Browse By

Mengingat Kasih Tuhan

Saya masih ingat salah satu ayat Alkitab yang pertama-tama saya tahu, ayat yang begitu spesial dan terkenal bagi orang-orang Kristen, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”¬†Ayat ini ada dalam pajangan dinding yang diletakkan di ruang tamu rumah kami. Tidak heran, setelah bisa membaca, ayat ini terus saya baca berulang-ulang setiap kali pergi atau sampai di rumah.

Mengingat kasih Allah

Mengingat kasih Allah

Sebuah ayat yang begitu luar biasa bagi kehidupan orang Kristen. Dalam ayat ini, kita bisa melihat besarnya kasih Allah bagi seluruh umat manusia. Kita juga bisa mengetahui, sipakah Yesus Kristus (anak Allah yang tunggal) dan bagaimana anugerah-Nya yang diberikan kepada kita sampai selama-lamanya. Sebuah pernyataan dan janji yang tentu menguatkan iman kita. Asalkan kita percaya, jaminan kehidpan kekal di Sorga menjadi milik kita. Dan, yang paling penting, itu tidak akan bisa diambil dari kita.

Saya merenungkan, meskipun kita manusia sudah banyak melakukan dosa dan kesalahan, namun Allah tidak serta merta menghukum kita. Sebagaimana orang-orang pada jaman Nuh yang Allah binasakan–karena berbuat dosa–dengan mendatangkan air bah (banjir), kita kini beroleh kesempatan punya hidup yang baru. Allah mengaruniakan kepada kita Anak yang begitu dikasihi-Nya–yakni Yesus Kristus–untuk datang ke dunia dan menebus dosa-dosa kita melalui kematian-Nya di kayu salib. Alangkah besarnya kasih Allah itu!

Begitu besarnya kasih Allah itu membuat banyak orang yang tidak percaya. Ah, masa sih…dengan percaya kepada Yesus kita beroleh hidup yang kekal? Sudah pasti masuk sorga? Rasanya mustahil. Masa orang yang berbuat seenaknya (berbuat dosa) selama hidupnya, lalu mengaku dan percaya kepada Yesus bisa memperoleh jaminan semacam itu? Rasanya mustahil!

Kemustahilan itulah yang membuat Allah menjadi Allah. Bagi Allah tidak ada yang mustahil! Selama teman-teman mau percaya dan mengimani ajaran Yesus, semua janji, anugerah, dan jaminan itu jadi milik kita selamanya. Tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita.

Minggu ini, adalah minggu terakhir tahun gerejawi di HKBP. Minggu depan, seluruh umat kristiani akan memulai minggu-minggu Advent. Kita bersama-sama memperingati kelahiran Yesus ke dunia. Saya mengundang para pembaca untuk berdoa sejenak. Bersyukur untuk kesempatan setahun ini kita bisa hidup, menjalani pekerjaan atau studi kita, dan tentunya sekali lagi bersyukur untuk kelahiran Yesus ke dunia ini. Mengingat sekali lagi akan besarnya kasih Allah melalui kedatangan Yesus membuat kita menjadi semakin yakin dan teguh untuk menjalani kehidupan kita. Saya juga rindu supaya teman-teman bisa mendoakan saudara atau teman-teman lain yang dikenal untuk bisa merasakan juga kasih Allah secara langsung melalui momen Natal tahun ini.

Selamat menjelang minggu Advent. Selamat mengingat kasih Tuhan yang begitu besar. Syalom.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.