Browse By

Siapakah Yesus yang sebenarnya? Yesus dalam Alkitab atau Al-Quran?

Alkitab dan Al-Quran, dua kitab suci agama di dunia, yakni Kristen dan Islam. Keduanya kadang menceritakan hal yang mirip, namun tidak sedikit pula hal yang bertentangan. Kali ini, dalam bagian yang kedua “Alkitab dan Al-Quran: Sebuah Perbandingan“, saya ingin membahas mengenai Yesus di dalam Alkitab dan Al-Quran.

siapakah Yesus

siapakah Yesus

Siapakah Yesus yang sebenarnya?

Yesus dari Nazaret adalah pribadi paling berpengaruh yang pernah hidup. Dua puluh abad selepas kematian-Nya, daya tarik-Nya tetap abadi. Tayangan televisi “In Search of Jesus” menarik lebih 16 juta penonton di seluruh negara. Film  “The Passion of Christ” juga sukses. Lalu ada pula buku tulisan Dan Brown, “The DaVinci Code“, menjadi buku yang sangat laris sehingga melebihi 100 juta cetakan di dalam 40 bahasa. Ini membuktikan bahwa Yesus adalah pribadi yang penuh pesona dan daya tarik, bahkan hingga hari ini.

Namun, siapakah Yesus yang sebenarnya? Adakah Yesus, seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab, adalah  Allah? Atau adakah Dia hanyalah nabi biasa seperti yang telah diajarkan dalam Al-Quran? Siapakah Yesus yang sebenarnya?

Sebelum melihat pembahasannya, kita dapat mengetahui beberapa hal penting tentang Yesus. Saya akan memperkatakan hanya tiga fakta penting mengenai Yesus.

1. Konsep Yesus akan diri-Nya sendiri yang sangat radikal. Al-Quran mengajarkan bahwa Yesus tidak lebih dari sekadar nabi biasa yang memanggil orang untuk menyembah Tuhan yang esa. Namun, Alkitab menjelaskan sifat Ke-Allah-an Yesus. Yesus tidak hanya manusia biasa. Yesus adalah Allah. Lebih lanjut bisa dibaca di sini. (Apakah Yesus Pernah Berkata Dia Adalah Allah?“, “Makna Kata Anak Manusia dalam Injil)

2. Penyiksaan dan penyaliban Yesus. Menurut kitab-kitab Injil, Yesus disiksa atas perintah mahkamah agama Yahudi karena berkata bahwa diri-Nya adalah Allah dan karena mengaku “Raja Orang Yahudi”. Peristiwa penyaliban dan kematian Yesus ini kemudian diulang di dalam Kitab lain, misalnya Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Rasul Paulus. Tapi tidak hanya itu saja, tulisan-tulisan lain di luar Alkitab pun mencatat peristiwa kematian Yesus. Misalnya tulisan Josephus seorang sejarawan Yahudi dan Mara bar Serapion seorang penulis dari Syria. Tacitus sejarawan Romawi pun mencatat peristiwa penyaliban Yesus dibawah pemerintahan Pontius Pilatus. Kita bisa melihat bahwa pihak-pihak lain di luar Kekristenan pun mencatat peristiwa penyaliban Yesus.

Dan ini mungkin menjadi kesalahan paling besar dalam Al-Quran (yang katanya diturunkan oleh Allah). Sebab Al-Quran berkata bahwa Yesus tidak disiksa dan disalibkan.

3. Kebangkitan Yesus. Mengenai fakta-fakta kebangkitan Yesus bisa dilihat di sini (Bukti Kebangkitan Yesus“, “Fakta Kebangkitan Yesus).

Recommended for you

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2

49 thoughts on “Siapakah Yesus yang sebenarnya? Yesus dalam Alkitab atau Al-Quran?”

  1. Pengagum Rahasia says:

    Terima kasih untuk artikel ini, sangat bermanfaat menambah keyakinan kita akan kebenaran Alkitab akan Yesus Kristus Tuhan dan Juruslamat kita, Tuhan Yesus selalu memberkati pelayanan Bapak.

