Browse By

Selamat Hari Ibu bagi Seluruh Ibu di Indonesia

selamat hari ibu bagi ibu di Indonesia

selamat hari ibu bagi ibu di Indonesia

Selamat Hari Ibu bagi Seluruh Ibu di Indonesia! Setiap tanggal 22 Desember, orang-orang di Indonesia merayakan hari ibu. Lini masa media sosial dipenuhi dengan foto kebersamaan dengan ibu lengkap dengan kata-kata penggugah rasa yang tidak jauh dari ucapan syukur dan terima kasih kepada Ibunda. Saat mayoritas wilayah lain di dunia merayakan Mother’s Day pada minggu kedua Bulan Mei, hanya Indonesia dan Panama (8 Desember) saja yang merayakan Hari Ibu di penghujung tahun, bulan Desember. Di tengah-tengah ketidakpastian akan ekonomi dan politik di tahun 2017 mendatang, entah mengapa hati menjadi jauh lebih tenang dan bersukacita saat mengingat kembali ibu.

Kami bersyukur akan kehadiran seorang perempuan yang sudah mengandung, melahirkan, merawat, mendidik, dan berupaya segala cara untuk membahagiakan anak-anaknya. Segala jerih lelah dan kesabaran itu terus ada selama puluhan tahun hingga pada akhirnya mereka menutup mata dan meninggalkan dunia.  Mereka melakukannya dengan tulus tanpa keinginan untuk dibalas. Kata mama, ya memang sudah hakekatnya seperti itu. Seorang ibu [dan juga ayah] akan melakukan yang terbaik, lalu anak-anaknya pun melakukan hal yang sama.

Teladan Papa dan Mama

Foto bersama papa dan mama

Percaya atau tidak, kehadiran kita di dunia ini pun sudah direncanakan. Begitu luar biasanya sehingga setiap anak lahir dan besar dengan kondisi yang unik. Mungkin ada yang dimanja karena anak bungsu, ada yang begitu diperhatikan karena kelahirannya ditunggu, ada juga yang harus ditinggal bekerja sejak kecil. Ada yang ramah dan supel karena orangtuanya, ada juga yang lebih tertutup. Segala macam karakter anak itu unik, dan saling melengkapi.

Di hari yang spesial ini, saya ingin berbagi mengenai 2 hal yang paling dipelajari dari sosok ibu atau mama saya sering memanggilnya. Pertama, mengutamakan pendidikan dan semangat belajar daripada yg lain [uang]. Sejak kecil, mama tidak pernah mikir 2 kali buat membeli buku. Saya masih ingat mama membelikan kami buku pintar seharga 40 ribu yang dulu setara dengan harga sekarung beras. Begitu juga dengan sekolah dan les Bahasa Inggris adik dan saya. Kini, saat adik dan saya sudah lulus sarjana dan tengah kuliah Master, saya begitu bersyukur punya ibu yang mengutamakan pendidikan.

Yang kedua, mama begitu care atau perhatian dengan orang lain. Saya banyak belajar banyak untuk berdoa, memberi perhatian, menjenguk orang sakit, melayat yang meninggal, bahkan dengan senang hati masak ayam dan mau repot-repot untuk orang lain. Adik dan saya pun jadi terbiasa untuk memberi perhatian kepada orang lain dan juga ikut serta dalam pelayanan.

Nah, saya ingin juga menambahkan pendapat dari para pembaca website danielnugroho.com yang dengan senang hati berbagi melalui email dan komentar. Berikut ini jawaban mereka, yang semoga bisa kembali mengingatkan kita untuk bersyukur dan berterima kasih kepada ibu kita.

Emak itu…
  1. Pintar Masak : dia tidak senang kami anak-anaknya beli makan di luar. Dia selalu cepat belajar aneka masakan, agar kami tidak sering jajan. Karena kuatir dengan jajanan yang tidak sehat di luar.
  2. Rajin : Dulu waktu kecil emak tiap pagi bangun jam 5 dan berdoa singkat. Lalu pergi ke dapur untuk masak sarapan kami. Tiap natalan emak akan mengusahakan membelikan kami baju natal walaupun dia sendiri tidak membeli baju barunya.
  3. Hemat : aku banyak belajar management keuangan dari si emak. Sejak kecil emak sangat irit.
  4. Friendly : emak paling cepat akrab dengan orang. Aku pun banyak belajar cara bersosialisasi dengan orang lewat gaya emak.
Pelajaran dari Ibu…
  1. Rajin: tiap hari dari pagi hingga malam ngurusin  rumah dan merawat anak dengan tidak mengeluh.
  2. Disiplin: tiap hari di rumah mendoakan keluarga dengan menyebut nama anggota keluarga. Ibu juga bisa mengelola uang belanja dengan ketat.
Yang paling diingat dari Mama…
  1. Tiap pagi Mama mendoakan Papa dan kami anak-anaknnya satu persatu. Di doa mamaku namaku disebut. Selain kami masih banyak lagi orang2-orang yang Mama doakan tiap pagi.
  2. Setiap kali terima gaji PNS yg tak seberapa dari Papa, Mama langsung potong 10% untuk pekerjaan Tuhan. Selebihnya dikelola dengan bijak dan cermat sampai lewat tiap bulan, hingga ketiga anaknya lulus sarjana dan lunas punya rumah sendiri tanpa pernah pinjam uang dari orang lain (malah memiutangi orang). Tanpa Mama rasanya itu tak mungkin.
Ibu saya…
1. Rajin, dia bangun jam 4 pagi siapain sarapan utk suami dan 6 anaknya, bahkan ketika kurang sehat pun tetap lakukan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga.
2. Pendoa, ibu selalu mendoakan kami sampai berlutut di kamarnya, saat ia sendiri menunggu suami pulang pelayanan dan anak-anak pulang sekolah. Bahkan ketika berbelanja di pasar ia berdoa supaya Tuhan jaga matanya fokus pada apa yang perlu dibeli karena uang terbatas.
Nah, semoga kisah atau cerita mengenai hal yang paling diingat dari ibu di atas bisa membuat kita merenung sejenak. Bersyukur kepada Allah atas kasih-Nya melalui seorang ibu dan juga ayah. So, apa yang kamu paling ingat dari ibu?

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.