Browse By

Menjadi Berkat Seperti Daniel

Siapa yang tidak mengenai tokoh Alkitab bernama Daniel. Dia adalah panutan sekaligus contoh bagi seluruh orang percaya. Orang buangan dari Yehuda namun bisa menjadi berkat bagi suatu bangsa asing, yaitu Babel. Apa sih rahasianya sehingga Daniel bisa hebat seperti itu? Yok, mari kita belajar bersama.
“Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa, serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).

Siapa yang tidak mengenal Daniel? Salah satu tokoh besar yang ada di Alkitab, pemuda buangan yang kemudian dapat menjadi pejabat tinggi di negeri tempat dia dibuang. Daniel adalah pejabat yang takut akan Tuhan dan memiliki disiplin kerohanian yang tinggi. Spritualitasnya menjadikannya pribadi yang setia, yang bukan hanya memulai segala sesuatu dengan baik, melainkan terus bertumbuh secara rohani sepanjang hidupnya. Peran, pemikiran, dan tindakannya yang begitu seturut kehendak Allah mempengaruhi Kerajaan Babel, sehingga menjadi peluang yang amat baik untuk bersaksi tentang Allah yang hidup dan benar.

Apakah rahasia hidup Daniel? Pertama, Daniel adalah seorang yang berdoa. Seluruh hidupnya dilandasi oleh doa, ia telah belajar bahwa mengenal Allah berarti belajar untuk senantiasa hidup di hadirat-Nya. Mengenal Allah berarti hidup dekat dengan Allah. Ia menjadikan doa menjadi suatu disiplin atau kebiasaan, latihan rutin di dalam hidupnya. Secara langsung dicatat di dalam Daniel 6:11, “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa, serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Terbuktilah, bahwa kehidupan kerohanian Daniel dibangun dari kebiasaan baiknya untuk berdoa kepada Tuhan.

Kedua, Daniel adalah seorang yang mendalami Firman Allah. Di sepanjang kitab Daniel, kita mendapat keesan bahwa pikiran Daniel telah dipenuhi dengan pikiran seluruh Perjanjian Lama. Ia menggali Firman Allah, dan menemukan rencana-rencana Allah yang indah dan menjadi sinar bagi dirinya. Firman Allahlah yang menjadikan Daniel kaya dengan hikmat, wibawa, kasih, kebenaran, keadilan, ketegasan, di dalam pekerjaan dan pelayanannya.

Berdoa dan membaca Firman Allah menguatkan kerohanian kita.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.