Browse By

Kisah Dibalik Lagu Semua Baik

Semua baik, semua baik, apa yang telah Kau perbuat di dalam hidupku… Lagu “Semua Baik” ini adalah lagu yang paling sering saya nyanyikan bersama Mama, Papa, dan Abang di akhir percakapan melalui skype. Meskipun jarak memisahkan antara Bekasi dan Tokyo, saya sering berkomunikasi dengan mama lewat skype, dan kami selalu mengakhirinya dengan bernyanyi dan berdoa bersama-sama. Dan kalau kita merenungkan kata demi kata dalam lagu ini, kita sungguh terpesona akan kebaikan Tuhan dalam kehidupan.

Namun, pandangan saya tentang lagu ini berubah sejak retreat Camp Pemuda bulan Mei yang lalu. Saat berbicara dengan Bang Marolop, dia menyampaikan kisah di balik lagu ini. Kisahnya sendiri diceritakan dari Pak Mangapul Sagala yang juga menjadi pembicara dalam retreat pemuda. Lagu “Semua Baik” ini bukan diciptakan atau ditujukan saat kehidupan kita senang dan sukacita. Di saat itu kita bisa dengan mudah menyatakan bahwa Tuhan baik dan menjadikan semuanya baik. Namun, sebaliknya lagu ini ditulis di masa-masa kelam dan sulit, saat sama sekali tiada harapan dan jalan keluar. Dalam masa dukacita seperti itu, penulis lagu dengan mantap menuliskan lirik “Semua Baik”. Berikut saya ringkas kembali kisah dibalik terciptanya lagu “Semua Baik”, dari sumber Bang Marolop dan beberapa literatur di internet. Semoga bisa menjadi berkat bagi teman-teman semua.

Latar Belakang Lagu Semua Baik

Semua Baik

Semua Baik

Pencipta lagu “Semua Baik” adalah Budi Haryanto dan Tommy Widodo (vokalis grup band Kristen One Way). Budi Haryanto yang menuliskan bagian refrainnya, sedang Tommy Widodo yang membuatkan bagian baitnya. Budi Haryanto kini sudah tidak ada lagi, dia telah meninggal dunia dengan meninggalkan istri dan seorang anak yang tuna rungu.

Tommy yang juga sahabat Budi semenjak sekolah dan gereja dahulu menyaksikan tentang kehidupan Budi Haryanto. Meskipun hidupnya sederhana, penuh pergumulan dengan anaknya yang cacat, menderita sakit, Budi tetap bisa berkat lewat lagu itu, bahwa semua yang Tuhan perbuat adalah baik.

Istri almarhum Budi Haryanto yakni Yani juga menyaksikan kebaikan Tuhan dalam kehidupan keluarganya. Waktu itu Budi Haryanto mesti menjalani terapi penyakit di Temanggung, sementara ibu Yani harus bekerja di Solo membiayai keluarga. Dua minggu sebelum meninggal, dalam pertemuan terakhir mereka, Pak Budi yang sudah sangat kurus, hanya kulit yang membalut tulang, berpesan kepada Ibu Yani untuk tetap melayani Tuhan dengan setia.

Kini lagu Semua Baik telah dikenal luas oleh masyarakat gereja. Beberapa bahkan ada yang mengkategorikan lagu ini selevel dengan ‘Amazing Grace’ karya John Newton. Lagu Semua Baik menjadi warisan bagi sang penulis dan sangat menolong orang-orang Kristen yang kini berada di masa-masa sulit untuk tetap mempercayai bimbingan dan rencana Tuhan.

Terakhir kali saya dan Mama menyanyikan lagu ini hari Rabu lalu, saya kemudian berdoa pula untuk Mama di ulang tahunnya. Dan saya sungguh merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Di saat yang berat dan sulit, Allah tetap ada bersama dengan saya, menopang dan menolong. Memegang terus tangan saya meskipun kadang saya tak menyadari-Nya.

Sumber gambar: http://www.reenactingtheway.com
Bahan bacaan: http://www.majalahpraise.com/

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.