Browse By

Puzzle Kehidupan

Hari ini saya melihat permainan puzzle yang baru saja dibeli oleh seorang teman di kantor untuk anaknya. Puzzle berukuran sedang bergambar istana kerajaan yang megah lengkap dengan pemandangan alam di sekitarnya. Saya menaksir ada lebih dari 300 potongan puzzle yang ada di situ. Dan rasanya memang cocok mendengar jawaban teman bahwa anaknya memang menyukai permainan puzzle ini sejak kecil. Kini, di usianya yang ke enam, ia ingin mencoba puzzle yang lebih rumit lagi.

Puzzle

Puzzle

Saya sejenak merenungkan, bahwa tujuan hidup kita layaknya sebuah puzzle. Sebuah gambar atau gagasan tentang bagaimana kita menginginkan hidup kita terlihat: gambaran yang jelas meskipun terdiri dari ribuan potongan yang berbeda. Semua potongan itu harus dipersatukan bersama-sama untuk menciptakan kehidupan yang sedang kita jalani.

Puzzle-puzzle itu akan nampak sangat tidak beraturan. Puluhan bahkan ratusan keping berserak di meja ketika kita hendak menyusun puzzle ini. Namun, puzzle ini memiliki tanda-tanda yang dapat dijadikan pedoman. Ada puzzle dengan satu sisi lurus yang menandai bahwa ia terletak di sisi luar atau di bingkai. Ada juga puzzle yang memiliki dua sisi lurus yang tentu terletak di sudut. Kemudian, sisanya dengan sisi melengkung yang terkait satu sama lain. Dari pedoman-pedoman inilah, kita mulai merangkai satu-persatu keping untuk membentuk gambaran yang indah. Dan karena kita tahu bahwa suatu saat puzzle ini akan menjadi sebuah kesatuan yang baik yang indah (dari gambar awalnya), kita menjadi bersemangat menyelesaikan satu per satu keping. Kita tahu, bahwa keping-keping ini akan berakhir menjadi sebuah kesatuan. Dan tentu kita puas ketika dapat menyelesaikannya.

Kehidupan kita juga layaknya puzzle-puzzle ini. Ada banyak kesempatan dan bagian-bagian hidup kita yang nampak tidak beraturan. Nampaknya tidak berhubungan satu sama lain. Namun, itu terjadi karena kita tidak mengikuti pedoman-pedoman yang ada di tiap kepingnya. Ingat ada keping dengan dua sisi lurus yang sellau menjadi bagian di sudut. Dan ada keping yang menjadi bingkainya. Kehidupan ini kemudian kita susun satu persatu mengikuti bingkai dan pedoman dan juga lengkungan yang ada. Satu persatu, bagian per bagian hari ke hari. Kita berupaya menyatukan kepingan puzzle ini melalui pengalaman, masalah, kesulitan, dan tantangan yang kita hadapi.

Memang saya akui, masalahnya ada ketika kita tidak tahu bentuk atau wujud dari kesatuan keping kehidupan kita. Bagaimanakah gambarnya? Bagaimana kehidupan saya kelak? Itu yang selalu menjadi pertanyaan. Juga tentu akan terasa lebih sulit menyusun sesuatu yang tidak kita ketahui bentuk akhirnya atau wujudnya. Namun, saya rindu mengajak para pembaca dan kita semua untuk mengimani bahwa gambaran kehidupan kita sudah ditentukan Allah sejak dahulu kala. Dan itu indah dan memesona. Memang kita tidak dapat melihatnya, namun kita dapat mempercayai bahwa Allah selalu memberikan pedomannya agar kita dapat menyusun puzzle kehidupan ini.

Maukah Anda mendengarkan dan melihat pedoman Allah dalam kehidupan ini? Mari menyusun puzzle kehidupan ini bersama Tuhan. Kehidupan ini akan menjadi puzzle yang indah.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.