    1. Daniel Christian says:

      Ya sama-sama. Tetap berjuang memberitakan kebenaran! Tuhan Yesus memberkati juga.

      1. burgul says:

        penciptaan adam sama dengan penciptaan yesus ,bila tuhan berkehendak dia hanya mengatakan jadi maka jadilah ,jadi yesus adalah manusia biasa sama seperti adam

        1. Daniel Sihombing says:

          Salam Pak Burgul, Penciptaan Adam tidak sama dengan Yesus. Premis yang bapak ajukan sudah salah, tentu kesimpulan yang diambil juga salah. Yesus adalah Allah sendiri yang datang dalam wujud/ rupa manusia.

  2. franky says:

    Terimakasih atas artikelnya. Tuhan Yesus memberkati pelayanan saudara.

  3. sak rusakan says:

    Jika yesus adalah tuhan, mengapa ia tidak tahu kapan kiamat terjadi?
    Gospel mark 13:32 “Tetapi tentang hari atau saat itu (kiamat) tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”

    Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia dikendalikan oleh Bapa?
    Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

    Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia dikendalikan oleh Bapa?
    Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, (Yohanes 7:16-17)

    1. Daniel Christian says:

      Untuk Yohanes 5:30, Yohanes 7:16-1 yang mas kutip:
      Mas sepertinya menitikberatkan “dikendalikan oleh Bapa” ya? Yesus tidak mengatakan DIKENDALIKAN. Tidak sama sekali.

      Yang Yesus ucapkan adalah “Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”, “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku”.

      Bagaimana mungkin dua pribadi punya kesamaan kehendak dan kesamaan ajaran? Bagaimana mungkin Yesus yang mas katakan “manusia” bisa punya kehendak sama seperti Allah? Apakah mas tidak kepikiran kenapa Yesus berkata demikian?

      Muhammad bisa saja berkata ajarannya datang dari Allah, tapi apakah kehendaknya sama dengan kehendak Allah? Apakah apa yang diajarkannya betul2 bisa dia lakukan? Mas pasti tahu jawabannya. Muhammad gagal dalam melakukan kehendak Allah dan melakukan apa yang dia ucapkan. Dia gagal mas. Kenapa? Dia cuma nabi, cuma manusia biasa.

      Sekarang, bagaimana dengan Yesus? Yesus tidak seperti Muhammad, Yesus berhasil melakukan semua kehendak Bapa, bahkan hingga matinya di salib. Tidak ada cela, tidak ada yang gagal. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang manusia melakukan hal sesempurna itu? Bagaimana bisa “seorang manusia” bisa melakukan seluruh kehendak Allah?

      Kalau mas pakai logika, Yesus jelas lebih unggul daripada Muhammad. Yesus jelas lebih dari sekedar nabi. Jadi siapa itu Yesus?

      Yesus berhasil melakukan seluruh kehendak Allah. Menurut saya, satu2nya jawaban paling logikal adalah sebab Yesus adalah Allah. Itulah dasar iman saya. Mengapa saya berani menulis: YESUS ADALAH ALLAH.

      bagaimana dengan mas?

      1. Orang Bima says:

        Sudah pernah membaca Al-Quran kah ?

        1. Nugroho Sihombing says:

          Mengapa mas? Saya menulis artikel dengan sumber utama buku “Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity” karya Nabeel Quareshi (muncul di video Youtube). Sumber lainnya bisa dilihat di link yang saya lampirkan di atas.
          Jesus Christ In Bible & Quran
          Who Is The Real Jesus: The Jesus Of The Bible Or The Jesus Of The Qur’An?
          Jesus Unique In The Quran As Well As The Bible
          Islam or Christianity? Jesus or Muhammad? Christian Gospel or Muslim Qur’an?
          Jesus in the Quran and Bible

      2. tina says:

        tepat skli… anak allah semoga kita semua tetap percaya dengan keyakinan kita… selamanya..

      3. Sudah lah says:

        Jika yesus adalah utusan kenapa di aku sebagai tuhan. Lalu siapa yang mengutusnya ?

        Jika iya yesus adalah ALLAH kenapa ketika ia di salib tidak bisa melawan bangsa yahudi itu ?

