Browse By

Pengolahan Limbah Radioaktif

Kita telah membaca macam-macam limbah radioaktif dan betapa sulitnya proses pengolahan limbah radioaktif tersebut, yakni proses pengolahan limbah radioaktif berkadar rendah di Rokkasho, Jepang. Kini kita akan beralih ke pengolahan limbah radioaktif berkadar tinggi. Tempat pengolahan limbah radioaktif berkadar tinggi seperti ini belum ada di dunia, namun kini Prancis tengah melakukan penelitian dan merancang pembangunannya. Kelak pada 2025, tempat pengolahan ini akan dibuka dan siap melakukan pengolahan limbah radioaktif berkadar tinggi.

Saya berharap dengan membaca artikel ini, teman-teman bisa jadi lebih paham mengenai sulitnya melakukan pengolahan limbah radioaktif. Ke depannya, semoga pengetahuan ini bisa dipergunakan untuk diskusi dan debat tentang pembangunan PLTN di Indonesia.

Perbedaan Limbah Radioaktif Berkadar Tinggi dan Rendah

Limbah radioaktif berkadar rendah yakni komponen-komponen yang bersentuhan langsung dengan bahan bakar nuklir dan peralatan dan pakaian yang digunakan oleh petugas. Karena sifat radioaktifnya tidak terlalu tinggi, dengan mengubur limbah ini dalam tanah, pengaruh sifat radioaktifnya bisa dikurangi hingga tidak membahayakan. Kita bisa lihat proses ini di video pengolahan limbah radioaktif di Rokkasho, Jepang.

Tapi, pengolahan limbah radioaktif berkadar tinggi tidak sama dengan yang berkadar rendah. Ini disebabkan tingginya sifat radioaktif dari limbah. Jadi meskipun dikubur, sifat radioaktifnya masih berbahaya bagi manusia.

Pengolahan Limbah Radioaktif

Pengolahan Limbah Radioaktif – Gambar limbah radioaktif di bejana reaktor PLTN (sumber : blogs.dickinson.edu)

High-level waste atau limbah radioaktif berkadar tinggi adalah bahan bakar nuklir yang telah habis dipakai selama 3 tahun dari bejana reaktor. Limbah berkadar tinggi ini hanya sekitar 3% dari total seluruh limbah, namun mengandung radioaktif pekat hingga 95%. Seiring dengan daur ulang dan pemakaian kembali bahan bakar nuklir, volumenya memang terus menyusut, namun tingkat radioaktifnya terus meningkat dan sangat berbahaya. Jika terus dibiarkan ada dalam bejana reaktor, sifat radioaktif bisa saja menyebar ke seluruh bangunan PLTN. Resiko dan biaya perawatannya juga sangat mahal.

Recommended for you

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.