Browse By

Pentakosta Adalah Penggenapan Janji Allah

Pantekosta mungkin merupakan hari raya Kristen yang paling sepi dirayakan. Ketika Natal tiba orang banyak berbondong-bondong masuk ke Gereja mengikuti perayaan Natal. Bahkan ada juga yang merayakan Natal dari jauh-jauh hari, begitu juga Ibadah Natal hari pertama, kedua, dan sebagainya. Namun setelah tahun baru, animo jemaat gereja terasa mulai turun. Jumlah yang menghadiri Ibadah Paskah tidak seramai seperti Ibadah Natal. Jumlahnya terus berkurang hingga hari Minggu Pentakosta.

Renungan di Hari Pentakosta

Hari Pentakosta memang tidak menjadi hari libur Nasional seperti hari Jumat Agung atau Hari Kenaikan Tuhan Yesus. Namun, salahlah jika kita mengatakan hari Pentakosta hanyalah pelengkap hari raya umat Kristen. Sebab hari Pentakosta punya makna yang sama dengan Hari Natal dan Hari Paskah. Jadi apakah yang bisa kita renungkan tentang hari Pentakosta?

Pertama, hari Pentakosta adalah penggenapan seluruh sabda Yesus. Sabda yang diucapkannya di hari-hari terakhir menjelang penangkapan dan kematian-Nya di kayu salib.

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu (Yohanes 14:18). Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya (Yohanes 14:16). Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu (Yohanes 16:7).

Renungan hari Pentakosta

Renungan hari Pentakosta

Demikian juga dengan janji Yesus yang diucapkannya menjelang kenaikan-Nya ke surga. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8).

Di hari Pentakosta, semua janji Yesus tergenapi sempurna. Roh Kudus turun di atas para murid dalam rupa lidah-lidah seperti nyala api, dan membuat para murid bisa berkata-kata dalam beragam bahasa (bandingkan Kisah Para Rasul 2: 3-4). Beberapa waktu kemudian, Petrus berkhotbah dan menegaskan di depan banyak orang bahwa turunnya Roh Kudus adalah penggenapan janji Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 2:38-39).

Lebih jauh lagi, sebetulnya janji akan kedatangan Roh telah dinubuatkan sejak jaman nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Roh Kudus adalah yang dimaksudkan Allah dalam firman-Nya, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku” (Yeremia 31:33) dan “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36:26) serta “Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia…” (Yoel 2:28). Hari Pentakosta menjadi penggenapan seluruh janji dan nubuatan Allah tentang Roh Kudus.

Kedua, Pentakosta adalah permulaan proklamasi Injil. Dengan turunnya Roh Kudus, pekerjaan pemberitaan Injil diproklamirkan. Murid-murid yang dulunya takut keluar, jadi bersemangat pantang menyerah untuk memberitakan tentang Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian. Tiga ribu orang dari beragam daerah yang ada di Yerusalem waktu itu bertobat dan memberi diri dibaptis.

Mulai dari sejak itu pula para murid keluar dari Yerusalem dan menjelajahi daerah-daerah yang dahulu dianggap sebagai bangsa asing. Melalui pentakosta, para murid dan para rasul sadar bahwa Injil Yesus Kristus tidak hanya untuk orang Yahudi saja, namun juga untuk semua bangsa lain.

Kita bisa melihat bahwa hari Pentakosta memiliki makna yang sama dengan Natal dan Paskah. Pentakosta adalah penegasan seluruh janji Allah telah tuntas digenapi dalam Yesus Kristus. Lewat Pentakosta jugalah, kita diingatkan bahwa Yesus senantiasa menyertai kita. Yesus memang telah naik ke Sorga, namun Roh Kudus telah diberikan kepada kita, seperti yang kita rayakan di hari Pentakosta. Pentakosta adalah penggenapan, penggenapan janji Allah. Janji Allah yakni memberikan penolong bagi kita dan janji keselamatan bagi seluruh dunia.

Sumber gambar: enuc.wordpress.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.