        Lalu kenapa setiap kitab berbeda beda ? Kitab itu 1 jika iya itu dari yesus. Tapi itu di buat dari para muridnya maka bisa saja ada yang tidak benar.

        Lalu kenapa ada muridnya yang menghianati dirinya padahal ia bisa berkehendak seperti ALLAH ? Kenapa ga rubah saja pikirannya ?

        kenapa Yesus bisa wafat jika iya ALLAH ?
        Padahalkan ALLAH itu abadi?

        kenapa yesus bisa tahu muhammad gagal sebagai nabi bahkan ia pun belum di lahirkan sesudah yesus wafat ?

        Untuk apa ada alkitab perjanjian baru yang merupakan campuran tangan manusia ?

        Kenapa alkitab/injil itu ada dalam banyak bahasa bahkan setiap gereja itu berbeda isinya ?

        Saya tidak bemaksud menghina atau sebagainya. Tapi saya bertanya, “kenapa ? kok bisa gitu?”

        Lalu anda kenapa menghina kepercayaan orang lain tampa tahu isinya ? Bila memang anda sudah membaca kitab lain. Coba saja bandingkan meskipun itu pasti anda memilih yang anda anut sekarang. Saya berani berkomentar ini karena saya pernah mempelajari kitab Al-quran, alkitab, budha, hindu, kong huchu. Dan kok gitu dan saya melontakan beberapa pertanyaan kepada penganutnya ? Bahkan ada pemimpin agama di rumah ibadah ada yang berpindah agama kok bisa ?

        Sekian

        1. Daniel Sihombing says:

          Jika yesus adalah utusan kenapa di aku sebagai tuhan. Lalu siapa yang mengutusnya ? Allah sendiri.

          Jika iya yesus adalah ALLAH kenapa ketika ia di salib tidak bisa melawan bangsa yahudi itu ? Salib dipakai Allah untuk menebus dosa dunia. Yesus harus mengorbankan diri-Nya di kayu salib, mati untuk menggantikan kita. Manusia yang harusnya dihukum, kini bebas dari hukuman akibat dosa.

          Lalu kenapa setiap kitab berbeda beda ? Kitab itu 1 jika iya itu dari yesus. Tapi itu di buat dari para muridnya maka bisa saja ada yang tidak benar. Alkitab bukan berbeda. Ia kelihatan berbeda karena ditulis oleh orang-orang yang diberikan “ilham” dari Allah sendiri. Tulisan-tulisan dari berbagai “saksi hidup” itulah yang disatukan dan menjadi alkitab sekarang. Jika Alkitab tidak benar harusnya sudah dari jaman dahulu ditinggalkan. Namun karena Alkitab itu sendiri adalah kebenaran dan perkataan Allah sendiri, maka firman itu selalu “update” dengan kehidupan kita sekarang.

          Lalu kenapa ada muridnya yang menghianati dirinya padahal ia bisa berkehendak seperti ALLAH ? Kenapa ga rubah saja pikirannya ? Allah menciptakan manusia diciptakan bukan seperti robot. Robot tidak memiliki kehendak bebas. Sementara manusia memiliki kehendak bebas. Artinya, manusia bebas memilih, bahkan memilih untuk tidak menaati atau mempercayai Tuhan penciptanya sendiri. Apa teman-teman mau diciptakan seperti robot? Tidak kan? Kalau mau, harusnya semua manusia percaya kepada Tuhan loh sekarang.

          kenapa Yesus bisa wafat jika iya ALLAH ? Padahalkan AllAH itu abadi? Yang mati adalah wujud Yesus dalam rupa inkarnasinya sebagai manusia. Kalaupun teman-teman menganggap Ia mati, namun hidup Yesus tidak berakhir seperti Muhammad atau Buddha. Mereka hidup sekian lama kemudian mati. Kisah hidupnya berakhir. Namun Yesus berbeda. Ia bangkit dan hidup kembali. Inilah yang menjadi dasar iman kristiani. Bahwa Yesus adalah Allah sendiri, yang lahir dalam rupa manusia, menderita dan mati untuk menebus dosa manusia, kemudian bangkit dan memberikan jaminan kepada orang yang percaya kepada-Nya akan kehidupan setelah kematian. Bahwa ada jaminan hidup kekal bagi yang percaya kepada-Nya.

