Browse By

Rencana Pergi ke Jepang

Tanggal 16 Maret 2015. Tanggal yang tak mungkin terlupakan bagi saya dan Papa, Mama, dan Abang. Inilah hari Papa, Mama, dan Abang pergi ke Jepang untuk berlibur sekaligus menghadiri wisuda kelulusan saya setelah 4 tahun berkuliah di Jepang. Dalam beberapa tulisan berseri ke depan, ijinkan saya menuliskan kenangan dan juga pengalaman perjalanan kami selama di Jepang hingga kembali ke Indonesia. Ini hanyalah sebagai tulisan kenangan sehingga kami tidak lupa akan kebaikan dan penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan keluarga kami semua. Selamat membaca.

Rencana Pergi ke Jepang

Rencana Papa, Mama, dan Abang pergi ke Jepang sebetulnya sudah dipastikan sejak tahun lalu. Karena tanggal wisuda kelulusan sudah keluar yakni hari Jumat tanggal 20 Maret 2015, saya pun segera menyampaikannya kepada Mama waktu itu lewat skype. Karena tahu bahwa harus pergi satu rombongan dengan teman-teman lain di hari Minggu, saya berpikir, di minggu terakhir mungkin tidak sempat ke gereja. Jadilah saya rencanakan Papa, Mama, dan Abang pergi ke Jepang terbang dari hari Jumat malam, dan tiba hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Terbang dari Jakarta hari Jumat malam, dan tiba Sabtu pagi kemudian beristirahat sehingga bisa pergi ke gereja di Hari Minggunya.

Namun, rupanya karena ada acara di hari Sabtu tanggal 14 Maret itu, rencana kedatangan Papa, Mama, dan Abang ke Jepang mesti diubah. Jadilah saya terus mengecek harga tiket pesawat di internet tiap harinya dari bulan September 2014. Sambil membandingkannya dengan nilai tukar dolar ke yen, saya memperkirakan waktu terbaik untuk mendapatkan tiket termurah. Waktu itu tepat kebijakan ekonomi Jepang baru digulirkan yang menyebabkan nilai tukar dolar ke yen makin melemah. Beberapa kali bercerita dengan Mama dan Abang lewat skype, akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket ke Jepang tanggal 15 Maret 2015. Untuk tiket pulangnya ke Indonesia, saya memperkirakan pulang tanggal 23 Maret (dan ternyata ini tepat sesuai perkiraan saya). Jadilah saya tanggal 31 Oktober 2014, membeli tiket pesawat pulang pergi untuk Papa, Mama, dan Abang. Itu 4 hari setelah paspor Papa, Mama, dan Abang selesai diurus di kantor imigrasi Jakarta. Saya ingat waktu itu Abang telah dibuatkan paspor oleh kantornya, Mama memperpanjang masa berlaku paspor yang hampir habis, sedangkan Papa membuat paspor yang baru.

E-Ticket yang dikirimkan ke email juga segera saya forward ke Abang, dan minta tolong Abang untuk mencetak dan menyimpannya untuk nanti kepergian ke Jepang. Beberapa hari kemudian, saat iseng-iseng melihat harga tiket pesawat di internet, saya melihat harganya sudah naik sekitar 20 persen. Waktu itu harga nilai tukar dolar juga melemah, sehingga tentu akan makin banyak uang yen yang terpakai untuk membayar tiket. Puji Tuhan, pembuatan paspor berjalan dengan lancar sehingga tiket pesawat juga bisa cepat dibeli. Puji Tuhan juga, waktu itu saya menonton berita yang menjelaskan nilai tukar yen akan makin melemah di kemudian hari, sehingga saya bisa cepat ambil keputusan untuk membeli tiket pesawat dengan harga yang masih belum terlalu mahal.

Di bulan Desember saya juga mengisi daftar nama anggota keluarga yang akan pergi ke Jepang dan memberikannya kepada Sensei Koordinator mahasiswa asing. Dengan membuat surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Rektor, maka akan makin cepat pembuatan visa Jepangnya. Bulan Januari 2015 saat Sensei memberikan surat yang telah jadi kepada saya, saya segera men-scan-nya dan mengirimkannya kepada Abang. Beberapa dokumen lain seperti surat tanda tempat tinggal, fotokopi kartu identitas di Jepang, dan jadwal harian selama di Jepang dari halaman website Kedutaan Besar Jepang di Indonesia juga saya isi dan kirimkan ke Abang.

Abang dan Mama pun kemudian mengambil satu hari cuti libur dan pergi ke Kedutaan Besar Jepang mengurus visa di pagi hari. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar, dan proses pembuatan visa bisa segera dimulai. Tiga hari kemudian, Mama mengambil visa yang sudah jadi ke Kedutaan Besar Jepang. Akhirnya seluruh dokumen dan syarat-syarat yang diperlukan untuk pergi ke Jepang sudah beres semuanya.

Sumber gambar: www.andreainnocent.com

Pergi ke Jepang

Pergi ke Jepang

Recommended for you

One thought on “Rencana Pergi ke Jepang”

  1. emiko says:

    Halo…apakah msh di chiba? Sy sedang buat itin buat orgtua sy yg akan ke jep next year? Apakah bole sy tanya2…kalo bole, tlg email saya…thanks lots!

Leave a Reply

Your email address will not be published.