Browse By

Fisikawan Muda Menuju ke Copenhagen

Setelah fasilitas penelitian dibuka, Bohr kemudian ditunjuk menjadi kepala fasilitas penelitian yang pertama. Nah, tugasnya Bohr adalah mengumpulkan para fisikawan handal dari seluruh penjuru dunia. Bohr sadar betul dia tidak akan sanggup menyelesaikan seluruh teori kuantum seorang diri saja. Harus ada yang membuat petunjuk matematika, juga harus ada orang lain yang menganalisis teori kuantum dari berbagai aspek. Perlu banyak fisikawan yang bertarung dan berdebat, sekaligus saling melengkapi dan menyusun teori kuantum. Itulah pemikiran Niels Bohr.

Institut Niels Bohr di Copenhagen

Institut Niels Bohr di Copenhagen

Bohr mengunjungi Inggris, Amerika, dan negara-negara lainnya untuk memberikan kuliah umum mengenai teori kuantum. Kuliah umumnya sangat menarik minat para fisikawan muda. Tahun 1921, Bohr diundang ke Universitas Gottingen untuk mengajar kuliah umum. Di sana ia bertemu dengan teman dekatnya, Arnold Sommerfield dan diperkenalkan kepada dua orang mahasiswa di Universitas Muenchen. Salah seorang adalah Werner Karl Heisenberg (1901-1976) yang waktu itu masih berusia 19 tahun. Seorang lagi adalah Wolfgang Pauli dari Swiss (1900-1958) yang berumur 21 tahun. Saat kuliah umum berlangsung, Heisenberg menjelaskan kesalahan model atom Bohr dan mempresentasikannya di depan para mahasiswa. Pauli juga aktif dalam diskusi-diskusi saat kuliah umum. Dari situlah Bohr yakin bahwa pemuda ini punya kemampuan khusus. Bohr kemudian mengajak Heisenberg dan Pauli untuk datang dan belajar ke Copenhagen.

Kedua mahasiswa ini kemudian mejadi aktor penting di balik tersusunnya mekanika kuantum, 4 atau 5 tahun setelah pertemuan pertamanya dengan Bohr. Keberadaan mereka di fasilitas penelitian di Copenhagen adalah suatu keajaiban sekaligus keberuntungan bagi perkembangan teori kuantum.

Ada juga fisikawan Inggris, Paul Dirac (1902-1984) yang datang dan belajar satu tahun di bawah bimbingan Niels Bohr. Di kemudian hari, Dirac menemukan petunjuk teori kunatum dengan persamaan matematika. Dirac juga adalah orang yang memprediksi adanya anti-elektron.

Recommended for you

Baca Halaman Selanjutnya — 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.