Browse By

Maksud Kerajaan Allah Menurut Paulus

Masih seputar Kerajaan Allah, saya jadi teringat tentang apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus mengenai kerajaan Allah. Dalam Roma 14:16-19 dinyatakan bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus“. Dari sini kita bisa melihat salah satu ciri-ciri Kerajaan Allah dinyatakan, yakni ketika ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus.

Maksud Kerajaan Allah Menurut Paulus

Apa maksud Kerajaan Allah menurut Paulus? Paulus menggunakan kata Kerajaan Allah hanya satu kali dalam kitab Roma, yakni hanya dalam Roma pasal 14 ini. Berikut kita dapat melihat 4 maksud kerajaan Allah menurut Paulus.

Maksud kerajaan Allah

Maksud kerajaan Allah

Maksud kerajaan Allah 1: Kerajaan Allah adalah menyangkut kekuasaan dan pemerintahan Allah dalam diri manusia. Baik orang Yahudi bahkan kita sendiri cenderung menyangkut-pautkan kerajaan dengan suatu tempat. Paulus menyatakan dengan tegas, bahwa kerajaan Allah tidak dibatasi oleh tempat, namun adalah saat dimana Roh Kudus bekerja dan membawa kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Apakah kita sudah merasakan maksud kerajaan Allah ini?

Maksud kerajaan Allah 2: Kerajaan Allah tidak boleh dipergunakan sembarangan. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma dengan lugas menyatakan Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman. Ini menyatakan kepada kita kerajaan Allah bukanlah tidak menyangkut hal-hal duniawi, namun menyangkut tentang karya Allah lewat Roh Kudus. Ketika kita menyebut karya Allah, sebenarnya itu menunjuk kepada karya Allah akan penyelamatan manusia. Jadi, maksud kerajaan Allah adalah kekuasaan Allah dalam karya penyelamatan yang adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Maksud kerajaan Allah 3: Kerajaan Allah dinyatakan lewat kematian Yesus (Roma 14:15). Kerajaan Allah telah dinyatakan kepada manusia lewat karya Yesus Kristus dan akan digenapi sempurna lewat kedatangan Yesus yang kedua kalinya kelak.

Maksud kerajaan Allah 4: Kerajaan Allah harus diusahakan dalam kehidupan kita masing-masing. Paulus menyatakan nasihat tegasnya kepada jemaat di Roma untuk tidak menjadi batu sandungan, memisah-misahkan dan menghakimi jemaat lewat makanan, minuman, dan kebiasaan-kebiasaan. Ketika kita sudah menerima dan percaya Injil Kerajaan Allah, tidak lantas kita jadi sombong merasa sudah layak di sorga. Injil kerajaan Allah itu mesti kita praktekkan dalam kehidupan berjemaat sehari-hari untuk mendatangkan damai sejahtera dan saling membangun satu dengan yang lainnya.

Dengan kerajaan Allah dinyatakan kepada kita, sudah semestinya Allah saja yang berkuasa atas kehidupan kita dan kehidupan persekutuan. Bukan diri kita lagi! Allah akan memerintah dalam diri kita menggantikan semua ego pribadi. Dan ketika kita mengijinkan Allah yang berkuasa, saya yakin kebenaran, damai sejahtera dan sukacita akan melimpah ruah dalam kehidupan kita semua.

Sumber gambar : http://normfields.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.