Browse By

Membuat Mobil Listrik: Mengapa Harus Mobil Listrik?

Di artikel sebelumnya, telah diuraikan secara singkat mengenai kelebihan mobil listrik secara umum. Dan di dalam artikel ini, ijinkan saya merumuskan secara detail soal teknologi dalam membuat mobil listrik.

Mobil konvensional yang menggunakan sistem pembakaran dalam sangat boros energi. Itu karena hanya 30% energi bensin yang dikonversi menjadi energi gerak, selebihnya terbuang sia-sia dalam rupa energi gesek, energi suara, dan panas. Coba bandingkan dengan mobil listrik yang tingkat konversi energinya bisa mencapai 88%  (dikutip dari sumber mobil listrik Tesla Motors), atau 3 KALI LIPAT mobil konvensional.

Mobil Listrik: Biang Ketakutan Industri Otomotif

Membuat Mobil listrik nasional: Selo

Membuat Mobil listrik nasional: Selo

Seluruh industri otomotif masih tergantung pada mobil konvensional, yang memanfaatkan ide mesin diesel karya Rudolf Diesel yakni pembakaran dalam. Kalor pembakaran ini yang membuat silinder piston mengembang dan menyusut bersamaan, suatu peristiwa kontinu yang menggerakkan mesin mobil. Sumber energi gerak dari piston ini kemudian disalurkan ke ribuan bagian-bagian mesin yang lain hingga ke sumbu roda dan menyebabkan roda mobil berputar. Bayangkan begitu banyaknya komponen dalam mobil! Itulah yang membuat mobil harus diservis secara reguler. Servis dilaksanakan untuk memeriksa apakah seluruh komponen berfungsi dengan baik, tanpa aus, tanpa kelebihan panas, dan tanpa perubahan bentuk.

Ribuan komponen dalam mobil konvensional. Karena banyaknya komponen yang mesti dibuat, perusahaan otomotif biasanya memiliki perusahaan bawahan yang menyediakan komponen dan bagian mesin. Perusahaan bawahan dengan jumlah pekerja 10-20 orang ini menerima pesanan dari atas, mengerjakan, dan kemudian mengirimkannya kembali. Perusahaan kecil ini biasanya berada dekat dengan sentra-sentra industri otomotif dan melibatkan paling banyak tenaga kerja. Sebagai contoh, kita bisa lihat bagaimana kota Toyoda di Aichi, yang menjadi rumah bagi ribuan perusahaan bawahan Toyota.

Dibandingkan dengan mobil konvensional, dalam membuat mobil listrik komponen mesinnya relatif sedikit. Sumber energi gerak mobil listrik adalah motor listrik, sehingga komponen piston, shaft, katup dan lainnya (komponen pembakaran dalam) sama sekali tidak diperlukan. Tidak hanya itu saja, mobil listrik biasanya juga menggunakan regenerative brake di mana pengereman dilakukan secara elektrik dan bukan secara friksi (gesekan dengan kampas rem). Ini yang menyebabkan kampas rem mobil listrik dapat bertahan sangat lama. Karena komponennya sedikit, maka perawatan menjadi sangat mudah. Bahkan sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa kita hanya perlu mengganti 6 bagian mobil listrik: 4 ban roda dan 2 karet kipas hujan (Sumber : csmonitor.com)

Sudah paham mengapa mobil listrik adalah ancaman? Ya, karena jika seluruh produksi dialihkan ke mobil listrik maka ada berapa puluh ribu perusahaan bawahan yang bakal gulung tikar? Berapa banyak pekerja yang bakal jadi pengangguran? Inilah yang membuat langkah para raksasa otomotif membuat mobil listrik jadi terhambat.

Membuat Mobil Listrik di Indonesia

Dari kasus di atas, kita sudah bisa memprediksi bagaimana perkembangan mobil listrik di Indonesia. Mimpi anak bangsa membuat mobil listrik nasional sepertinya bakal mendapatkan banyak halangan.

Pertama, kesadaran masyarakat yang masih kurang mengenai pentingnya konversi BBM. Masyarakat cenderung memilih mobil konvensional yang relatif murah dan pasaran. Rasanya sulit memilih membeli mobil listrik yang harganya relatif lebih mahal tanpa kepastian mengenai sumber energi pengisian daya.

Kedua, pemerintah mesti berpihak kepada perusahaan otomotif yang memproduksi mobil konvensional. Ini disebabkan keuntungan besar dari pajak penjualan mobil dan juga bagian dari upaya melindungi perusahaan-perusahaan kecil pemasok komponen mobil.

Ketiga, keterbatasan dalam sumber daya manusia (SDM). Membuat mobil listrik nasional yang paten dan laku di pasaran tidak cukup dalam tempo setahun atau dua tahun. Kita memerlukan SDM ahli yang mantap dalam mendesain dan insyinyur yang berani membuat gebrakan teknologi baru. SDM dengan manajemen dan strategi penjualan mumpuni pun diperlukan. Tidak hanya itu, teknisi handal juga diperlukan dalam penyusunan, pengelolaan, dan perawatan mesin mobil listrik.

Video Mobil Listrik Nasional : Selo

Bahan bacaan lebih lanjut mengenai membuat mobil listrik :

Sumber gambar: detik
Sumber video : Youtube oleh B. Kunto Wibisono

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.