Share!

Pada Ibadah Minggu kemarin, saya tertegun dan terharu oleh kesaksian seorang jemaat. Beliau adalah Bapatua Silaban. Saya memanggilnya Bapatua bukan karena dia abangnya papa saya, tapi karena dia bermarga Silaban. Silaban dan Sihombing itu bersaudara, jadi saya memanggilnya Bapatua, hehe. Bapatua bersaksi mengenai perjalanan hidupnya selama 4 tahun di Jepang sekaligus minta ijin kembali ke tanah air Indonesia.

indah rencanaMu Tuhan

indah rencanaMu Tuhan

Indah RencanaMu Tuhan

Bapatua bercerita banyak mengenai bagaimana dia sampai di Jepang, dan perjalanan hidupnya selama di negeri matahari terbit ini. Ada banyak suka duka, tawa dan juga tangis, yang mengiringi perjalanan hidupnya. Tapi meskipun begitu, Bapatua selalu aktif dalam kegiatan persekutuan baik di Gereja maupun di perkumpulan orang Batak di Jepang. Bapatua selalu aktif memimpin paduan suara kaum bapak dan kaum ibu di Gereja. Mereka juga aktif mempersembahkan pujian setiap bulannya. Selain itu, saya juga mengenal Bapatua yang juga menjadi penasihat di perkumpulan masyarakat Batak di Jepang (Permata Sakura). Dia selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dan selalu mengayomi semua anggotanya termasuk saya sendiri.

Dari meja pelayan proyektor, yang posisinya paling dekat dengan mimbar, saya bisa melihat jelas matanya yang mulai berkaca-kaca saat bersaksi. Sambil mendengarkan kesaksiannya, saya pun ikut terharu. Saya teringat dengan Bapatua Lina dan juga Papa serta Mama yang begitu aktif mengikuti arisan atau acara-acara keluarga Batak. Tuhan terus menunjukkan orang-orang yang jadi teladan baik bagi saya.

Teladan untuk aktif mengikuti acara-acara keluarga. Teladan untuk aktif memimpin acara ibadah dalam acara keluarga. Teladan untuk aktif memberikan pendapat dan saran. Teladan untuk memberikan bantuan moril maupun materiil. Teladan untuk setia di dalam Tuhan. Dan sepanjang hidup saya, tidak pernah saya jumpai cara pandang orang Batak yang berseberangan. Semuanya satu. Hidup untuk keluarga, saudara, dan untuk Tuhan.

Di akhir kesaksiannya, dia menyanyikan lagu “Indah RencanaMu Tuhan.” Dengan napas yang sedikit terbata-bata karena rasa haru, suara khas Batak masih saja elok terdengar. Dari tempat duduk proyektor di depan, saya begitu merasakan luapan ucapan syukur dari Bapatua kepada Tuhan melalui lagu itu. Sungguh indah rencanaMu Tuhan.

Lagu Indah RencanaMu Tuhan

Indah rencanaMu Tuhan
Didalam hidupku
Walau ku tak tahu
Dan ku tak mengerti
Semua jalan-Mu

Dulu ku tak tahu Tuhan
Berat ku rasakan
Hati menderita
Dan ku tak berdaya
Menghadapi semua

Tapi ku mengerti sekarang
Kau tolong padaku
Kini melihat dan ku merasakan
Indah rencana-Mu

Tapi ku mengerti sekarang
Kau tolong padaku
Kini ku melihat dan ku merasakan
Indah rencana-Mu

link video di Youtube: Indah Rencana-Mu Tuhan