Browse By

Ulang Tahun yang Kedua

Hari ini tanggal 02 April 2012. April adalah bulan yang selalu mengingatkan saya akan sebuah momen yang tak terlupakan. Meskipun April identik dengan Paskah–di mana Yesus Kristus mati disalibkan untuk memberikan saya anugerah keselamatan yang tak ternilai harganya–April, memiliki makna lain di dalam hidup saya dan adik saya. Bulan April membawa perubahan yang sangat signifikan di dalam kehidupan kami berdua. Perubahan yang hingga kini betapa kami rasakan dan tidak hentinya kami bersyukur atas semuanya itu.

Hari ini tepat dua tahun lebih satu hari sejak tanggal 01 April 2010, hari di mana Tuhan Yesus mengajak saya untuk memulai membuat blog ini.  Hari ulang tahun yang kedua dari blog. Sudah sejak lama kami suka menuliskan pengalaman-pengalaman ataupun cerita-cerita pendek mengenai kehidupan kami. Sungguh menyenangkan ketika kami dapat membaca dan kembali merenungkan pengalaman-pengalaman kami di masa lampau, melihat kembali betapa besarnya kasih Allah di dalam kehidupan kami.

Sejarah hingga sampai Ulang Tahun yang Kedua Blog

Ulang tahun yang kedua

Ulang tahun yang kedua

Hari itu masih sore, sekitar jam 4, ketika saya melihat blog saya yang terdahulu. Ketika itu muncul di dalam pikiran saya, mengapa saya tidak membuat sebuah blog baru yang berisi tentang renungan Kristen. Hari itu hari sebelum Jumat Agung, dan saya memutuskan untuk membuat blog dengan judul renunganharian.blogspot.com. Tulisan (posting) pertama adalah ‘Bertahan Bak Bambu’, yang saya ambil dari renungan di warta Youth of Christ. Tulisan yang menjadi titik tumpuan pertama kami untuk memulai membagikan kasih Kristus dan kabar Kerajaan Allah bagi seluruh dunia.

Waktu terasa cepat berlalu. Ketika saya menuliskan renungan ini, saya sejenak teringat ketika saya duduk di depan komputer saat itu. Ketika Tuhan Yesus mulai menggerakkan hati saya untuk membuat sebuah blog, untuk membagikan kisah-kisah dan renungan Kristen. Saya juga berada di depan laptop untuk menuliskan renungan di blog detik ini, tepat dua tahun lebih sehari setelah pengalaman pribadi itu. Saya pribadi tidak dapat menuliskan artikel ini tepat pada peringatan dua tahun di hari kemarin, karena saya harus mempersiapkan beberapa hal yang cukup mendesak. Begitu pula dengan adik saya, yang juga harus mempersiapkan kepulangannya ke Jepang hari ini.

Sumber kisah-kisah ini beragam, mulai dari pengalaman pribadi, artikel buku atau majalah, hingga acara-acara besar Kristen. Label-label renungan juga berkembang amat pesat. Pada awal pembuatan blog ini, label dari post yang dibuat hanya berjumlah dua buah. Namun, seiring berjalannya waktu dan atas bimbingan Tuhan Yesus, jumlah label meningkat drastis hingga 34 buah di tahun kemarin. Dan pada perayaan ulang tahun yang kedua tahun ini, sudah ada 41 label. Jumlah renungan selama dua tahun ini sudah menyentuh angka 798, di mana di setiap bulannya, saya dan adik saya berkomitmen untuk membuat 33 renungan. Sungguh suatu penyertaan yang amat indah dari Tuhan Yesus.

Meskipun setahun pertama sudah berhasil kami lalui dengan amat baik dan indah–di mana kami dapat terus menulis setiap bulannya–selalu saja ada rasa kuatir di dalam diri saya. Kekuatiran akan apakah kami [adik saya dan saya] dapat terus menulis di tengah-tengah kesibukan kami? Kalau pada setahun yang pertama kemarin, pergumulan kami hanya berkisar pada kuliah dan tugas, pada setahun terakhir ini, pergumulan kami bertambah berat seiring kesibukan kami. Ada beragam pelayanan yang Tuhan anugerahkan kepada kami berdua yang secara tidak langsung mengurangi waktu kami untuk merenung dan menulis mengenai pengalaman hidup dan kebenaran Firman Allah.

Namun, ternyata semuanya dapat kami lalui. Kesibukan dan rasa lelah boleh ada hampir di setiap hari, namun kasih Allah begitu nyata di dalam kehidupan kami berdua. Dia terus memberikan ide-ide dan gagasan beserta pengalaman-pengalaman baru yang membuat kami dapat terus menulis di tengah-tengah berbagai keterbatasan. Tulisan-tulisan kami kini lebih beragam dengan masuknya banyak gagasan-gagasan mengenai manajemen waktu, teknologi, keluarga, dan juga pelayanan–yang muncul dari kesibukan dan pelayanan yang kini kami ambil. Dan jika kini, ketika saya berkesempatan menuliskan artikel ini sambil sejenak menengok ke belakang, saya amat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas semua kasih dan anugerah-Nya.

Jumlah pengunjung juga meningkat drastis setahun belakangan ini, hingga menyentuh angka 36674. Dan jika diambilkan perbandingan dengan setahun yang pertama, yaitu 5700, saya pribadi amat bersyukur, bahwa kini semakin banyak orang yang terberkati dan dapat merasakan kasih Tuhan melalui tulisan-tulisan kami.

Hari ini juga tepat hari keberangkatan adik saya kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah setelah menghabiskan masa liburan selama lebih dari tiga minggu di Indonesia. Tulisan ini juga saya persembahkan kepada Nugroho Christian yang dengan teguh dan tetap semangat terus menulis dan menularkan semangatnya kepada saya selama lebih dari dua tahun keberlangsungan blog ini.

Jadi, renungan ini adalah tulisan ke-798, saya menuliskan artikel ini sebagai ucapan syukur saya kepada Tuhan Yesus. Dialah yang membuat kami dapat terus menulis sejak dua tahun lalu hingga kini ulang tahun yang kedua blog.  Dan saya yakin tahun ini bahkan tahun-tahun yang akan datang, Tuhan Yesus akan terus memampukan kami berdua, menuliskan renungan untuk menceritakan kabar sukacita Allah bagi dunia ini.

Sumber Gambar : BlogSpot

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.