Browse By

Allah Penyembuhku!

“Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, “Aku mau; Jadilah engkau tahir. “ Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” Matius 8: 3 
Lagu “Allah Penyembuhku” adalah lagu “Most Played” alias paling sering didengarkan di music player handphone saya. Saya amat menyenangi lagu ini baik dari lirik maupun nadanya. Lagu ini amat menyentuh dari pertama mendengarnya hingga kini. Coba perhatikan liriknya, ini adalah respon manusia atas kebaikan Allah yang tak terbatas. Allah yang sanggup dan mau menyembuhkan. Allah yang mengobati luka dengan kasih dan bilur-bilur-Nya. Allah senantiasa mau menolong. Biarkan Allah yang bekerja dalam hidup kita, percaya saja, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita yang dulu sakit, dibuat-Nya sembuh. Ya benar, tidak ada yang mustahil di hadapan Allah. Sungguh, Allah Penyembuhku!
Saat dunia berkata tiada lagi harapanku
Aku datang berseru kepada-Mu O Yesusku
Kupercaya kepada firman-Mu
Kuasa-Mu yang menyembuhkanku Yesusku
Engkaulah penyembuhku
Dengan kuasa kasih dan bilur-bilur-Mu
Engkau pengobat lukaku
Tiada yang terlewati di dalam hidupku
Saat ku berseru
Engkau Yesus yang menyembuhkanku

Engkaulah penolongku
Dengan kuasa kasih dan anugerah-Mu
Engkau buka jalanku
Tiada lagi yang mustahil di hadapan-Mu
Saat ku percaya
Engkaulah Yesus yang menolongku

Seperti penderita kusta, mungkin kita tidak memiliki masalah percaya bahwa Tuhan dapat memberikan keajaiban kita, karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Ajaib. Kita percaya penuh akan kuasa dan keajaiban yang mampu Allah lakukan. Tapi kita mungkin bertanya-tanya apakah Dia akan melakukannya untuk kita? Apakah kita punya kesempatan merasakan mukjizat dan keajaiban itu? Saudaraku, biarkan tindakan Yesus dan jawaban si kusta menyelesaikan pertanyaan ini sekali dan untuk semua. Ia mengulurkan tangan-Nya, menyentuh kusta dan berkata, “Saya mau; jadilah sembuh!. “Dan segera, penderita kusta sudah sembuh.

Saya ingin Anda memperhatikan bahwa Yesus menjamah si kusta. Dia bisa menyembuhkannya dari kejauhan hanya dengan kata yang diucapkan. Ia menyembuhkan orang lain dengan cara ini seperti dalam kasus hamba perwira itu dan putri wanita Siro-Fenisia itu. Jadi mengapa Dia menyentuh penderita kusta?

Yesus tahu bahwa selama bertahun-tahun, penderita kusta telah terputus dari keluarga dan masyarakat, sehingga ia pasti merasa tidak manusiawi lagi. Saya percaya bahwa Yesus menjamah dia untuk membuatnya merasa manusia lagi, untuk membuatnya merasa dicintai dan diterima lagi. Sentuhannya mengungkapkan  bahasa kasih-Nya kepada penderita kusta.

Dapatkah Anda melihat hati Tuhan yang penuh kasih di sini? Dapatkah Anda melihat betapa Ia mencintai penderita kusta? Itulah betapa Dia mengasihi Anda! Hari ini Dia ingin Anda datang untuk mengetahui hati Tuhan cinta dan percaya bahwa Dia ingin Anda diberkati lebih dari yang Anda ingin diberkati dan marilah  Anda terima keajaiban Anda! Dialah Allah Penyembuhku!

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.