuh kemuliaan, ada bersama_Nya, kembali kepada tujuan mula-mula Allah barulah akan dimengerti dengan lengkap, tq.

  14. Betran Andika Hutapea says:

    Perlu di ingat.
    Yesus adalah Guru orang beriman.
    Jadi setiap perbuatan yang Dia lakukan adalah ajaran yang benar yang berkenan bagi Bapa di sorga.
    Yesus berdoa :
    Eli, Eli, lama sabakhtani?
    Menurut saya ini artinya Tuhan Yesus menyuruh kita manusia untuk senantiasa meminta (Eli,) dan mencari (Eli,) serta mengetuk (lama sabakhtani?) kepada Tuhan disaat keadaan sekarat supaya pada saat nafas terakhir kita, pintu sorga sudah dibukakan untuk kita. Mari kita simak Firman Tuhan pada Matius 7 : 7-11 berikut :

    Hal pengabulan doa

    (7) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (9) Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, (10) atau memberi ular, jika ia meminta ikan? (11) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

    Sangat luar biasa mulia kasih Tuhan kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.