Browse By

From Jember With Love-3: East Java Touring

Sesampainya di terminal Purabaya, saya juga cukup kagum dengan desain dari terminal ini. Terminal ini sudah memiliki lahan parkir yang luas dan terintegrasi dengan bandara dan stasiun kereta api. Meskipun begitu, banyak pencopet dan preman yang ada di terminal terbesar di Surabaya ini, ujar Mas Didit. Kami segera mencari bus dengan jurusan Jember. Letaknya di lajur paling kiri dari terminal. Mas Didit juga meminta maaf karena seluruh mobil yang dipakai untuk menjemput sedang tidak dapat digunakan.

Terminal Bus Purabaya, Surabaya saat mau ke Jember

Terminal Bus Purabaya, Surabaya saat mau ke Jember

Kami menunggu bus berangkat selama kurang lebih setengah jam. Bus-bus beroperasi selama 24 jam dari terminal ini, mengantarkan para penumpang ke seantero Jawa Timur, propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dari terminal kami langsung masuk ke dalam tol dalam kota yaitu Porong-Sidoarjo-Surabaya. Tidak seperti Tol Dalam Kota Jakarta dan Tol Cipularang yang kerap saya lalui, penerangan di jalan tol ini sangat memadai, di mana lampu-lampu PJU menyala sepenuhnya di jalan tol tersebut.

Dari lajur paling kanan, saya juga sempat melihat bagaimana keadaan bencana lumpur porong Sidoarjo yang sudah terjadi hampir sepuluh tahun ini. Hampir sebagian besar tanah di sekitar jalan tol telah dikeruk dan dijadikan dinding tanggul untuk mencegah lumpur tersebut menyebar dan mengganggu wilayah lainnya. Ujar Mas Didit, kemacetan hampir selalu terjadi di wilayah ini karena gangguan struktur jalan tol di tempat ini. Saya juga sempat melihat jalan layang tol yang tidak digunakan lagi karena terjadi penurunan tanah yang melemahkan struktur jalan layang ini dan tentunya akan membahayakan para pengguna jalan, apalagi dengan volume truk-truk besar yang membawa sembako dan barang-barang kebutuhan ke seluruh wilayah Jawa Timur.

Keluar dari tol Porong-Sidoarjo-Surabaya, kami langsung menuju ke jalan lintas selatan Jawa Timur. Perjalanan kini dilalui dengan kecepatan yang menurun drastis, mungkin hanya sekitar 40-50 km/jam saja. Perjalanan yang panjang tentu, apalagi jarak Surabaya Jember yang membentang sejauh lebih dari 380 kilometer. Kami melewati jalan lintas propinsi yang melalui Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Grati, Toogas, Probolinggo, Klakah, Lumajang, Jatiroto, Bangalsari, dan akhirnya tiba di Jember.

Peta Jawa Timur : Jember ada di bagian tenggara

Peta Jawa Timur : Jember ada di bagian tenggara

Perjalanan malam itu kami tempuh selama hampir 5,5 jam. Sekitar jam 20.20 kami berangkat dari Terminal Bus Purabaya dan tiba di Terminal Bus Jember kira-kira pukul 01.00. Hujan turun dengan derasnya sehingga kecepatan bus tidak dapat dipacu. Selain itu, temperatur udara malam itu turun drastis, mungkin sekitar 18-20 derajat celcius. Suhu ini mampu membuat badan saya tetap kedinginan meskipun sudah menggunakan jaket yang saya bawa. Namun, saya bersyukur kepada Tuhan karena melalui perjalanan ini saya dapat lebih mengetahui mengenai kota-kota di Jawa Timur. Meskipun badan terasa lelah dan tulang punggung sudah sakit karena menahan bobot tubuh seharian, saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus untuk pengalaman ini.

Sumber gambar: www.surabayapost.co.iddesnantana-journey.blogspot.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.