Browse By

Perbedaan Agape dan Phileo

Kasih Agape, itulah kasih Allah pada manusia. Bahasa asli perjanjian baru membuat suatu perbedaan antara kasih Allah dan kasih manusia melalui kata AGAPE. Agape sendiri diartikan sebagai Kasih yang Ilahi, kasih yang mengorbankan diri, kasih yang aktif dan Kasih yang berkemauan (volitional). Kasih agape digunakan secara luas dalam perjanjian baru untuk menyatakan kasih Allah pada manusia. Lantas apa bedanya kasih Agape dan Phileo? Kita akan membahasnya lengkap di artikel ini.


Apa sebenarnya perbedaan Agape dan Phileo

Dalam surat 1 Yohanes 4 : 8 , dimana ditulis “Allah adalah Kasih” dalam bahasa Yunani ditulis “Theos ein agape” menyatakan bahwa Kasih Allah bukanlah kasih yang sama dengan manusia, karena kasih manusia adalah kasih PHILEO.  Kasih phileo kasih dikarenakan rasa persaudaraan, rasa kesamaan dengan sesama, kasih yang biasa dilakukan manusia. Pemikir yunani kuno kerap menyebut kasih phileo adalah kasih yang penuh dengan maksud dan merupakan media agar saling menguntungkan sesama. Kasih manusia yang adalah kasih Phileo dibedakan menjadi 3 kategori:

  1. Kasih manusia atau Kasih PHILEO karena saling menguntungkan.
  2. Kasih manusia atau Kasih PHILEO karena saling menyenangkan.
  3. Kasih manusia atau Kasih PHILEO karena saling mengagumi.

Benarkah demikian definisi kasih manusia kita? Mungkin anda mulai memikir dan mengiyakan dalam hati,
kita melakukan kasih KARENA kita… ,
kita melakukan kasih SUPAYA kita…,
kita melakukan kasih ASAL kita…, jadi secara gampang manusia melakukan kasih tidak 100% tulus berbeda dengan Allah dalam wujud penyataanNya menjadi manusia,
DIA mengasihi bukan KARENA kita…,
DIA mengasihi bukan SUPAYA kita…,
DIA mengasihi bukan ASAL kita…,

Tetapi Tuhan kita yang menyatakan dirinya dalam manusia adalah kasih itu sendiri kasih, ya demikianlan Dia itu kasih adanya sehingga Dia tidak terdefinisikan menjadi suatu hal yang terpisah karena Dia adalah kasih dan kasih adalah Dia seperti yang dituliskan dalam 1 Yohanes 4 : 8

“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (THEOS EIN AGAPE).”

Sehingga kita tidak pernah bisa memisahkan entitas Allah dan Kasih itu sendiri, bahkan Yesus secara sadar dan sabar mengajarkan kasih ini kepada manusia kita ulang berulang dalam Injil, Dia menyatakan bahwa kita harus serupa dengan-Nya dalam mengasihi manusia dengan kata AGAPE, seperti halnya khotbah di bukit dan hukum kasih yang diucapkanNya.

Dalam khotbah dibukit tertulis :
“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah (AGAPE) sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah (AGAPE) musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Matius 5 : 43 – 44

Dalam hukum kasih kembali dituliskan AGAPE :
“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah (AGAPE) Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Matius 22 : 37 – 44

Mengapa Yesus menggunakan AGAPE sebagai simbol kasih yang “tepat”? Karena Allah tidak mau manusia mengasihi orang lain dengan kasih yang dangkal atau hanya sekedar kasih Phileo, yaitu kasih atas dasar sesama manusia dan karena sesungguhnya kasih Phileo itu hanyalah kasih manusia kasih yang cepat berubah ubah dan bermaksud, juga beralasan.

Allah tidak hanya memberikan perintah saja, namun Allah juga memberikan contoh dan teladan kasih tersebut. Dalam Injil digambarkan kasih Agape seperti yang dilakukan oleh Yesus dengan dalam hidup-Nya sebagai suatu bukti dari wujud kasih yang TIDAK bersyarat dan SUKARELA, kasih yang tidak membeda-bedakan dengan suatu maksud atau dengan suatu tujuan. Tujuan dan maksud hanyalah satu yaitu kasih itu adalah penyataan diri Allah pada manusia kita. Supaya kita bisa merasakan Kasih itu dan kita menjadi serupa dengan Kasih itu sendiri.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.