Browse By

Yesus Baik Sungguh Teramat Baik

Dengan kerja praktek di Saga ini, Tuhan mengingatkan saya kembali untuk selalu berserah kepada Tuhan. Kehidupan di Jepang memang sangat nyaman, sehingga mudah sekali bagi kita untuk melupakan Tuhan. Mudah sekali bagi kita untuk tidak berserah sungguh-sungguh dalam doa kepada Tuhan. Saat kembali merenungkannya, saya jadi teringat masa-masa yang telah lalu. Saya betul merasakan bahwa Yesus baik sungguh sangat baik.

Kalau saya ingat dulu saat pertama kali datang ke Jepang, ketika mau pergi ke supermarket, mau pergi ke shiyakusho (kantor kecamatan), mau bertanya mengenai handphone, mau membeli televisi lewat internet, bahkan saat mau potong rambut saja, saya berdoa sungguh-sungguh sama Tuhan.

Yesus Baik Sungguh Teramat Baik

Saya pun masih ingat saat masih kecil. Saya dan abang berdoa karena mama lama pulang dari kantor. Berdoa supaya mama dan papa bisa pulang cepat karena ada kebaktian di rumah. Lalu, ketika mama sedang menggoreng makanan, kami berdoa agar gasnya tidak habis.

Yesus baik sungguh teramat baik

i know my redeemer lives

Ketika malam hari kami berdoa agar bisa bangun jam setengah lima pagi supaya tidak terlambat. Ketika siang hari ketika hendak tidur siang, kami berdoa agar Tuhan membangunkan jam 1:50 untuk siap-siap mau pergi les.

Ketika hari hujan, kami berdoa agar hujan bisa reda sedikit supaya tidak kebasahan pergi ke sekolah atau tempat les. Agar jalannya tidak licin atau tidak macet karena hujan. Saat pagi hari sebelum pergi sekolah, kami juga sering berdoa biar nasinya segera matang, biar airnya cepat mendidih. Ketika hujan lebat pun, kami berdoa biar atap rumah tidak bocor sambil membawa ember besar dari lantai atas untuk berjaga-jaga bila bocor.

Ketika pulang sekolah dari Kanisius, saya dan abang berdoa agar jalanan tidak macet sehingga bisa sampai di LIA Galaxy tidak telat. Saya dan abang juga sering berdoa agar tetap bisa konsentrasi di tempat les meskipun perut lapar. Agar jalan di pasar tidak macet supaya dapat segera sampai di rumah.

Ahh, saya mengingat kembali saat-saat di mana saya dan abang berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan. Melalui doa yang sederhana dan singkat itu, saya betul-betul merasakan pimpinan Tuhan dalam keadaan terjepit. Merasakan hikmat Tuhan dalam keadaan sulit. Penyertaan Tuhan dalam sepinya siang hari. Merasakan kehadiran Tuhan bahkan dalam gelapnya malam.

Sungguh Yesus baik sungguh teramat baik.

Dengan hati bersyukur masuk di hadiratMu
Membawa pujian bagiMu Yesus

Ku memandang wajahMu bersuka di depanMu
Sambil menc’ritakan kasihMu
Ku mengangkat tanganku bersorak-sorai bagi kebaikanMu

Engkau baik, sangat baik Kasih setiaMu tak pernah berubah
Engkau baik, sangat baik Kasih setiaMu tak pernah berubah
Engkau baik Yesusku Kasih setiaMu tak pernah berubah

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.