Browse By

Natal Bukanlah Usaha Kita

Saat bulan Desember menjelang, semua orang disibukkan untuk menyiapkan natal. Mal-mal dan tempat-tempat umum berlomba-lomba menyulap diri dengan aneka aksesori natal, Pohon Natal dan hiasannya. Tidak hanya itu pengelola pusat perbelanjaan juga sibuk rapat dan berdebat, guna menyiapkan program dan produk khusus untuk meraih konsumen di perayaan Natal.

Gereja dan Perkumpulan Kristiani juga mulai disibukkan dengan latihan koor atau drama untuk memeriahkan ibadah natal. Panitia Acara Natal dibentuk dan sibuk menyiapkan konsep perayaan yang lebih menarik dari pada tahun sebelumnya. Susunan acara ibadah dan acara perayaan dibentuk agar seluruh jemaat bisa ikut serta. Persembahan dan sumbangan dijalankan agar acara Natal berjalan mulus.

Jemaat gereja dan perkumpulan juga tiba-tiba mengalami kenaikan yang signifikan di minggu-minggu pra-natal. Seluruh orang menjadi sibuk dan mau ikut serta mendekorasi gereja, remaja dan pemuda tiba-tiba rajin ikut kegiatan gereja, mereka ingin merayakan Natal dan menyambut Yesus sang Juruselamat.

Saya takut kita telah terjebak dalam Natal yang hanya sebagai perayaan. Kita menganggap Natal hanya sebuah acara hiburan rutin yang mesti dirayakan untuk menyambut dan mengingat kelahiran Yesus. Natal hanya dianggap hari mengucapkan selamat datang Yesus. Natal hanya acara bersama di akhir tahun, tidak lebih. Kalau seperti itu, kita tak akan pernah mendapatkan makna Natal. Kita justru hanya akan sibuk dan kelelahan, tak sukacita menjelang Natal.

Sebab Natal Bukanlah Usaha Kita

Natal bukanlah usaha kita

Natal bukanlah usaha kita

Dalam perjalanan dalam bus malam dari Kanazawa ke Tokyo, saya terus berpikir mengapa ada Natal? Yesus datang ke dalam dunia dan hidup di antara manusia, bukan karena manusia itu baik. Lantas, mengapa Yesus rela meninggalkan sorga dan datang ke dalam dunia yang jahat ini? Mengapa Yesus yang agung dan mulia mau turun ke dalam dunia yang hina ini? Apa sebabnya Yesus harus dilahirkan sebagai bayi? Mengapa Allah harus menjadi manusia? Apa sebabnya?

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:7-8)

Natal terjadi karena Allah sendiri. Natal bukan manusia yang merancangnya. Untuk itu tidak boleh ada panitia Natal yang menepuk dada berkata Natal tahun ini sukses karena panitia. Tidak boleh ada yang sombong dan berkata Natal tidak akan sukses kalau tidak ada saya. Tidak boleh ada yang memanfaatkan perayaan Natal untuk diri sendiri. Sebab Natal bukanlah usaha kita.

Natal bukan manusia yang memohon belas kasihan Allah, sehingga Allah terpengaruh. Natal bukan karena manusia baik, lalu Allah mengasihi kita sehingga Yesus datang ke dunia. Natal bukanlah usaha kita, bukan karena kita baik, namun hanya karena Allah saja. Hanya karena kebaikan dan kasih Allah saja.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)

Sumber gambar : davidteis.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.