Browse By

Melihat Jauh ke Depan

Selama tinggal di Filipina, saya punya kebiasaan baru setiap harinya. Saya selalu menyukai menatap matahari terbit dan langit biru di siang hari. Sepulang kerja, saya juga senang melihat matahari terbenam. Semuanya bisa saya lakukan karena saya tinggal di apartemen di lantai 10 atau hampir 50 meter dari atas permukaan tanah. Kini, setelah kembali ke Indonesia, saya pun masih menyukai menatap langit dari jendela di samping meja kerja saya di lantai 17. Langit adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah. Dilengkapi dengan awan putih, pemandangan langit biru di siang hari adalah suatu hiburan yang menenangkan jiwa setelah sibuk bekerja. Saya bisa melihat langit sampai ke ujungnya. Melihat jauh ke depan.

Melihat jauh ke depan

Melihat jauh ke depan

Frasa “melihat jauh ke depan” juga bermakna melihat jauh di luar daya pandang kita. Kadang kita ragu atau khawatir akan apa yang akan kita alami. Bagaimana dengan masa depan? Apakah kehidupan akan semakin sulit? Apa yang akan terjadi di masa mendatang?

Penglihatan kita yang terbatas seharusnya tidak membuat kita khawatir bahkan putus asa. Melihat langit yang biru mengingatkan saya bahwa di ujung langit yang tidak terbatas itu masih ada Tuhan. Ada tuhan yang menciptakan langit itu. Dia mengetahui apa yang kita perlukan dan jalan yang harus kita tempuh di masa mendatang. Seperti yang pernah Paulus ucapkan kepada jemaat di Korintus, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Korintus 5:7).

Ketika saya dan teman-teman mempercayakan kepada Allah hari-hari yang kita jalani dan juga masa depan, kita tidak perlu takut akan apapun. Langit biru dan cerah akan selalu hadir di kehidupan kita, meskipun langit malam atau hujan badai datang sebelumnya.

Sumber gambar: Flickr Fox キヨ

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.