Browse By

Minggu Paskah

Setelah kita merayakan Jumat Agung, kini kita merayakan Minggu Paskah. Yesus yang mati dan dikuburkan. Namun, apakah cerita berakhir? Tidak, ternyata ini barulah awal dari cerita yang sesungguhnya. Ia bangkit dari kematian. Kuburnya telah kosong. Hari ini, mari kita merenungkan akan karya penyelamatan yang Yesus telah lakukan. Kami juga mengajak para pembaca untuk berdoa sejenak dan pergi ke gereja untuk merayakan Minggu Paskah.

Minggu Paskah Yesus Bangkit

Minggu Paskah Yesus Bangkit

Perayaan Minggu Paskah

Setiap tahun, umat Kristen merayakan Paskah. Mengapa kita harus merayakan Paskah berulang-ulang, padahal Yesus mati dan bangkit hanya satu kali? Mungkin itu pertanyaan yang kerap muncul dalam kehidupan iman kita. Sebenarnya, seluruh liturgi Jumat Agung dan Minggu Paskah yang setiap tahun kita rayakan itu bertujuan untuk menolong kita. Kita, manusia yang cenderung pelupa, akan terus diingatkan mengenai peristiwa yang benar-benar terjadi 2000 tahun yang lalu. Peristiwa bagaimana Yesus dicambuk, dipukuli, diludahi, dan mati di kayu salib. Lalu, Ia bangkit dan membuktikan kepada kita bahwa Ia menang atas maut dan dosa.

Peristiwa ini telah membuka engsel pintu sejarah umat manusia (seperti yang dikatakan Andy Crouch). Kematian dan kebangkitan Yesus di Minggu Paskah ini memulai babak baru dalam pemulihan relasi Allah dengan manusia. Tirai Bait Suci terkoyak, Allah yang dahulu sulit ditemui, dan harus melalui imam dan berbagai ritual pengumpunan dosa, kini menjadi Allah yang dekat. Yang bisa kita ajak bicara melalui doa kita kapan pun. Selain itu, kebangkitan Yesus juga menyatakan kemenangan kita atas dosa dan maut, dan kehidupan setelah kematian benar-benar ada.

Bisa dibilang Paskah adalah inti dari semua rencana Allah melalui Yesus Kristus di dunia ini. Ia lahir ke dunia dalam rupa seorang bayi lemah di palungan, di mana kita mengenalnya sebagai Hari Natal. Kemudian, Ia tumbuh dan menjadi besar, memberitakan kabar keselamatan kepada seluruh orang dari berbagai golongan, pemungut cukai, pelacur, nelayan, orang yang dikucilkan. Ia melakukan banyak mukjizat kesembuhan kepada orang berpenyakit kusta, buta, bisu, bahkan membangkitkan Lazarus dan pemuda di Nain dari kematian. Ia menjadi sosok yang begitu terkenal saat itu. Pada akhirnya, Ia dikhianati oleh murid-Nya sendiri, disiksa, dan disalibkan, dan mati tergantung di kayu salib, sebuah kematian yang begitu mengenaskan.

Mari kita merayakan Minggu Paskah hari ini. Mari kita menyelami begitu besarnya kasih Allah kepada setiap kita yang rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal, supaya kita memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Sumber gambar: hidupkatolik.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.