Browse By

Bukti Alkitab dapat Dipercaya

Tidak pernah berkurang orang yang menyangsikan kebenaran Alkitab. Ada yang beralasan karena Alkitab sudah diterjemahkan ke banyak bahasa, maka isi Alkitab pasti banyak berubah. Ada pula yang mencomot beberapa ayat sembarangan sambil menyatakan ketidakvalidan Alkitab. Alkitab sudah berubah dan tidak bisa dijadikan dasar kepercayaan, begitu teriak sebagian orang lain. Menghadapi kenyataan dan serangan bertubi-tubi seperti ini, bagaimana pendapat teman-teman? Bagaimana teman-teman menjelaskan kevalidan dan realitas serta kredibilitas Alkitab? Adakah Alkitab dapat dipercaya?

Mengapa Saya Yakin Alkitab dapat Dipercaya?

Banyak orang yang menjelaskan Alkitab adalah karya Allah bagi manusia. Dengan begitu, Allah akan menjaga isi Alkitab sehingga tidak bertentangan dengan kehendak Allah sendiri. Mereka menjadikan itu alasan dan bukti bahwa Alkitab dapat dipercaya. Namun, kali ini saya ingin membahas alasan lainnya. Alasan saya yakin Alkitab dapat dipercaya dari sudut pandang yang lain.

Karena ada kisah kematian Yesus di kayu salib, saya yakin Alkitab itu benar adanya. Alkitab dapat dipercaya.

Bukti Alkitab dapat dipercaya

Bukti Alkitab dapat dipercaya

Kematian Yesus ditulis di seluruh kitab Injil dan diberitakan ulang di beberapa surat lainnya dalam Perjanjian Baru. Misalnya saja dalam Kisah Para Rasul 2:23, “Dia [Yesus] yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh…” atau Kisah Para Rasul 4:10, “…Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati…” Ada juga penjelasan iman Paulus yang disampaikannya dalam 1 Korintus 15. Dari sini kita mengetahui bahwa seluruh penulis kitab dalam Alkitab menyatakan dengan jelas tanpa ragu bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Sang Penyelamat disalibkan dan mati, lalu bangkit pada hari yang ketiga.

Dari fakta di atas kita bisa menyimpulkan: kabar tentang kematian Sang Mesias yang ditunggu-tunggu orang Yahudi, Sang Raja Agung dari keturunan Daud, Sang Penyelamat yang dijanjikan Allah sejak beribu tahun sebelumnya tertulis dengan jelas dalam Alkitab. Tidak ada kabar yang sengaja dihilangkan atau disamarkan. Semuanya cocok dalam sejarah Yahudi.

Eh, tunggu dulu. Ya, benar kabar tentang kematian Yesus Sang Mesias tersurat di Alkitab. Lantas apa yang menjadikan itu dasar bahwa Alkitab dapat dipercaya?

Para penulis Alkitab adalah orang-orang Yahudi tulen. Mereka tahu tentang janji keselamatan Allah sejak jaman dahulu. Mereka tahu bahwa akan ada Sang Penyelamat yang akan melibas semua musuh dan menegakkan kembali kejayaan Bangsa Israel. Bisakah teman-teman membayangkan perasaan mereka ketika mereka melihat sosok Yesus yang lemah dan terpaku di salib? Mereka tentu kecewa, takut, dan malu. Malu mengakui bahwa Sang Penyelamat yang ditunggu-tunggu harus mati dengan cara paling memalukan dan paling hina di kayu salib.

Paulus dengan cerdas menyatakan hal ini. “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan” (1 Korintus 1:22-23).

Malu mereka makin bertambah pula. Ketika melihat gempa bumi dan kegelapan saat Yesus mati, orang-orang Yahudi yang menyangkal Yesus menjadi tahu bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah yang Mahakuasa. Bangsa Yahudi malu, bagaimana mungkin mereka menolak janji Allah bahkan menghukum mati Sang Penyelamat.

Karena rasa malu ini, mereka harusnya bisa saja mengurangi cerita Alkitab. Mereka bisa saja menyamarkan kisah kematian Yesus Sang Juruselamat. Mereka bisa saja mengacaukan kejadian penyaliban dalam sejarah. Kisah penyaliban yang hina, penyaliban yang cocoknya bagi para kriminal, budak, atau pengkhianat bangsa.

Kalau mereka hanya penulis abal-abal atau palsu, tentu mereka melakukan semua hal-hal di atas. Mereka mungkin merahasiakan dan menggubah cerita yang baik. Tidak menulis tentang kelemahan Sang Penyelamat, kehinaan orang yang dianggap Juruselamat. Tidak menulis skandal bagaimana orang Yahudi menghukum mati orang yang tidak bersalah. Tidak menulis kebodohan orang Yahudi yang menolak Juruselamat yang dijanjikan Allah dan bahkan menyalibkannya. Penulis Alkitab bisa saja menyembunyikan semua ini, peristiwa yang menghina bangsa sendiri. Tapi nyatanya, peristiwa penyaliban dan kematian Yesus tertulis lugas di Alkitab bukan?

Inilah buktinya bahwa Alkitab dapat dipercaya. Karena ada kisah penyaliban dan kematian Yesus Kristus lah, kita yakin Alkitab dapat dipercaya. Realitas serta kredibilitas Alkitab dapat dijadikan pegangan. Bukti bahwa para penulis Alkitab itu jujur. Dari sekian banyak kesempatan untuk mengubah cerita Alkitab, mereka tetap setia mempertahankan kisah yang sebenarnya. Kisah pilu penyaliban yang menyayat hati, menebar malu.

Saya akan menutup renungan kali ini dengan kesimpulan yang juga ditulis oleh orang Yahudi yakni Paulus:

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” (1 Korintus 1:18).

Sumber Gambar : marshill.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.