Browse By

Allah Hadir di Tengah-Tengah Keluarga (24)-Ke Bandung

Allah Hadir di Tengah-Tengah Keluarga (24)-Perjalanan Ke Bandung

Sepulang dari Palembang tanggal 24 April malam saya langsung menuju ke rumah Bapatua Silaban di Kramat Jati. Bapatua adalah sebutan bagi saudara laki-laki ayah yang lebih tua. Selain itu, sebutan bapatua juga ditujukan untuk suami dari saudara perempuan mama yang lebih tua, itulah Bapatua Silaban. Jarak dari Bandara Halim menuju Kramat Jati yang cukup dekat membuat saya sudah tiba di HKBP Kramat Jati sekitar pukul 20.30. Dari Bandara Halim, saya naik angkutan Trans-Halim menuju ke PGC Cililitan kemudian disambung dengan naik mikrolet M06 menuju jalan Raya Bogor. Karena sudah agak lelah saya mengantuk, dan melewati HKBP Kramat Jati, tempat di mana saya seharusnya turun. Jadinya, saya harus berjalan sedikit ke HKBP itu.

Setiba di pintu gerbang, saya menyapa satpam yang bertugas. Dua orang satpam yang menjaga ternyata sudah mengenali wajah saya, maklum, papa, mama, adik, dan saya sering berkunjung ke HKBP Kramat Jati, untuk berkunjung ke rumah Bapatua. Hari selasa kemarin, saat Bapatua dan Mamatua ke rumah, saya sudah merencanakan perjalanan ke Bandung bersama dengan mereka sabtu ini. Mereka bersama dengan beberapa saudara lain akan ke Bandung untuk melakukan prosesi Marhata Sinamot (istilah dalam bahasa Batak untuk membicarakan prosesi pra-pernikahan). Nah, anak Bapatua dan Mamatua, yaitu Bang Anto rencananya akan menikah bulan Agustus nanti. Saya juga diminta untuk menjadi pembicara di acara PLO STEI di ITB Bandung. Jadilah sebuah kebetulan (sebenarnya rencana Tuhan sih) supaya saya bisa ikut bersama dengan Bapatua dan Mamatua ke Bandung.

Setelah tiba di rumah, saya segera mandi dan mengganti baju. Hari selasa kemarin, Mamatua sudah membawa pakaian yang akan saya kenakan malam ini dan juga untuk acara besok. Setelah makan ikan teri dan mentimun saya berbincang-bincang dengan mamatua sambil menonton televisi. Oiya, mamatua juga berencana membawa makanan untuk sarapan di jalan untuk 20 orang. Lauk berupa telur sudah direbus dan hanya tinggal dicampur dengan bumbu balado, sedangkan ikan teri juga telah siap. Rice-cooker mamatua ukurannya kecil, jadi kami harus memasak beberapa kali untuk nasi yang akan dibawa. Sambil menunggu nasi matang, saya berbincang-bincang bersama bapatua dan mamatua.

Kak Friska (anak sulung bapatua dan mamatua) ternyata datang juga ke rumah. Kakak datang sekitar pukul 23.00 dan membantu memasak nasi yang akan dibawa. Setelah menonton televisi sambil berbincang-bincang akhirnya saya tidur, mungkin sekitar jam 01.00. Paginya, saya terbangun mendengar mamatua mempersiapkan makanan yang akan di bawa. Bersama bapatua dan kak Ika, kami mempersiapkan makanan tersebut. Satu persatu mangkok nasi dimasukkan, juga dengan lauk dan timun sebagai sayuran pelengkap. Sekitar pukul 05.00 semua makanan sudah siap di dalam plastik dan saya letakkan dekat pintu.

Saudara-saudara bapatua mulai berdatangan sekitar pukul 06.00. Hujan yang cukup deras pagi itu ternyata berpengaruh cukup besar. Rencana keberangkatan ke Bandung pukul 06.00 akhirnya tertunda hingga pukul 07.00. Satu jam! Ya maklum juga sih, orang Batak agak susah kalau disuruh datang on time. Apalagi ditambah dengan problem hujan dan macet. Lengkap sudah. Setelah memasukkan makanan, air minum mineral, dan buah duku ke dalam mobil kamipun berangkat. Saya juga membawa laptop untuk membaca kembali materi yang akan disampaikan nanti mengenai visi hidup di acara PLO STEI.

Allah Hadir di Tengah-Tengah Keluarga: Perjalanan ke Bandung

Allah Hadir di Tengah-Tengah Keluarga: Perjalanan ke Bandung

Allah Hadir di Tengah-Tengah Keluarga: Perjalanan ke Bandung

Kami berangkat sekitar jam 7 setelah sebelumnya bapatua memimpin doa. Kami melalui jalan tol JORR lalu ke Cikampek. Sekitar pukul 09.00, kami berhenti di rest area km.88 jalan tol Purbaleunyi menuju Bandung untuk sarapan. Makanan yang sudah disiapkan akhirnya dibagikan kepada saudara-saudara bapatua yang ikut. Jalan tol dan juga rest area pagi itu padat sekali. Banyak orang yang ingin berwisata ke Bandung, khususnya menjelang acara Konferensi Asia Afrika yang akan diselenggarakan mulai senin depan. Kami sudah tiba di Bandung sekitar pukul 10.15 dan langsung menuju ke HKBP Bandung di Jalan Riau/ LLRE Martadinata. Di tempat itulah rombongan Bapatua akan dijemput oleh Bang Anto. Kami berpisah di depan HKBP Bandung Riau Martadinata. Setelah menyalam bapatua dan mamatua, saya langsung menuju ke ITB untuk menjadi pembicara dalam kegiatan PLO. PLO sendiri adalah kegiatan yang dirancang untuk mahasiswa tingkat pertama dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). Tujuannya untuk mengenalkan mahasiswa ini kepada jurusan yang ada di STEI sekaligus dapat memilih jurusan yang ia sukai. Perjalanan menuju ke ITB begitu menyenangkan bagi saya: sebuah perjalanan untuk mengenang sejenak masa-masa 4,5 tahun yang lalu.

Sumber gambar: astrianin.wordpress.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.