Browse By

Belajar WordPress

Sudah 14 tahun berlalu ketika Pyra Labs (kemudian diakuisisi oleh Google pada 2003) pertama meluncurkan Blogger dan 10 tahun berlalu ketika Matt Mullenweg menciptakan WordPress sebagai blogging software pada 27 Mei 2003. Di antara kedua blogging host ini selalu ada perdebatan tak henti, tentang mana yang lebih baik dari pada yang lainnya.

Kami sendiri awalnya memilih Blogger atau BlogSpot untuk memulai blog. Kenapa begitu, sebab waktu itu kami tidak tahu ada layanan host lain yang juga menyediakan layanan blog. Alhasil kami memilih Blogger tanpa berpikir panjang. Setelah kurang lebih dua tahun, kami lalu membeli host domain GoDaddy dari Blogger. Nama website pun berubah menjadi www.danielnugroho.com dari sebelumnya berada di bawah sub domain blogspot. Setelah satu tahun berselang, akhirnya kami memutuskan untuk beralih atau migrasi ke WordPress.

Belajar WordPress

Belajar WordPress

Pengalaman Belajar WordPress

Bagaimana kisah kami belajar WordPress, hingga akhirnya memilih beralih ke WordPress. Saya akan menceritakannya kepada teman-teman.

Selama berada di Jepang, saya jadi lebih sering belajar mengenai Web Design dan Pengembangan Web. Karena menjadi salah seorang Komisi Multimedia dan IT (KOMIT) di Gereja, saya jadi sering mengurusi masalah Multimedia dan IT Gereja. Selain menjadi petugas proyektor di Gereja GIII Tokyo, saya juga ikut membantu merekam khotbah Ibadah Minggu. Khotbah Ibadah Minggu inilah yang kemudian saya convert dan saya upload ke server gereja. Nah, lewat pekerjaan inilah saya jadi mengerti banyak mengenai server dan pengaturannya. Saya juga belajar cara menyambungkan server ke podcast di ITunes. Dengan kata lain, lewat pelayanan di Gereja pun saya jadi belajar banyak hal khususnya mengenai Server. Di artikel lain saya telah menjelaskan jenis-jenis server, teman-teman bisa membacanya di sini.

Tanggal 1 September 2013 saya melihat Bang Sonny membuka halaman admin dari website gereja. Saya begitu terkejut karena saya belum pernah melihat halaman admin sebuah website di Internet. Bang Sonny berkata bahwa website gereja menggunakan WordPress sebagai CMS-nya dan servernya menggunakan milik gereja (Informasi lebih banyak bisa dibaca di sini). Mengetahui server yang dipergunakan untuk Website Gereja dan Penyimpanan File Khotbah adalah server yang sama, saya terkejut dan ingin melihat banyak. Entah mengapa saya jadi ingin belajar WordPress dan ingin tahu lebih banyak.

Saya bersyukur dengan saya berkuliah di Jepang saya jadi bisa belajar banyak hal mengenai Internet, Server, dan Web Design. Saya terlebih lagi bersyukur dapat ikut pelayanan di Gereja sebagai komisi Multimedia. Selain bisa melayani jemaat dan Tuhan tentunya, secara tidak langsung saya bisa belajar banyak hal yang tersembunyi sebelumnya. Termasuk soal belajar WordPress ini. Sungguh besar dan mulia karya Tuhan dalam hidup saya.

Di hari selanjutnya, saya jadi makin bersemangat untuk belajar WordPress untuk mewujudkan website DanielNugroho yang baru. Website yang pastinya lebih baik desain dan isinya.

sumber gambar: logo wordpress

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.