          kenapa yesus bisa tahu muhammad gagal sebagai nabi bahkan ia pun belum di lahirkan sesudah yesus wafat ? Tidak ada

          Untuk apa ada alkitab perjanjian baru yang merupakan campuran tangan manusia ? Allah bekerja sama dengan manusia. Bukankah itu indah? Allah memberikan “ilham” dan “pengalaman rohani” kemudian manusia menuliskan itu kembali sebagai sebuah kisah dan kesaksian yang hidup? Yang dekat dengan kehidupan kita? Bukankah kita lebih menikmati dan percaya cerita orang yang mengalami “kebaikan” Allah sendiri daripada orang yang hanya “teriak-teriak” dan berkata bahwa Allah itu baik?

          Kenapa alkitab/injil itu ada dalam banyak bahasa bahkan setiap gereja itu berbeda isinya ? Sudah dijelaskan sebelumnya. Bahasa adalah salah satu cara untuk bisa membagikan kisah mengenai Allah dan kebenaran-Nya. Ini memudahkan kita untuk mengerti dan mengetahui perintah Allah, termasuk kisah kehidupan orang-orang yang mengikuti Tuhan. Jika seperti Alquran atau kitab suci agama lainnya, apakah yakin semua penganutnya dapat membaca dan mengerti apa isinya? Bagaimana mereka dapat mengenal Allah jika tidak pernah membaca kitab sucinya sendiri? Atau apakah ada dasar yang lebih kuat untuk mengenal Allah selain daripada Firman-Nya? Atau cukup dengan mendengarkan ceramah saja ya?

          Saya tidak bemaksud menghina atau sebagainya. Tapi saya bertanya, “kenapa ? kok bisa gitu?”

          Lalu anda kenapa menghina kepercayaan orang lain tampa tahu isinya ? Bila memang anda sudah membaca kitab lain. Coba saja bandingkan meskipun itu pasti anda memilih yang anda anut sekarang. Saya berani berkomentar ini karena saya pernah mempelajari kitab Al-quran, alkitab, budha, hindu, kong huchu. Dan kok gitu dan saya melontakan beberapa pertanyaan kepada penganutnya ? Bahkan ada pemimpin agama di rumah ibadah ada yang berpindah agama kok bisa ? Lihat kembali kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia. Manusia bebas memilih, bahkan untuk tidak menghormati dan taat kepada Allah sendiri. Inilah mengapa kita dikatakan ciptaan luhur, karena kita memiliki akal budi dan kehendak bebas. Silahkan memilih: percaya kepada Yesus dan memperoleh hidup kekal, atau mengabaikannya. Ingat, kami tidak pernah mengajak para pembaca berpindah agama atau kepercayaan. Kami hanya memberikan sudut pandang baru dari sisi iman kristiani. Silahkan renungkan, jika ada yang bingung atau ingin didiskusikan, silahkan hubungi kami.

    2. alex says:

      Karna Bapa dan Aku adalah satu

  4. Daniel Christian says:

    * Markus 13:32
    Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.

    Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.

    Apakah maksudnya? Sekedar ilustrasi, saat SBY menjadi Presiden RI.

    Ketua Umum Partai Demokrat, Pak SBY, tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI dapat. Nah, apakah SBY tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?

    SBY sebagai ketua Demokrat tidak berwenang memecat Meteri Luar Negeri.
    Tetapi SBY adalah Presiden, yang bisa memecat Menteri Luar Negeri
    Bolehkah saya bilang: SBY tidak bisa memecat Menteri Luar Negeri? Tidak bisa.

    Sekarang kita lihat tentang Yesus:
    Yesus sebagai manusia, ‘Anak’, tidak berwenang mengetahui hari Kiamat.
    tetapi Yesus adalah Allah, yang Maha Tahu.
    Bolehkah saya bilang: Yesus sebagai Allah tidak tahu hari kiamat? Tidak bisa

    Sekali lagi perhatikan ini mas. Yesus tidak mengucapkannya dengan “Aku tidak tahu” tetapi mengucapkannya dengan “Anak tidak tahu”.

