Browse By

Bermegah di dalam Tuhan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermegah berasal dari kata megah. yang berarti tampak mengagumkan, bangga.  Bermegah berarti mempunyai sifat megah; atau bermegah-megah. Sementara itu, bermegah-megah berarti membanggakan (membesarkan, menyombongkan) diri; berlaku ingin lebih megah daripada yang lain. Jadi, judul tulisan ini kurang lebih berarti, membanggakan diri atau berlaku ingin lebih megah karena kita di dalam Tuhan.

Apa yang kita banggakan atau megahkan ternyata memiliki dampak yang begitu besar di dalam fokus kehidupan, cita-cita, sikap, dan karakter kita. Jika seseorang memiliki suara yang bagus, tentu ia berlatih vokal sungguh-sungguh untuk mengejar cita-citanya menjadi penyanyi. Ia juga akan menjaga suaranya dengan tidak makan gorengan atau berteriak-teriak agar suaranya tetap terjaga. Ada juga seorang wanita memiliki wajah yang cantik, ia bangga akan pesona kecantikan wajahnya. Banyak pria yang mengejar-ngejar dia semenjak sekolah, dan berdampak pada karakternya yang menganggap remeh orang lain. Bahkan sampai saat wanita ini sudah berumah tangga, ia menganggap remeh suaminya, hingga akhirnya keluarganya berangtakan. Ada juga seorang bapak yang bangga terhadap jabatan yang didudukinya. Ia bangga menceritakan pekerjaannya dan penghasilannya yang ratusan juta perbulan itu kepada para tetangga dan saudaranya. Para tetangga dan saudaranya kemudian tidak menyukai kehadirannya dan malas berinteraksi dengan bapak ini. Ada juga kisah seorang anak yang pandai dalam bidang olahraga. Ia selalu memperoleh nilai yang bagus dan masuk ke dalam tim sepakbola dan basket sekolah. Ia membanggakan kemampuannya dan tidak mau berteman dengan orang-orang yang gemuk dan tidak pandai dalam bidang olahraga.

Dari beberapa kisah di atas, berarti, jika kita membanggakan sesuatu yang salah, maka hidup kita akan terjerumus. Kita terjerumus dalam sikap dan karakter yang meremehkan orang lain. Kita terjerumus ke dalam masalah besar dalam rumah tangga dan interaksi kita dengan tetangga atau teman-teman, atau saudara kita.

Kalau kita mau bermegah, biarlah kita bermegah dalam pengenalan akan Tuhan yang telah menyelamatkan kita. Sama seperti yang dikatakan oleh Nabi Yeremia,

Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya,  janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia,  keadilan dan kebenaran di bumi (Yeremia 9:23-24).

Bermegah di dalam Tuhan

Kita bermegah di dalam Tuhan artinya kita mau menjadikan Tuhan menjadi fokus utama hidup, karakter, sikap,  dan juga cita-cita kita. Saat kita bermegah di dalam Tuhan, maka sikap dan perbuatan kita sehari-hari akan memancarkan kasih dan kemuliaan Tuhan, yang terlihat dalam pikiran, tutur kata, dan tindakan kita yang menyenangkan orang lain dan Tuhan. Mengenal Allah dengan sungguh-sungguh menundukkan diri kepadaNya adalah pengalaman yang paling penting dalam hidup kita.

Lantas, mengapa kita bermegah di dalam Tuhan?

Kita bermegah di dalam Tuhan, pertama, karena kita sudah diangkat menjadi Anak Allah dan warga Kerajaan Sorga. Kita yang sebelumnya berdosa, melalui kematian dan kebangkitan Yesus, hubungan kita dengan Allah dipulihkan. Yang sebelumnya jauh kini menjadi dekat dengan Allah. Kita juga diangkat menjadi warga kerajaan Sorga. Artinya, hidup kita di dunia ini memang akan berakhir, tetapi ada kehidupan kekal yang menjadi jaminan kita kelak.

Kedua, kita bermegah karena kita diberikan kuasa (Kisah Para Rasul 1:8). Walaupun tantangan atau masalah datang, Tuhan memberikan kita kuasa untuk dapat menghadapi masalah dan tantangan itu. Kita tidak takut dan cemas lagi, karena kita tahu, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku(Filipi 4:13).

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.