Browse By

Hidup seperti Bermain Bowling

Sudah lama saya ingin menuliskan beberapa notes-notes yang saya miliki selama tinggal di Filipina awal tahun kemarin. Namun sayang, kesibukan lain cukup banyak menyita waktu saya, sehingga baru sempat membagikannya kepada para pembaca setia danielnugroho.com. Kali ini adalah saya ingin berbagi mengenai refleksi dan perenungan saya saat mencoba bermain bowling bersama dengan rekan-rekan kerja satu divisi yang ada di Filipina. Hidup seperti Bermain Bowling: Sebuah Pelajaran dari Permainan Bowling.

Sebelumnya, saya tidak pernah bermain bowling sama sekali selama ada di Indonesia. Namun, jumat sore itu saya ikut bergabung bersama dengan teman atau kolega kerja saya bermain bowling di Sports Center yang ada di Alabang Town Center, sekitar 5 kilometer dari Tribeca Residences, apartemen tempat saya tinggal di Filipina. Nah, berhubung basket, bowling, dan dart adalah olahraga favorit masyarakat Filipina, tidak heran jika saya bisa menemukan lapangan basket, arena bermain bowling di mal atau pusat perbelanjaan di sekitar Sucat dan Manila. Bahkan dart yang hanya memerlukan papan berbentuk lingkaran dengan pin-dart berukuran kecil bisa ditemukan di warung-warung pinggir jalan sekalipun. Nah, hari Jumat tanggal 3 Juni 2016 itu, sepulang kantor  saya pergi bersama dengan teman-teman untuk bermain bowling bersama.

persiapan bermain bowling

persiapan bermain bowling

Sambil menunggu persiapan arena, kami pun menyantap makanan yang sudah dipesan. Menu makanan malam itu adalah spaghetti keju daging, daging babi saos barbekyu, dan juga kentang goreng. Semuanya berukuran besar dan disantap bersama-sama. Kami juga sambil memakai sepatu khusus bowling yang memang mencegah kita terpeleset saat melontarkan bola bowling karena lantainya yang khusus dari kayu, lebih licin daripada lapangan basket dalam ruangan.

Bermain bowling mengingatkan saya akan makna kehidupan ini, khususnya jika kita melihatnya dalam nilai-nilai Kristiani. Setidaknya ada lima hal  yang saya pelajari.

Pertama, sebelum bermain bowling, kita harus berganti sepatu, istilahnya kita harus melakukan persiapan dahulu. Selagi bisa, lakukan persiapan semaksimal mungkin. Jika mau ujian, ya harus belajar dan berlatih soal-soal. Jika mau pergi ke suatu tempat, cari tahu alamat dan patokan tempat tujuan kita. Begitu pula untuk bekerja, menikah, atau menyekolahkan anak. Selagi bisa, kita harus mempersiapkan diri. Saya pernah membaca suatu artikel, selain akhlak dan akal budi, yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lainnya adalah kemampuan kita untuk merencanakan atau mempersiapkan sesuatu. Nah, dengan waktu dan kesempatan yang kita miliki, mari lakukan persiapan. Melakukan persiapan baik berarti kita sudah mempersiapkan keberhasilan, sementara gagal mempersiapkan berarti kita mempersiapkan kegagalan.

Kedua, sebelum bermain bowling, kita harus memilih bola yang akan kita mainkan. Saya baru tahu ternyata bola bowling itu dibedakan berdasarkan berat dan ukurannya. Nomor bola yang makin besar berarti ukuran dan beratnya yang makin besar. Dalam fisika, massa berbanding lurus dengan momentum yang dihasilkan. Artinya, semakin berat bola, tenaga untuk “memukul” barisan pin bowling akan  semakin besar pula, yang memberikan kesempatan kepada kita untuk “strike” (istilah untuk menjatuhkan semua pin). Namun, bukan berarti kita harus memilih bola yang berat, yang bakal menyusahkan kita saat bermain. Kita harus merasakan mana bola yang cocok, baik lubang untuk tangan, berat, hingga kenyamanan tangan kita saat mengayunkan bola. Dalam kehidupan ini, selain melakukan persiapan, kita juga harus pandai memilih. Hidup kita berjalan dengan pilihan-pilihan yang kita ambil. Memilih sekolah di mana. Lalu kerja di mana. Memilih pasangan hidup. Lalu memilih membeli rumah. Hampir tiap hari kita memilih. Pastikan teman-teman memilih dengan tepat, yang nyaman, dan tentunya sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan.

