Browse By

Pengalaman Penerbangan Siang ke Jepang

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, perjalanan pulang ke Jepang tahun ini tidak seperti biasanya. Biasanya saya naik penerbangan malam Garuda Indonesia (terbang dari jam 24.00 dan tiba jam 09.00), kali ini saya naik penerbangan pagi-sore (09.00-22.00).

Penerbangan siang-sore ini juga bukan penerbangan langsung, melainkan harus transit lebih dahulu di Bandara Kuala Lumpur International Airport. Saya terbang jam 09.15 dari Jakarta, lalu tiba di Bandara Kuala Lumpur International Airport pukul 12.00 (beda waktu plus satu jam dengan Jakarta). Penerbangan kemudian dilanjutkan dengan pukul 14.30 sampai 22.00 (beda waktu satu jam).

Pada artikel sebelumnya saya telah menuliskan lengkap pengalaman saya berkeliling Bandara Kuala Lumpur International Airport. Kini saya akan melanjutkan tulisan saya dengan pengalaman penerbangan sore hari menuju ke Jepang.

Untung Rugi Penerbangan Siang ke Jepang

Penerbangan Siang ke Jepang

Penerbangan Siang ke Jepang

Penerbangan siang-sore hari sungguh sangat berbeda dengan penerbangan malam hari. Perbedaan mendasarnya ada dua: aktivitas orang dalam pesawat dan keadaan luar pesawat. Pada penerbangan malam, ketika pesawat lepas landas suasana di luar sangat gelap sehingga orang pun bersiap-siap segera tidur. Namun pada penerbangan siang ini, orang-orang masih sibuk meski pesawat sudah mengudara lama. Saya memperhatikan ada orang yang merias wajah, membaca buku novel tebal atau buku bacaan tipis, ada pula yang bermain game.

Saya sendiri mengeluarkan handphone dari tas kecil coklat saya dan mulai membaca buku elektronik. Kala itu saya membaca buku dari Philip Yancey berjudul “The Question That Never Goes Away”. Buku elektronik ini sebelumnya sudah saya masukkan handphone sebelum kepulangan ke Indonesia, dan terus saya baca di kala senggang. Dan di penerbangan sore ini saya menyelesaikan membaca buku ini.

Penerbangan siang memang enak. Suasana dalam pesawat relatif lebih ramai dan terang, dibandingkan penerbangan malam yang lengang dan gelap. Waktu keluarnya makanan juga pas. Ada snack kecil pada jam 4 sore, dan makan malam pada jam 7 malam. Bandingkan dengan penerbangan malam yang snacknya jam 2 malam, dan makannya jam 5 pagi. Tapi ada juga kekurangannya. Waktu kita seakan terbuang percuma dalam perjalanan 7 jam menuju ke Jepang. Kita kehilangan satu hari. Kalau penerbangan malam, kita hanya kehilangan satu malam yang bisa kita pergunakan untuk tidur.

Kabin Air Asia penerbangan siang ke Jepang

Kabin Air Asia penerbangan siang ke Jepang

Sekali lagi karena saya tidak memesan makanan, saya pun hanya bisa memejamkan mata dan berusaha istirahat mengingat perjalanan masih panjang nantinya. Untung saja tadi siang saya sempat makan wafer, kue bolu meranti, roti sosis, dan roti kecil lainnya sehingga perut saya tidak terlalu kelaparan. Namun mungkin karena kehausan dan udara dalam kabin yang kering, saya berulang-ulang batuk. Tapi Puji Tuhan, batuknya bisa mereda sehingga tidak mengganggu orang di sebelah saya.

Dua kali makanan dikeluarkan namun saya tidak terbangun sama sekali. Mungkin karena tempat duduk yang nyaman di baris depankah atau alasan lain, saya bisa menikmati penerbangan siang itu. Baru sekitar pukul setengah sembilan malam saya terbangun karena pesawat berguncang agak keras. Pengumuman untuk tidak ke toilet dan mengencangkan sabuk pengaman juga diperdengarkan di dalam kabin.

Meskipun sempat berguncang dan naik turun beberapa saat, namun Puji Tuhan pesawat akhirnya bisa mendarat di Tokyo Haneda International Airport pukul 22.00. Saya pun segera merapikan barang dan turun setelah pesawat berhenti dan mendarat di Bandara yang dibangun di atas laut tersebut.

Tokyo Haneda International Airport

Tokyo Haneda International Airport

Demikian kisah pengalaman saya kembali ke Jepang dengan penerbangan siang. Kesimpulannya adalah kalau naik penerbangan siang, suasana yang lebih hidup dan ramai dan membuat kita merasa lebih tenang. Namun waktu satu hari kita juga terbuang dalam perjalanan di udara.

Semoga kisah pengalaman saya bisa bermanfaat bagi teman-teman yang bingung memilih penerbangan malam atau penerbangan siang. Sekian.

Sumber Gambar : smh.com.auwww.nssmc.comwww.jaunted.com

Recommended for you

3 thoughts on “Pengalaman Penerbangan Siang ke Jepang”

  1. [email protected] says:

    you the real mvp . saya ingin seperti anda. terima kasih sudah memberikan saya motivasi

  2. dwi astryani says:

    setelah sampai ke jepang pukul 22.00 bagaimana menuju kota apakah outlate penjualan kartu pasmo suica atau semacamnya masih buka?

    1. Daniel Sihombing says:

      Ibu bisa membelinya di vending machine bu di stasiun-stasiun kereta di Jepang.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.