Share!

Ini adalah profil Gembala Pusat Gereja di Jepang:

Pdt. Yasuo Atsumi, M.Div.
Gembala Pusat GIII Se-Jepang

Pdt. Yasuo Atsumi dilahirkan di Prefektur Fukushima pada tahun 1942. Beliau menerima Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya di Sekolah Minggu saat beliau berusia 15 tahun. Kemudian di sebuah Bible Camp yang diikutinya, beliau mendapat panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan.

Setelah menamatkan pendidikan sarjana di Saitama University pada tahun 1964, beliau memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan yang diterimanya dan masuk ke Seisho Shingakusha (Japan Bible Seminary). Beliau menamatkan pendidikan di Japan Bible Seminary pada tahun 1968 dan kemudian memulai pelayanan sebagai gembala jemaat Urawa Evangelical Free Church di Saitama, Jepang.

Pada tahun 1972, Tuhan mengutus beliau sekeluarga untuk menjadi misionaris di pedalaman Kalimantan Barat, Indonesia. Selama 10 tahun melayani pemberitaan injil di Kalimantan, beliau ikut berpartisipasi dalam pendirian Sekolah Tinggi Theologia (STT) yang dikenal dengan nama Akademi Theologia Indonesia (ATI) yang berlokasi di Kalimantan Barat.

Pdt. Yasuo Atsumi dan keluarga kemudian pindah ke Jakarta untuk memulai pelayanan di Ibukota Indonesia tersebut. Pelayanan beliau selama 5 tahun di Jakarta membuahkan hasil, yaitu terbentuknya persekutuan Japan Christian Felowship (JFC). Selain menjadi gembala jemaat di situ, beliau turut aktif mengajar di Sekolah Tinggi Theologia I3 di Batu, Malang, khususnya di SAM (Sekolah Alkitab Malam) dan beliau pun aktif melayani di GPPII, yang sekarang dikenal sebagai Gereja Misi Injil Indonesia (GMII).

Setelah 17 tahun melayani di Indonesia, Pdt. Yasuo Atsumi dan keluarga akhirnya kembali ke Jepang pada bulan Juni 1989. Dua bulan kemudian, bersama dengan beberapa orang Indonesia di Tokyo, beliau merintis persekutuan berbahasa Indonesia yang kemudian berkembang menjadi Gereja Interdenominasi Injili Indonesia (GIII) dan beliau mulai melayani sebagai gembala jemaat GIII pada bulan Agustus 1989. Pada tahun 1991, beliau menjadi gembala jemaat Gereja Protestan Megumi, yang awalnya merupakan persekutuan orang-orang Jepang di GIII.

Di samping kesibukan beliau sebagai gembala jemaat, beliau juga aktif dalam kegiatan penginjilan, antara lain: memegang jabatan sebagai Direktur Badan Misi di Japan Antioch Mission, melayani dalam penginjilan melalui siaran TV dan Radio di Pacific Broadcasting Association serta menjadi pembicara pada Kebaktian Tahunan Nasional YPPII (Yayasan Persekutuan Pekabaran Injili Indonesia). Pada tahun 2007, beliau memprakarsai pembentukan Badan Misi Indonesia Bagi Dunia (IBADA).

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2