Browse By

Perenungan di Hari Ayah

Hari Minggu ini adalah peringatan hari Ayah di seluruh dunia. Negara-negara seperti Amerika dan Jepang mengkhususkan hari Minggu ketiga bulan Juni sebagai hari Ayah tiap tahunnya. Hari ini layaknya hari Ibu yang jatuh di minggu ketiga bulan Mei, dikhususkan sebagai hari mengucapkan terimakasih kepada ayah atas segala kasih dan sayangnya kepada anak dan keluarga. Sayang saja, hari ayah tidak dirayakan di Indonesia. Namun meskipun begitu, ijinkan saya menceritakan kisah di hari Ayah yang baik ini.

Renungan di Hari Ayah

Seorang Ayah, saya dan memanggilnya Papa ialah sosok penting di dalam kehidupan kami berdua. Di beberapa tulisan sebelumnya, Abang Daniel telah menulis banyak tentang sosok ayah bagi kami (Lihat: Renungan di Hari Ulang Tahun Papa, Selamat Ulang Tahun Papa) . Berikut beberapa kutipan dari tulisan tersebut:

Papa menjadi teladan ideal bagi kami, ia mengajarkan kami mengenai kerja keras, kemampuan berhitung cepat, berpikir kritis, bahkan pengetahuan-pengetahuan umum. Sejak SMP, papa juga yang selalu mengantarkan kami untuk bersekolah. Amat bersyukur rasanya saat itu, kami dapat sampai di sekolah dengan tepat waktu dengan motor yang papa kendarai dari rumah hingga Kampung Melayu. Ketika saya menuliskan ini, saya begitu bersyukur memiliki sosok ayah yang seperti ini. Sosok ayah yang mungkin saja tidak ideal namun teladannya sungguh membuat saya mengerti bagaimana menjadi seorang lelaki dan ayah yang baik bahkan terbaik yang saya mampu.

Di peringatan hari Ayah ini saya jadi teringat tentang foto keluarga bersama. Beberapa hari yang lalu ketika berkomunikasi dengan Papa dan Mama lewat skype, Mama berkata ingin mengganti foto keluarga yang ada di ruang keluarga tengah. Karena sudah hampir 5 tahun, lebih baik diganti dengan foto baru untuk mengganti suasana. Setelah berbincang-bincang, jadilah foto keluarga bersama saat di Jepang yang nanti akan jadi gantinya.

Saya ingat betul foto keluarga yang lama itu diambil di hari-hari terakhir menjelang keberangkatan saya ke Jepang tanggal 30 September 2010. Waktu itu saya, Abang Daniel, Papa dan Mama, pergi ke Fuji Film Jatinegara untuk mengambil foto keluarga bersama. Saya ingat betul hari itu hari Minggu, dan setelah pulang dari gereja dan sarapan, kami bersama-sama pergi ke Jatinegara naik taksi. Dengan berpakaian rapi kami menuju ke gedung Fuji Film untuk mengambil foto keluarga bersama. Dari beberapa model dan posisi foto keluarga yang ada, dipilihlah satu foto yang paling pas. Foto itu kemudian dicetak dan dimasukkan ke dalam figura dan kini berada di ruang keluarga rumah. Foto yang sama juga dicetak ukuran mini untuk saya dan Abang Daniel dan dimasukkan ke dalam dompet.

Pertanyaan berikut kemudian muncul dalam benak saya. Apa tujuan foto keluarga itu dicetak, dimasukkan figura dan diletakkan di ruang keluarga? Mengapa foto keluarga itu dicetak mini dan dimasukkan ke dalam dompet?

Jawabannya bukan karena ada kemungkinan kami melupakan Papa dan Mama, atau melupakan keluarga. Tentu saja tidak. Namun dengan adanya foto keluarga di dalam rumah ataupun dalam dompet, akan menghiburkan kami karena senantiasa dapat mengingat Papa dan Mama. Mengingatkan akan kasih dan sayang Papa dan Mama kepada saya dan Abang.

Hari Ayah Mengingatkan juga tentang Bapa di Sorga

Perenungan di hari ayah

Perenungan di hari ayah

Sama halnya dengan Bapa kita di sorga. Bapa di sorga telah menunjukkan berbagai tanda kepada kita. Berbagai perbuatan yang ajaib, tanda-tanda dahsyat, semua menunjukkan kasih dan sayangnya kepada kita anak-anak yang dikasihi-Nya. Terlebih lagi, lewat firman-Nya dalam Alkitab, kita dapat mengetahui lebih dalam tentang isi hati Bapa dan kehendak-Nya bagi kita.

Di hari Ayah tahun ini, ucapkanlah salam dan terimakasih kepada Ayah tercinta. Rasa terimakasih dari hati terdalam dengan nada paling tulus. Mengucap syukur juga kepada Tuhan atas berkat dan kesehatan, umur panjang yang diberikan kepada Ayah. Bagi teman-teman yang kehilangan Ayah di sepanjang tahun lalu, tidak perlu bersedih. Ayah telah kembali kepada Bapa di sorga yang kekal. Tidak usah berkecil hati, sebab ada Bapa di Sorga yang selalu mengasihi dan menyayangi kita semua.

Sumber gambar: http://www.wilstar.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.