Browse By

Berita Sukacita Natal

Berita kelahiran Yesus adalah berita sukacita Natal! Kita dapat menemukan kegembiraan dan sukacita besar menjelang Natal di seluruh kitab Injil. Berita sukacita bahwa Allah datang dan menggenapi seluruh janji-Nya pada manusia.

Berita Sukacita Natal bagi Kita Semua

Berita sukacita Natal

Berita sukacita Natal

Berita sukacita Natal dimulai sejak pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Tetapi malaikat itu berkata kepada Zakaria, “Jangan takut hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.” (Lukas 1:13-14)

Jauh sebelum Yesus lahir, berita sukacita Natal telah dinyatakan pada keluarga besar Zakharia dan Elisabet. Berita sukacita Natal telah dinyatakan sejak pemberitahuan kelahiran Yohanes Pembaptis, nabi yang mendahului Yesus dan mempersiapkan jalan bagi sang Juruselamat. Begitu besar berita sukacita Natal hingga suasananya dapat dirasakan saat kelahiran nabi yang membukakan jalan bagi Sang Juruselamat!

Kemudian bayi itu lahir. Mesias datang ke dunia lewat rahim seorang perempuan. Di malam sepi, Malaikat menyampaikan berita sukacita Natal kepada para gembala di padang. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Lukas 2:10). Para gembala yang miskin dan tersisihkan bersukacita mendengar kabar kelahiran Juruselamat dan pujian bala tentara sorga menyambut datangnya Yesus Juruselamat dunia.

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lukas 2:14).

Berita sukacita Natal tidak serta merta berakhir setelah Yesus lahir. Bahkan sukacita itu makin nyata di hari kemudian, saat kita dibenci, dikucilkan, ditolak karena nama Yesus. Di dalam saat-saat terburuk sekalipun, berita sukacita Natal tetap bergema. “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga…” (Lukas 6:22-23).

Ini menunjukkan kepada kita, kita tidak boleh berhenti saat perayaan Natal saja. Bersukacita saat Natal, namun cemberut, sedih bersungut-sungut di hari-hari kemudian. Berita sukacita Natal hanya bertahan seminggu atau sebulan, dan di hari-hari lainnya maknanya lenyap.

Berita sukacita Natal harus tinggal dalam hati kita sepanjang waktu. Di saat masalah dan pergumulan datang. Di saat kita lemah, sakit, terluka, dan dikucilkan. Di saat kita dibenci dan dijauhi karena memberitakan Yesus. Di saat itulah berita sukacita Natal harus tetap bergema. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga…

Berita sukacita Natal Bergema Kembali

Jalan Yesus di dunia bukanlah jalan yang mudah, setiap hari Dia melayani dan memberitakan berita sukacita itu: karya penebusan Allah bagi semua manusia. Hingga akhirnya Yesus disalibkan dan mati, kemudian bangkit di hari ketiga! Dosa dan maut telah dikalahkan, janji Allah telah digenapi, syukur kepada Allah! Berita sukacita Natal itu bergema, “damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Bahkan ketika Yesus naik ke sorga meninggalkan para murid, mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita (Lukas 24:52). Mereka bersukacita mendapatkan janji bahwa Yesus akan menyertai senantiasa hingga akhir jaman.

Inilah berita sukacita Natal itu: Allah datang dan tinggal bersama dengan kita, damai sejahtera di bumi. Semoga berita sukacita Natal ini tetapi kita ingat dan jalani setiap hari sepanjang tahun ini. Haleluya.

Sumber gambar : www.celticpc.org

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.