  5. MINCISA says:

    YESUS ADALAH TUHAN DAN YESUS ADALAH ALAH DALAM KE ESAAN : ALLAH BAPA, ALLAH ANAK DAN ROH KUDUS,AMIN

  6. Egidius says:

    semua yang telah dikatakan sangat bermanfaat bagi orang yang beriman dan mencari kebenaran iman itu sendiri. adalah benar adanya siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar dan siapa yang mempunyai mata hendaklah ia melihat….Terima kasih IMMANUEL….

  7. Serafim says:

    Maaf, saya tahu komentar saya sudah terlambat, tapi saya harap ini bisa berguna bagi pembaca2 baru seperti saya.
    Mengenai ke-Ilahi-an Yesus, terutama seperti yg ditanyakan oleh Sak-Rusakan di atas, “kalau Yesus itu satu dengan Bapa dan tentunya mengukuhkan bahwa Ia adalah Tuhan, kenapa tidak tahu kapan kiamat terjadi ?”

    Sesuai dgn yg dikatakan Mas Daniel, kl Yesus membeberkan waktu kiamat, habislah Ia dalam kesatuan dgn Allah, cacatlah Yesus karena sudah hanyut dalam nafsu manusia. Allah Bapa sendiri tak pernah memberitahukan waktu terjadinya kiamat, baik kepada malaikat2Nya sekalipun. Itulah yg menyebabkan Yesus berkata,” Bahkan malaikat pun tidak tahu.” Dan ketika Yesus mengatakan,”…. Anak Manusia pun tidak tahu.” Hal ini menunjukkan ke-manusia-an Yesus yg tentunya tidak akan penah tahu waktu terjadinya kiamat. Tapi sebagai Tuhan, tentu saja Ia tahu. Namun mengapa Yesus tidak memberi tahu ? Di sinilah letak ke-Ilahi-an dan sisi manusia Yesus yg tiada cacat cela. Sebagai Tuhan, Yesus menjadikan kiamat itu hal yg hanya ada pada tanganNya dan tentu Yesus ingin manusia taat dan bertobat karena kesadaran dan menerima kasih Allah, bukan karena ancaman kiamat. Dan sisi tak bercela Yesus sebagai manusia adalah menyadari “posisi”Nya dgn berserah dan taat pada kehendak Allah.

    Terima kasih, maaf terlalu panjang :p

    1. Daniel Christian says:

      Terimakasih Mbak Serafim atas komentarnya. Tetap lanjutkan memberitakan kebenaran kepada yang lain
      Tuhan memberkati.

      1. Rizqy Cahyo says:

        Benarkah bahwa tuhan itu tidak dilahirkan dan tidak melahirkan

        1. joe bule emir says:

          Benar pakde Tuhan tak melahirkan / dilahirkan.. tp quran sdri menulis bbw Isa dilahirkan Dr Ruh Allah ! Melalui maryam sehingga disebut Isa ibnu maryam & Bukan Isa bin Yusup! Kenape? Ya krn Beliau bkn anak jasmany Dr Yusup melainkan “anak” Ruh Allah ! Faham ? Contoh ; anak konci apakah dilahirken dr bapa konci + ibu konci gt ? Anak emas ape bokape emas jg ? Anak bawang ape nyokape bawang om ?

          1. denny says:

            Kenapa tidak kalian sembah saja Nabi Adam..beliau malah tidak mempunyai Bapa dan Ibu ..lebih hebat dari Yesus..dan Matinya juga tidak disiksa ditiang Salib..itu menandakan Nabi Adam lebih hebat dari Yesus. apalagi sebelum Yesus Lahir..Nabi Adam telah ada terlebih dahulu…

  8. yuas dedek says:

    yang pada comment tentang tuhan,,sebenarnya udah pada ngejalani segala perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA apa belum,?
    itu aja dulu yang perlu,..
    sisi agama dan Tuhan bukan untuk di perdebatkan,,tapi untuk di jadikan aturan.
    lakum di nukum waliadin.