Ketiga, lakukan segala sesuatu dengan perhitungan atau pemikiran yang serius. Jangan melakukan asal-asalan atau dengan tergesa-gesa. Saat saya melemparkan bola bowling, saya harus melakukan perhitungan: menarik nafas, mengalirkan tenaga untuk mengayunkan tangan dan mengatur kekuatan lemparan (yang nanti akan menentukan kecepatan bola) dan juga arah lemparan. Tanpa perhitungan, bola akan melipir ke samping dan tidak mengenai pin bowling. Dalam kehidupan ini, jangan melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, lakukan perhitungan dengan serius sebelum mengambil keputusan. Selalu pikirkan resiko, dampak, dan konsekuensi yang harus kita tanggung.

Selanjutnya, jangan mudah menyerah karena selalu ada bola kedua. Dengan kata lain: jangan mudah menyerah. Di beberapa kesempatan, saya pernah “strike” namun juga pernah melipir ke samping dan tidak mengenai pin satu pun. Dalam kehidupan ini, kadang kita menemukan kondisi gagal atau tidak sesuai dengan harapan kita. Kita gregetan dan tidak percaya. Bagaimana mungkin? Padahal, kita sudah melakukan persiapan dengan baik. Sudah pula memilih dan melakukan perhitungan dengan baik. Namun, kita tetap gagal. Di saat itulah, kita jangan putus asa dan malah “down”. Segera bangkit dan sadarlah, ada bola kedua atau kesempatan lain yang siap menanti kita. Ada beberapa kesempatan, teman saya terlalu fokus dengan kegagalannya melempar di kesempatan pertama,  hingga lupa bahwa dia punya bola kedua. Karena kaget dan belum fokus sepenuhnya, bola kedua pun tidak banyak menghasilkan poin. Begitulah hidup kita, jangan sampai kita terlalu terfokus pada kegagalan dan tidak melihat kesempatan yang datang berikutnya.

Yang kelima dan terakhir, permainan akan terus berlanjut. Kesempatan melemparkan bola akan terus kita peroleh. Namun pada akhirnya akan ada saatnya waktu kita habis dan kita akan mengakhiri permainan. Begitulah kehidupan kita. Selalu ada akhir perjalanan kita di dunia ini. Suatu hari kelak, kita akan meninggalkan seluruh kehidupan ini dan kembali kepada Bapa. Namun, bukan berarti kehidupan kita ini tidak berarti sama sekali. Tujuan hidup kita sudah tercapai. Begitu juga skor kita sudah dicatat dalam papan layar. Ada juga kenangan dan canda tawa bersama dengan teman-teman yang bermain bersama kita. Hidup kita pun hendaknya meninggalkan kebaikan dan kenangan yang indah: baik bagi pasangan dan keluarga, teman, dan juga orang-orang yang mengenal kita. Itulah makna kehidupan yang sejati. Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan melakukan tujuan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pengalaman bisa bermain bowling ternyata berakhir baik. Dari tiga game yang kami lakukan, saya dua kali berada di posisi ketiga terbaik dari enam orang dan posisi pertama dari lima orang. Teman-teman yang lain pun memberikan pujian bagi saya yang belum pernah bermain bowling sama sekali. Hari sudah semakin malam. Saya pun pulang bersama dengan Sir Chris yang pulang searah dengan apartemen saya. Kenangan manis dan juga refleksi kehidupan yang kelak akan saya ingat sampai nanti.

papan skor setelah bermain bowling

papan skor setelah bermain bowling

Alabang, Muntinlupa, Filipina, 3 Juni 2016

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.