Browse By

Ritual Korban dalam Kitab Imamat

Dalam Imamat 1 sampai 7, kita kembali melihat berbagai peraturan yang disampaikan Tuhan Allah, khususnya mengenal ritual korban. Kita melihat macam-macam ritual korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa, dan korban penebus salah. Masing-masing ritual korban memiliki caranya, hewan, dan maknanya sendiri-sendiri.

Rasa-rasanya ritual korban yang diperintahkan Allah sangat berat dan berbelit. Untuk satu pelanggaran atau dosa, harus mengakuinya di hadapan Allah, lalu memberikan hewan sebagai korban. Meletakkan tangan pada korban, lalu menyembelih hewan itu. Hewan itu kemudian harus dikuliti dan dipotong menurut bagian-bagian tertentu. Baru setelah itu, anak-anak imam Harun akan menaruh api kudus, dan akhirnya korban dibakar bagi Tuhan.

Makna dibalik Ritual Korban

Makna ritual korban di Kitab Imamat

Makna ritual korban di Kitab Imamat: memberi gambaran akan penebusan dosa oleh Yesus

Namun, dibalik semua ritual korban ini kita dapat menemukan makna mendalam. Pertama, ritual korban dalam perjanjian lama membuat kita paham bahwa upah dosa adalah kematian. Harga dosa adalah mati. Jadi agar dosa diampuni, harus ada yang mati. Lewat persembahan korban untuk pengampunan dosa, kita melihat ada satu nyawa yang harus melayang. Dengan korban inilah, kita mendapatkan bayangan Kristus yang akan mati sebagai korban pengampunan dosa manusia.

Kedua, ritual korban menunjukkan kepada kita bahwa korban hewan sifatnya sangat terbatas, untuk satu dosa dan untuk satu orang. Setiap kali orang berdosa, dia tidak boleh lalai untuk mengakui dosa dan mempersembahkan korban. Tapi coba bayangkan ada berapa banyak hewan yang harus dikorbankan bagi seluruh umat setiap harinya? Di sinilah kita paham keterbatasan korban hewan, dan mendapatkan bayangan perlunya korban kekal bagi dosa. Korban penebusan dosa satu kali untuk selama-lamanya dan bagi semua orang. Korban penebusan dosa yang telah dikerjakan Yesus lewat kematiannya di kayu salib.

Ketiga, ritual korban menunjukkan kepada kita bahwa semua manusia berdosa punya harapan diterima kembali oleh Allah. Kita telah melihat berbagai kisah di mana Allah murka terhadap dosa dan orang tersebut harus mati karena dosanya. Allah dengan tegas dan adil menindak orang yang berlaku dosa. Yang berdosa harus dihukum dan mati. Orang-orang Israel yang melihat hal tersebut menjadi takut dan bersungut-sungut, mengatakan bahwa kita semua akan mati.

Namun, Allah punya jalan keluar yang sangat indah. Dia tidak lepas tangan terhadap masalah umatnya, Dia turun tangan menyelesaikan permasalahan dosa. Dia membuat perjanjian baru guna meneguhkan perjanjian membawa bangsa Israel ke tanah perjanjian. Perjanjian baru itu ialah penebusan dosa lewat ritual korban. Dengan mempersembahkan korban yang baik, maka Allah akan berkenan untuk menghapus dosa. Allah tidak mengingat-ingat dosa itu kembali, sehingga orang berdosa tidak perlu mati dalam dosanya, melainkan bisa tetap merasakan kasih Allah.

Sumber gambar : ubdavid.org

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.