    Peace,…

    1. Nugroho2014 says:

      Mas Yuas, menurut saya hidup tidak hanya untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan…
      Hidup itu adalah belajar terus untuk mengenal Allah
      Siapakah Allah itu? Bagaimana sifat-Nya? Bagaimana pribadinya…

      Tidak untuk berdebat. Hanya untuk berbagi pengalaman iman saja mas…

      1. Keling Keling says:

        Pastur penyesat umat manusia

  9. Leonardus says:

    Salut buat keberanian Mas Nugroho. Kematian Yesus sendiri adalah paradoks dari keallahan-Nya. Yesus dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan menghujat Allah. Para penuduh-Nya memahami betul makna di balik klaim-klaim-Nya. Jujur, saya kurang ngerti pernyataan: Yesus mati demi menebus dosa umat manusia. Semua Injil secara gamblang menunjukkan bahwa Yesus mati karena klaim-klaim-Nya tentang diri-Nya sendiri yang tidal cocok dengan kategori (manusia) monoteis Yahudi tentang Allah.

    1. Nugroho2014 says:

      Yesus berkali-kali menyatakan tujuan-Nya datang ke dunia: untuk memberikan nyawa menjadi tebusan banyak orang seperti yang tertulis dalam Matius 20:28, Markus 10:45 atau ayat lainnya.

      Mari kita berpikir secara logis. Allah adalah adil, oleh sebab itu Allah mesti menghukum yang bersalah. Allah tidak bisa hanya melupakan dan mengampuni kesalahan, sebab itu menunjukkan Allah yang tidak adil. Namun di sisi lain, Allah itu kasih, Allah mengasihi semua manusia. Untuk itulah, Allah dalam rupa manusia yakni Yesus menanggung hukuman akibat dosa itu. Hukuman dosa itu telah ditebus dan lunas dibayar lewat kematian Yesus di salib. Tidak ada jalan lain, sebab yang dapat menanggung hukuman dosa dan murka Allah hanyalah Allah sendiri. Disinilah kita memahami bahwa Yesus mati memiliki tujuan: menanggung hukuman dosa dan menebus manusia.

      1. denny says:

        Dosa itu ditanggung oleh setiap Individu masing2, bukan melalui penebusan dosa….logikanya seperti ini..saya berbuat salah masa Anda yang dihukum??itu malah tidak adil saudara…masa Tuhan mengajarkan bodoh kepada hambanya…apalagi Tuhan berwujud manusia..itu sangat melecehkan Tuhan sendiri yang maha kuasa.

        1. Daniel Sihombing says:

          Dear Mas Denny, pernyataan mas denny, bahwa “Dosa itu ditanggung oleh setiap Individu masing2, bukan melalui penebusan dosa” berarti Mas Denny menanggung dosa mas Denny sendiri dong? Boleh tahu bagaimana caranya mas? Saya rasa kita tidak dapat menanggung dosa dengan berbuat amal, sembahyang, atau melakukan hal-hal baik. Itu sama sekali tidak menebus dosa mas.

          Tuhan Yesus memberikan gambaran mengenai kasih dan keadilan. Manusia berdosa dan tidak layak di hadapan Allah. Karena berdosa, manusia harus dihukum dan menanggung dosa nya sendiri. Namun, Allah begitu mengasihi manusia. Manusia memang telah berdosa, namun, Yesus datang dan menggantikan kita (manusia) yang harusnya dihukum melalui penebusan di kayu salib.

          Tuhan tidak melecehkan dirinya sendiri mas. Ia mengajarkan makna “pengorbanan” dan memberikan “gambaran yang amat menyakitkan” mengenai dosa manusia. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Allah yang menyelamatkan manusia.

