Browse By

Ulang Tahun Mama

Hari ini ibu (atau kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan “mama”) berulang tahun. Tahun 2015 ini adalah ulang tahunnya yang ke 57. Tahun ini saya dapat langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada mama. Tidak seperti tiga tahun sebelumnya ketika kami berdua tidak ada di rumah karena harus menempuh perkuliahan.

Ulang Tahun Mama di facebook

Ulang Tahun Mama di facebook

Tahun 2015 ini, kami bersyukur adik dan saya sudah menyelesaikan studi sarjana kami. Kini, saya sudah bekerja dan adik melanjutkan perkuliahan di Jepang. Saya sadar semuanya ini berkat doa-doa mama sejak dulu, sejak kami masih kecil. Doa-doa yang akan selalu ia panjatkan kepada Tuhan bagi kami.

Ucapan Syukur di Hari Ulang Tahun Mama

Sejak kecil mama selalu membangunkan adik dan saya pagi-pagi sekali untuk berdoa. Mama juga membawa kami ke sekolah minggu dan mengenalkan Tuhan Yesus. Sewaktu itu, mama memegang tangan kami untuk bertepuk tangan bergantian. Kadang memegang tangan saya, kadang memegang tangan adik. Mama juga membelikan beragam buku pengetahuan (baca juga: Perpustakaan Mini di Rumah). Kami selalu diajak ke toko buku Kalam Hidup Jatinegara dan Gramedia Matraman selepas mengambil raport. Masih tajam dalam ingatan saya, kami membeli buku pintar senior seharga Rp 40.000 saat ambil rapor SD. Harga buku itu setara dengan sekarung beras saat itu. Namun, mama tetap membelikannya kepada kami bahkan di saat ekonomi keluarga belum stabil. Banyaknya buku membuat kebiasaaan membaca adik dan saya sudah terlatih sejak masih kecil. Dan saya bersyukur hal itu berdampak amat baik dalam kehidupan kami. Kami selalu ingin mencari tahu dan mempelajari hal baru.

Sejak bersekolah, mama selalu bangun pagi untuk memasak untuk sarapan dan bekal sekolah. Apalagi saat kami harus berangkat pagi-pagi sekali sewaktu SMP dan SMA. Masa-masa enam tahun itu adalah masa-masa yang membentuk pribadi kami menjadi orang yang selalu berjuang dan tidak mudah menyerah. Di awal SMP, mama juga harus berhutang ke koperasi SMAN 54. Pasalnya, kami butuh banyak biaya: untuk membeli komputer baru, untuk mencicil biaya masuk SMP, dan juga untuk biaya sekolah SMP. Namun, perlahan-lahan semuanya dapat terlunasi. Kami juga tetap dapat les bahasa inggris selama SMP hingga SMA kelas 1. Kalau dipikir-pikir dengan gaji Papa dan Mama, semuanya tidak mungkin hari-hari itu. Nyatanya? Semua mungkin!

Mama dan Papa juga selalu mengingatkan kami untuk dapat mengasihi orang lain. Ada saudara, ada teman-teman pelayanan, ada tetangga di lingkungan rumah. Mama juga mengajarkan kami untuk dapat empati dan tulus kepada orang lain. Mau mengerti dan belajar mengasihi tanpa mengharapkan balasan. Saya bersyukur hal itulah yang menjadi pondasi bagi saya di masa-masa sekolah dan perkuliahan. Dapat empati kepada orang lain yang memiliki masalah dan tulus mengasihinya.

Di tahun ini, Puji Tuhan perkuliahan adik dan saya sudah selesai. Dan kami menyadari semua hal baik yang ada dalam diri kami itu semua adalah berkat Mama dan Papa. Terima kasih Papa dan Mama. Dan di ulang tahun Mama yang ke-57 ini, saya mengucapkan terima kasih mama. Tuhan Yesus selalu mengasihi Mama.

Sumber gambar: Facebook, http://www.folksdaily.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.