Browse By

Statistika Mampu Mengubah Dunia

Dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 ini, kita dikagetkan oleh hasil penelitian beberapa lembaga survei mengenai presiden terpilih versi hitung cepat atau quick count. Ada lembaga yang memenangkan kelompok satu, ada pula yang menyatakan lawan politiknya unggul. Masyarakat Indonesia dibuat bingung dan panik mana yang benar. Ada juga yang mengatakan hasil survei tidak valid atau tidak representatif. Semua ini menunjukkan pengetahuan masyarakat masih sangat minim terhadap survei juga ilmu statistika.

Artikel ini dibuat untuk supaya kita lebih memahami makna statistika dan kontribusinya dalam kehidupan.

Statistika yang Tidak Dikenal

Data statistika

Data statistika

Survei adalah teknik penelitian yang sering kita jumpai sehari-hari. Makanya banyak yang jadi berpikir, survei adalah penelitian itu sendiri. Padahal kenyataannya tidak. Survei tidak lebih dari metodologi penelitian, yakni pengumpulan data. Lantas untuk apa survei dilakukan? Data yang dikumpulkan melalui survei akan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan. Keseluruhan proses pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan inilah yang tergabung dalam Ilmu Statistika. Inilah perbedaan survei dan statistika.

Bicara mengenai statistika, saya ingat dengan perkataan dosen matematika teknik saya. “Kalau kamu menguasai statistika, kamu bakalan dapat gaji besar,” kata dosen itu ketika memulai pelajaran Toukeigaku (Statistika dalam bahasa Jepang). Nyatanya benar, ahli statistik kini menguasai sentra-sentra penting di pemerintahan, perbankan, bursa efek, dan perusahaan multinasional. Mereka menggunakan kecerdasan statistika untuk memprediksi masa depan sekaligus menggerakkan perekonomian.

Pernah saya menonton ulasan menarik tentang para investor rumahan yang pekerjaannya hanya membeli dan menjual saham. Mereka tidak pergi ke kantor, hanya duduk manis di rumah. Hanya menonton televisi dan bermain laptop saja. Tapi bukan berarti mereka santai-santai. Mereka terus memantau perkembangan nilai saham, nilai tukar mata uang, dan berita kebijakan ekonomi lewat internet, televisi, dan koran. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan analisis dari Twitter dan mesin pencari google, tentang apa yang sedang “hot” di hari itu. Tidak jarang ada yang bisa mengeruk keuntungan 400 juta sehari, hanya mengandalkan survei publik, analisis internet, atau intuisi. Inilah contoh orang-orang yang mampu mengolah data yang tersedia dan menghubungkannya dengan statistika.

Statistika tidak melulu jauh seperti contoh para investor di atas. Statistik juga sudah ada dalam sendi-sendi kehidupan kita. Sebagai contoh di bidang pendidikan. Dinas pendidikan yang mencatat nilai ujian akhir siswa, lalu juga statistik siswa berdasarkan nilai ujian dan asal sekolah. Di stasiun-stasiun, ada pula orang yang bertugas mencatat waktu keterlambatan kereta berdasarkan asal dan waktu tempuh. Kartu-kartu yang kita gunakan saat naik kereta pun menjadi dipakai sebagai sarana survei stasiun mana yang paling banyak penumpangnya. Ketika pergi ke restoran, setiap kuitansi terekam datanya, makanan dan minuman apa yang paling sering dibeli, diurutkan berdasarkan hari dan waktunya. Ketika berbelanja pun begitu, barang yang kita beli semua datanya terekam dalam komputer kasir. Bahkan kalau kita menggunakan kartu kredit atau kartu anggota, data terekam makin lengkap. Riwayat pembelian, merek barang yang dibeli, waktu pembelian, semua bisa dibandingkan dengan usia dan pendapatan pembeli. Data inilah yang dipakai untuk persediaan barang, display, dan penentuan merk barang yang laris.

Penerapan Statistika di Jepang

Statistika Mampu Mengubah Dunia

Statistika Mampu Mengubah Dunia

Di Jepang, teknologi survei sudah sangat canggih. Ketika menggunakan uang elektronik (kartu SUICA dll) di mesin penjual otomatis, mesin akan mencatat riwayat pembelian. Ketika kembali hendak membeli, mesin akan menampilkan minuman yang sering dibeli. Buat yang super sibuk, ini sangat membantu tentunya. Ada juga survei yang datanya diambil dari Car Navigation, alat pemandu perjalanan yang ada di tiap mobil di Jepang. Kecepatan rata-rata mobil, riwayat pengereman mendadak, waktu tempuh perjalanan, semua data itu dikirim langsung ke pusat data lewat internet. Data survei inilah yang kemudian diolah untuk mengetahui keadaan sekitar jalan, adakah macet, kecelakaan, atau kerusakan jalan. Transportasi kereta api pun memanfaatkan data survei. Getaran yang tersalurkan ke kereta saat melintas diolah datanya, dan dipergunakan untuk menentukan bagian rel mana yang perlu perbaikan.

Demikianlah artikel pendahuluan mengenai ilmu statistika. Kita telah melihat beberapa contoh penerapan ilmu statistika untuk kepentingan bersama. Dan jika dipergunakan dengan tepat sasaran, tidak mustahil statistika mampu mengubah dunia. Jadi sangat disayangkan masih banyak yang buta ilmu statistika, dan paham secuil hanya ketika Pemilihan Presiden dan Gubernur.

Di artikel berikutnya yang saya akan mengulas secara detail mengenai ilmu statistika terkait dengan Pemilihan Presiden Indonesia 2014. Bagaimana survei dilakukan? Bagaimana analisis yang dilakukan sampai kesimpulan? Lalu mengapa bisa terjadi perbedaan kesimpulan? Kita akan sama-sama membahasnya di artikel selanjutnya.

Sumber Gambar : interpopulus.com, qualityfocusmag.com

2 thoughts on “Statistika Mampu Mengubah Dunia”

  1. Nur says:

    bisa jelasin gk contoh peran statistika di masa depan it seperti ap?

    1. Daniel Sihombing says:

      Berkaitan dengan pengelolaan big-data. Statistika mampu memberikan gambaran nyata dalam dunia ini, dan statistika mampu “memanusiakan” data sehingga kita bisa mengerti datanya.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.