          1. Keling Keling says:

            Sippp bagus banget

          2. fataha says:

            Memang tidak menghapus dosa, tapi membuat pahala lebih banyak daripada dosa yang kita perbuat. Jadi kita tetap menanggung dosa kita sendiri, bukan karena pengorbanan

          3. Daniel Sihombing says:

            Bagaimana cara Fataha menanggung dosa? Apa bisa perbuatan baik kepada sesama menggantikan dosa kepada Tuhan? Apa sembahyang “sebanding” dengan dosa-dosa yang dilakukan? kalaupun dikali 7 atau dikali 1 juta pun pahalanya, siapa yang dapat memastikan pahala bisa lebih banyak dari dosa?
            Beruntunglah, bagi kami yang percaya kepada Kristus, kepastian itu sudah kami peroleh melalui pengorbanan Yesus.

            Salam.

  10. zemeckies says:

    Salam kenal mas nugroho… Setau saya didalam Alquran tidak ada kata yesus, cuma dikatakan isa al masih atau isa as. Kenapa anda bisa mengatakan isa al masih itu yesus yg ada dalam alquran?

  11. alex says:

    Coba gali lg cari kebenaran itu spt mencari harta karun …..

  12. Muhammad Rizky says:

    Wah Alquran menyontek? Alquran ditulis dan dibukukan di jaman nabi Muhammad yang jaraknya jauh dari kematian Isa itu sendiri 🙁 please jangan menyinggung-nyinggung Alquran salah ya…Alquran itu ada untuk menyempurnakan dan memperbaiki kesalahan yang ada di kitab-kitab sebelumnya 🙂

  13. dyaninainu says:

    Lakum dinukun waliadin…
    Bagimu agamamu bagiku agamaku…

  14. Gilby says:

    Bagiku Yesus adalah Tuhan.karena ia datang pada hari kiamat untuk menyelamatkan manusia.kalo dia bukan Tuhan gimana dia bisa datang?klo ada yg bilang adam jg Ԍªƙ punya ortu.tapi apa adam bisa nyembuhin orang?apa bisa menghidupkan orang?semua itu yang bisa hanya Tuhan.sedangkan Yesus bisa.berarti dia itu Tuhan.Thanks & I love Jesus,You is my savior,,,,

    1. Daniel Sihombing says:

      Terima kasih untuk komentarnya Gilby. Yesus adalah Tuhan yang sudah menbus dan membebaskan kita dari hukuman atas dosa-dosa kita. Ia juga sudah memberikan jaminan hidup yang kekal bagi yang percaya kepadanya. Tetap setia di dalam Tuhan Yesus.

      Salam

      1. JULIAN MESANG says:

        Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
        dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
        Filipi 2:10-11

        1. Daniel Sihombing says:

          Amin, terima kasih untuk responnya. Semakin setia mengikut Yesus

  15. Aliansi akbar says:

    Oke mas JULIAN,,, akan datang saatnya semua manusia didunia ini akan mengaku dan bertekuk lutut menyembahYesus sang juruselamat,,, hari ini mereka blum tau tetepi ada saatnya mata mereka akan dibukakan oleh roh kudus,, amiiiiin

  16. Hardi says:

    Sdr Daniel, mayoritas Islam percaya nabi Isa akan turun ke bumi menjelang kiamat, namun ada kelompok Islam yang tidak percaya. Masalahnya kaum yahudi percaya apa tidak? Bila tidak, beliau bisa dibantai lagi oleh kaum Yahudi saat turun di akhir jaman.

    1. Daniel Sihombing says:

      Tidak perlu membahas mengenai kaum Yahudi. Apalagi soal bantai-membantai. Sudah mau kiamat, malah asyik bantai-membantai, lucu sekali ya?

  17. Napitupulu says:

    Saya Pengikut Kristus..
    Bagi saudara seiman kiranya tidak baik memperdebatkan Yesus dengan saudara-saudara kita yang tidak seiman, karena bukan kesimpulan rohani yang kalian dapat melainkan pertengkaran yang tidak berkesudahan bahkan cenderung menyulut emosi yang akibatnya saling mencela walaupun itu dikemas dalam bahasa yang halus.

    Demikian juga dengan saudara-saudaraku yang tidak seiman, apa gunanya kita memperdebatkan sesuatu yg bertentangan dalam hal keyakinan?

