Browse By

Pergi Menjemput ke Bandara Haneda

Pagi hari tanggal 16 Maret 2015. Meskipun udara dingin masih tersisa, namun karena cerahnya mentari di pagi itu, suasana terasa hangat. Setelah merapikan barang-barang dan mempersiapkan diri, saya pergi menuju ke Bandara Haneda. Keluar dari rumah sekitar pukul 07.15, saya mampir untuk membeli onigiri atau nasi kepal sebagai bekal makan pagi. Lalu kemudian saya menuju ke stasiun Higashi Fushimi dan naik kereta Seibu Line menuju Takadanobaba sekitar pukul 07.30. Suasana kereta waktu itu sangat penuh. Saya berdempet-dempetan sambil memegangi tas kecil coklat dan kantong kertas berisi syal siapa tahu Papa, Mama, atau Abang kedinginan.

Perjalanan ke Bandara Haneda

Kereta Seibu Line sempat berhenti beberapa kali di tengah jalan, karena ada kecelakaan kecil. Saya perkirakan akan terlambat sekitar 15 menitan sampai di bandara. Turun di Stasiun Takadanobaba, saya berpindah kereta ke JR Yamanote Line menuju ke arah Shibuya. Suasana kereta makin bertambah sesak, saya pun mesti pintar-pintar mengatur posisi supaya mudah turun dari pintu sebelah kanan di stasiun Shinagawa. Karena tahun lalu lewat dari sini ketika kembali dari Indonesia, saya masih ingat bagaimana rute tercepat untuk berpindah ke Keisei Line. Setelah melewati pintu karcis dan beberapa restoran serta cafe, saya turun ke lantai satu dan menuju ke platform Keisei Line. Lagi-lagi kereta Keisei pun penuh dengan penumpang-penumpang yang hendak bepergian membawa koper-koper besar ke Bandara Haneda.

Bandara Haneda Jepang

Bandara Haneda Jepang

Karena tiket yang dibeli via internet bertuliskan Bandara Haneda Terminal 1, saya pun memutuskan untuk turun di terminal 1, yang sekaligus juga pemberhentian terakhir Keisei Line. Karena sudah agak terlambat, saya takut pesawat Garuda Indonesia sudah mendarat terlebih dahulu. Akhirnya saya mencari kesana-kesini, melihat papan pengumuman, dan bertanya ke pusat informasi. Tapi saya tidak bisa menemukan Papa, Mama, dan Abang. “Ada di mana?” saya panik waktu itu.

Saya pun bertambah panik karena ada pesan dari Abang via line yang menanyakan posisi saya. Saya sempat bertanya kepada Abang, apakah ada penanda yang bisa dijadikan acuan atau tidak. Meskipun abang sempat mengirimkan beberapa foto keadaan bandara waktu itu, saya belum bisa memastikan di mana Abang berada. Sempat bertanya-tanya lewat Line, Abang berkata baterai handphone akan segera habis sehingga tidak bisa melanjutkan percakapan.

Saya pun sekali lagi menuju ke pusat informasi dan menunjukkan gambar yang dikirimkan Abang kepada sang petugas. Petugas itu langsung menjawab, ini bukan di terminal 1 namun di terminal internasional. Saya langsung teringat bisa jadi Papa, Mama, dan Abang menunggu di terminal internasional. Waktu itu saya teringat kejadian tahun lalu, saya mendarat di terminal 1 namun berjalan jauh menuju ke terminal internasional Bandara Haneda.

Sumber gambar : www.japan-guide.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.