Browse By

Natal Mengajarkan Kita untuk Taat dan Berkorban

Dalam beberapa artikel sebelumnya, saya berulang kali menyampaikan mengenai sukacita Natal karena kelahiran Yesus di dunia. Kelahiran Yesus di malam Natal pertama adalah wujud nyata kasih Allah, kristal anugerah Allah yang dinyatakan bagi manusia. Dengan kelahiran Yesus, kita dapat merasakan kemuliaan dan kemahakuasaan Allah, sekaligus Allah yang lemah lembut dan maha penyayang. Sukacita Natal dirasakan oleh para Gembala, orang-orang Majus, segenap malaikat dan bala tentara sorga, dan juga oleh Maria dan Yusuf orangtua Yesus. Namun, itu tidak berarti semua berjalan mudah dan mulus. Ada perjuangan dan harga mahal yang mesti dibayar oleh Maria dan Yusuf untuk menjalankan perintah Allah.

Natal Mengajarkan Kita untuk Taat

Tapi jauh-jauh hari sebelum Yesus lahir, Maria dan Yusuf pun sudah turut merasakannya. Natal, kedatangan Allah ke dalam dunia tidak serta-merta membawa sukacita dan kesenangan. Natal menuntut Maria dan Yusuf untuk berani meninggalkan kesenangan dan kenyamanan hidup, berani berkorban. Bagi Maria, mengandung dari Roh Kudus sangat berbahaya. Kalau mengetahui Maria belum menikah, dia bisa saja dilempari batu hingga mati seperti hukum Taurat Yahudi. Maria pasti sangat takut, Yusuf sangat bingung, keluarga mereka pun sangat cemas. Namun mereka tetap taat dan menuruti perintah Allah. Maria taat ketika diberi kabar oleh Malaikat Gabriel, Yusuf pun taat ketika disuruh Allah untuk mengambil Maria sebagai istri lewat mimpinya. Ada perjuangan dan ketaatan penuh Maria dan Yusuf selama sembilan bulan lebih mengandung bayi Yesus.

Natal Mengajarkan Kita untuk Berkorban

Natal mengajarkan kita untuk berkorban dan taat

Natal mengajarkan kita untuk berkorban dan taat

Di akhir masa mengandung, saat hendak melahirkan Yesus pun Maria harus terus berjalan menuju ke tempat sensus yakni Betlehem meskipun kesakitan, yang jaraknya sekitar 80 mil perjalanan. Maria tentu sangat kepayahan karena hanya Yusuf saja yang membantunya. Alkitab juga tidak mencatat mereka naik keledai atau unta dalam perjalanan jauh ke Betlehem. Tidak diceritakan juga mengenai keluarga Maria atau Yusuf yang bersama-sama mereka menuju ke Betlehem. Atau apakah mereka berdua ditolak oleh keluarga mereka? Kita tidak tahu mengenai hal ini, namun satu hal yang dicatat Alkitab: mereka tidak mendapatkan tempat penginapan selain dalam kandang hewan. Dan di kandang hewan inilah Yesus dilahirkan.

Dalam keluarga yang sederhana, tempat yang kotor yakni kandang hewan, dan di atas palungan (tempat makan hewan) Yesus diletakkan. Tempat yang kurang bersih untuk meletakkan bayi yang lemah, namun mungkin palungan adalah tempat yang paling layak dalam kandang hewan.

Natal tidaklah melulu soal kegembiraan, senang-senang, pesta yang meriah seperti yang dikomersilkan hari-hari ini. Natal pertama menunjukkan pada kita akan penderitaan, kesusahan, dan kesengsaraan yang mungkin kita alami. Natal mengajarkan kita untuk taat melakukan perintah Allah meski terkadang terasa begitu berat.

Sumber gambar: 365greetings.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.