    Hendaknya semua Saudaraku disini janganlah mengkaji keimanan dengan logika karena apapun itu yang menyangkut keIlahian atau keTuhanan sangat jauh dari perkiraan akal manusia.
    Salam damai.

  18. ikul says:

    Alloh swt tuhanku nabi muhammad saw nabiku alquran kitabku, yesus roh kudus dllny bukan siapa2 dia hanya manusia biasa yg dciptakan oleh tuhanku alloh swt zat maha segala2nya amiin y robbal alamin segala puji bagi alloh semesta alam.

  19. Ishaline says:

    Saya seorang muslim. Saya banyak membaca injil dan quran, saya mengimani injil dan quran sebagai penggenapan injil yg didalamnya banyak pernyataan2 atas jawaban dr pertanyaan yg muncul dr injil, saya mempercayai 2 kitab itu merupakan kitab dr allah yg diturunkan kepada nabi2 utusannya. Saya juga mengimani yesus as, seorang muslim tidak benar2 mnjadi seorang muslim apabila tidak percaya pasa yesus as, but we dont worship him. Kalau memang yesus mati untuk menebus dosa manusia, referensi ayatnya dalam injil yang mana ya ? Dan apabila diumpamakan, ketika didunia anda memiliki istri , istri anda diperkosa oleh X , di kehidupan selanjutnya kelak anda dan X hidup dalam derajat yg sama , dalam damai kekal yang sama, apakah adil ? Karna dosa X sudah ditebus oleh yesus. Lalu untuk apa kita melakukan kebaikan didunia kalo toh ternyata dosa2 kita sudah ditebus oleh yesus, tidak masalah kita mau berbuat kerusakan apa aja, dosa atau maksiat apa aja. Karna setau saya diinjil dalam sbuah ayat menyebutkan, dosa anak tidak bisa ditanggung oleh ayah atau sebaliknya dosa ayah tidak bisa dipikul oleh anak. Dosa adalah tanggungan kita masing2, pertanggungjawaban kita masing2 kepada Allah yang menciptakan kita.

    1. Daniel Sihombing says:

      Benar dosa adalah tanggungan masing-masing. Jangan pikir kalau orangtua rajin berbuat baik anaknya pun sudah pasti masuk sorga. Perbedaan mendasar yang membedakan Kristiani dan agama lainnya adalah perihal perbuatan baik atau kebaikan di dunia. Umat Kristen (yang mempercayai Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat) sudah diselamatkan dan memperoleh jaminan kehidupan kekal di surga. Jadi motivasi berbuat baik adalah rasa syukur atas kebaikan Yesus yang sudah memberikan keselamatan itu. Sementara agama lainnya berupaya berbuat baik/ amal untuk memperoleh surga (supaya lebih banyak perbuatan baik ketimbang dosa).
      Tentang pernyataan kamu, “apa kita melakukan kebaikan didunia kalo toh ternyata dosa2 kita sudah ditebus oleh yesus, tidak masalah kita mau berbuat kerusakan apa aja, dosa atau maksiat apa aja” itu aneh. Kalau kamu percaya Yesus, berarti kamu percaya dan melakukan semua ajarannya. Dan ajarannya tidak ada yang membenarkan perbuatan atau kerusakan. Kan aneh? Percaya tapi tidak melakukan ajarannya. Jangan-jangan cuma asal percaya atau ikut-ikutan saja.

  20. islam says:

    assalamualaikum.. dr zakir naik sudah menjelaskan semuanye.. malah sudah banyak berdebat dgn orang teratas tentang agama kristian.. tidak ada seorang pun yang boleh menyatakan bahawa jesus itu adalah allah.. itu sahaja sekian

    1. Daniel Sihombing says:

      Mengapa tidak bisa pak? Ini kan bicara iman dan kepercayaan, silahkan bapak ikuti saja yang bapak percaya. Kami pun tidak pernah mengajak bapak untuk percaya apapun. Salam.

  21. henry says:

    akulah jalan kebenaran dan hidup. itulah Yesus katakan dan aku percaya. amin. terpyjilah nama Tuhan Yesus Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.