Browse By

Singapore | Gardens by the Bay

Kesibukan yang terus mendera memaksa saya baru dapat menuliskan kembali pengalaman saya berkeliling di negeri Singapura. Nah, kali ini saya ingin berbagi kisah mengenai taman kota terbesar di Singapura, yaitu Gardens by the Bay. Taman ini memiliki jargon, “Where Wonders blooms” atau “saat keajaiban merekah”. Taman yang terletak dekat dengan pelabuhan Singapura ini dikelola oleh Bay South dan masih dalam satu kawasan dengan Marina Bay Sands Hotel.

Apa yang menjadikan taman ini menarik? Saya akan mereviewnya dari sudut pandang saya sebagai pengunjung. Untuk dapat masuk ke taman ini, pengunjung tidak dikenai biaya, namun untuk masuk ke OCBC Skywalk dan Cooled Conservatories dikenai sejumlah biaya. Gardens by the Bay memiliki beberapa atraksi yang rasanya menjadi satu-satunya yang ada di kawasan Asean, antara lain:

Flower Dome, bangunan berbentuk dome atau kubah setinggi hampir 40 meter yang berisikan tumbuh-tumbuhan dari seluruh penjuru dunia. Ada pohon Baobab dari daerah Afrika, ada pohon Zaitun dari semenanjung arab, juga tanaman-tanaman kaktus dari mediterania. Semua tanaman ini diletakkan dalam zonasi tertentu sesuai dengan temanya. Di taman ini juga kita dapat mengambil foto atau berfoto ria bersama dengan teman atau kerabat dengan latar belakang tanaman-tanaman eksotis yang mungkin tidak akan kita lihat setiap hari. Teknologi menjadi kunci di tempat ini, di mana suhu, tekanan udara, dan kelembaban begitu dijaga untuk menciptakan habitat yang sesuai dengan aslinya.

Cloud Forest, atau hutan hujan tropis buatan. Kita seakan-akan dibawa menyusuri hutan hujan Amazon di Brazil atau hutan hujan di Kalimantan namun di dalam ruangan. Cloud Forest ini juga dibangun dengan bentuk bangunan dome. Ada tanaman-tanaman lebat khas hutan hujan, lengkap dengan anggrek-anggrek langka dan tumbuhan perdu serta lumut. Yang paling hebat, ada air terjuan buatan setinggi 35 meter yang membuat kita seakan-akan berada di dunia hutan hujan yang sesungguhnya. Untuk dapat mengunjungi Flower Dome dan Cloud Forest, pengunjung dikenakan biaya SGD 28 dan SGD 15 untuk anak kecil. Untuk penduduk Singapura biayanya adalah SGD 12 dan SGD 8.

Supertree, pohon-pohon buatan yang menjulang setinggi 22 meter yang berperan penting dalam keteraturan unsur hara, air, nitrogen, dan zat-zat kimia yang dibutuhkan oleh keseluruhan taman. Istilahnya, taman buatan ini dibuat untuk dapat mengurus dirinya sendiri. Kita dapat naik ke puncak pohon ini. Ada OCBC skywalk yang dibuat bagi para pengunjung untuk menikmati pemandangan taman dan negara Singapura. Oiya, malam hari sekitar pukul 7.45-8.45 di Supertree ada permainan lampu dan musik. Ini membuat seakan-akan pohon-pohon di tempat ini menjadi “hidup”.

Heritage Garden, di sini kita dapat melihat bagaimana peranan penting tanaman dalam kebudayaan dan kemajuan Singapura dengan ragam etniknya. Kita juga dapat belajar sejarah singkat mengenai kebudayaan Singapura di masa penjajahan dahulu. Ada juga taman-taman dengan tematik seperti Malay Garden, Chinese Gardern, dan Indian Garden.

Dragonfly Lake, adalah “otak” dibalik keberjalanan taman Gardens by the Bay ini. Berjalan sejauh kurang lebih 440 meter akan membawa kita mempelajari cara menjaga sebuah ekosistem buatan. Ada siklus air dan oksigen. Ada siklus nitrogen, nitrat, karbon dioksida, dan berbagai macam mineral yang disalurkan melalui pipa-pipa di bawah tanah. Teknologi yang menjadikan semua keajaiban ini menjadi mungkin dijelaskan dalam perjalanan singkat di Dragonfly Lake.

Far East Organization Children Garden, bagian dari taman yang paling banyak dikunjungi anak-anak. Ada water park mini lengkap dengan pancuran air dan ember raksasa tempat anak-anak dapat berlarian. Di sekitarnya ada rumah-rumah pohon, jembatan suspensi buatan, dan jaring laba-laba yang memberikan pengalaman mengenai alam kepada anak-anak. Orangtua dapat menunggu anaknya bermain sampai puas di pinggir area sambil mendengarkan musik. Yang membuat saya kagum adalah, lantai water park ini dibuat dari sejenis busa padat dan kasar yang menjamin anak kecil tidak akan terpeleset saat berlarian. Dan kalaupun terpeleset busa ini tidak akan sakit atau membuat anak-anak terluka atau memar. Selain itu, pengelola juga sukses memainkan emosi anak-anak dengan sesekali mematikan pancuran air kemudian menyalakan lagi saat anak-anak mulai bersedih.

Selain atraksi-atraksi tersebut, ada beberapa tempat makan di kawasan taman ini. Restoran itu antara lain: Pollen (Mediteranian foods), Majestic Bay Seafood Restaurant (olahan seafood chinese dan lokal dengan view Marina Bay waterfront), Cafe Crema (cafe bertema Italia dengan menu andalan kopi dan sandwich), Verandah (menyajikan makanan Asia dengan pemandangan supertrees), dan Satay by the Bay (makanan-makanan lokal yang disajikan di pinggir pantai).

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.