Browse By

Kerajaan Allah – Tema Utama Alkitab

Kerajaan Allah ialah tema utama di dalam Alkitab. Ketika kita mendengar kata “kerajaan Allah” apa yang terpikir dalam benak kita? Apakah seperti kerajaan-kerajaan seperti kerajaan Majapahit, Tarumanegara, di mana ada yang memimpin dan berkuasa? Kerajaan di mana ada istana megah dan tembok-tembok raksasa? Sepertinya itu kurang tepat dipakai untuk menjelaskannya. Jadi, seperti apa sih maksud Kerajaan Allah yang dimaksud oleh Alkitab? Kita akan membahasnya bersama.

Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama

Kerajaan Allah telah datang

Kerajaan Allah telah datang

Kita melihat dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan kerajaan-Nya lewat kerajaan Israel. Allah menggunakan wewenang dan kuasanya dengan memilih suatu umat dan memberikan sebagian kuasa kepada Imam, Nabi, atau raja yang memimpin kerajaan Israel. Lewat kekuatan Allah yang besar, Kerajaan Israel tumbuh menjadi kerajaan yang kuat dan ditakuti oleh semua bangsa-bangsa. Tujuan Allah sebenarnya ialah menunjukkan kepada bangsa-bangsa lain seperti apa Allah itu, seperti apa Kerajaan Allah lewat bangsa Israel. Dengan melihat kemenangan dan mujizat-mujizat ajaib yang dialami Bangsa Israel, Allah ingin menunjukkan kemahakuasaan-Nya dan kehebatan-Nya, perbedaan-Nya dengan ilah-ilah yang disembah oleh bangsa asing. Namun, apa daya, Kerajaan Israel justru jadi sombong dan melupakan Allah. Bagai kacang lupa kulitnya, mereka lupa siapa yang telah memilih dan memimpin mereka keluar dari perbudakan Mesir. Mereka lupa akan segala keajaiban yang Allah kerjakan. Bangsa Israel malah menyembah ilah bangsa asing dan mengikuti kebiasaan bangsa di sekitar mereka.

Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru

Namun Allah tidak tinggal diam begitu saja. Kita bisa melihat inisiatif Allah menegakkan kembali Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru. Lewat kedatangan-Nya ke dunia, Yesus menjelaskan kembali tentang Kerajaan Allah. Yesus memberikan penjelasan akan kerajaan Allah yang sesungguhnya. Kerajaan yang tidak terkungkung dalam istana dan daerah kekuasaan, namun kerajaan yang kekuasaan-Nya meliputi seluruh bumi. Kerajaan yang dipimpin langsung oleh Allah sendiri. Kita bisa melihat berkali-kali Yesus menjelaskan perihal Kerajaan Allah ini kepada orang-orang Yahudi dan murid-murid-Nya. Misalnya saja, Yesus berkeliling di seluruh Galilea, mengajar dalam rumah ibadat dan menjelaskan Injil Kerajaan Allah (Matius 4:23, Lukas 1:8). Atau ketika Yesus menyerukan pertobatan dan percaya kepada Injil karena kerajaan Allah sudah dekat (Markus 1:15) dan masih banyak perumpamaan-perumpamaan lain yang dipakai Yesus guna menjelaskan kerajaan Allah. Bahkan sampai pada saat Ia akan naik ke sorga, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya tentang kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 1:3).

Recommended for you

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.