Browse By

Radio Pelita Kasih (RPK-FM)

Pagi ini, seperti pagi-pagi biasanya, saya mendengarkan siaran Radio Pelita Kasih (RPK). Sudah menjadi sebuah rutinitas sejak adik dan saya masih kecil (mungkin Sekolah Dasar), untuk mendengarkan radio, khususnya Radio Pelita Kasih. Ada beragam lagu pujian, renungan Kristen, dan ragam inspirasi rohani yang menguatkan iman kami. Apalagi semasa SMP dan SMA, kami harus bangun mulai pukul 04.00, maka siaran radio ini menjadi teman kami makan dan persiapan ke sekolah. Yang paling dikenang adalah program Hari ini Harinya Tuhan oleh Pdt. Gilbert Lumoindong. Juga renungan dari HKBP Kernolong setiap senin pagi. Juga ada renungan Our Daily Bread (ODB) jam 6 pagi. Waktu masih sekolah, adik sering mendengarkan renungan ini setiba di SMA 8 Jakarta melalui handphone.

Kenangan Tentang Radio Pelita Kasih

Walaupun saat kuliah kami sudah tidak berada di Jabodetabek, kami bersyukur tetap dapat menikmati siaran Radio Pelita Kasih. Melalui live streaming (yang sering mengalami gangguan) hingga kini menggunakan aplikasi Tunein. Ya, benar, selama saya di Bandung maupun adik di Jepang, kami tetap dapat menikmati siaran Radio Pelita Kasih. Hingga hari ini.

Pagi ini berbeda dengan pagi biasanya. Hari ini adalah hari Ulang Tahun Radio Pelita Kasih (RPK) yang ke-48. Sepanjang pagi ini, ada beragam pesan pendengar yang dibacakan selama siaran Embun Pagi. Pikiran saya juga melayang saat saya dan adik pelan-pelan memutar tombol tuning radio lama kami untuk mencari frekuensi Radio Pelita Kasih. Suaranya kadang terganggu dan terputus-putus. Kami harus memutar antena ke arah-arah tertentu agar suaranya jelas. Setelah mama membeli VCD player yang lebih canggih, mendengarkan RPK menjadi jauh lebih mudah karena frekuensinya ditampilkan secara digital. Saya juga mengingat kembali beberapa tahun terakhir ini saat kami bangun pagi-pagi dan mendengarkan firman Tuhan melalui siaran di radio. Saya bersyukur, hingga hari ini, Radio Pelita Kasih masih ada dan terus dapat menjadi alat Tuhan untuk mengabarkan Injil dan Kabar Baik bagi penduduk Jabodetabek bahkan pendengar setia di mana pun berada.

Aplikasi Tunein Radio

Aplikasi Tunein Radio

Hari ini saya membuat daftar kecil, mengenai beberapa tulisan kami yang terkait dengan siaran Radio Pelita Kasih. Pantas rasanya Ulang Tahun RPK yang ke-48 tahun ini masuk ke dalam website kami dan dicatat sebagai sebuah memori yang baik dan indah dalam kehidupan kami berdua. Bersama dengan hubungan pribadi dengan Tuhan, persekutuan, buku-buku rohani, siaran Radio Pelita Kasih menjadi sarana bagi iman kami untuk bertumbuh.

  1. Walau Ku Tak Dapat Melihat
  2. Membaca Alkitab dan Mendengarkan
  3. Apakah yang Kurang Lagi?
  4. Hari Pertama Saya di Jepang
  5. Gempa Jepang 2011 : Kenangan 1000 Hari

Sejarah Radio Pelita Kasih

Awal November 1967 merupakan jejak awal Radio Pelita Kasih mengudara di Ibukota Jakarta, seiring perjalanan anak bangsa menghadapi pelbagai krisis, kami ikut menjadi saksi sejarah.

MASA PERINTISAN (1967-1980)

Pada zaman Orde Baru pemerintah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola jaringan siaran radio swasta pada tahun 1967, maka Alm. Pendeta Lukito Handojo yang waktu itu bertugas di Gereja Kristen Indonesia Jl. Gunung Sahari, Jakarta, merintis pendirian dan pembangunan suatu stasiun radio di Jakarta dengan peralatan dan penanganan yang sangat sederhana.

Tanggal 2 November 1967 berkumandanglah siaran radio yang bernama The Church Broadcasting Service (CBS) melalui Jl. Gunung Sahari IV No. 8 Jakarta.

Peluang yang diberikan pemerintah itu dalam waktu singkat melahirkan sekitar 400 stasiun radio amatir di Jakarta, sehingga mendorong pemerintah menertibkan frekwensi radio di Ibukota. Dikeluarkanlah ketentuan pemerintah yang mengharuskan setiap siaran radio amatir harus dikelola oleh badan yang dikukuhkan dengan akte notaris. Itulah masa didirikannya “Yayasan Pelita Jaya” sebagai pengelola siaran radio CBS.

Pergantian nama CBS menjadi Radio Pelita terjadi karena penertiban yang dilakukan pemerintah serta untuk mendekatkan diri dengan misi yang diembannya, yakni menjadi pelita bagi pendengarnya.

Pemerintah mengeluarkan lagi PP No. 55/1970 tentang “Radio Siaran Non Pemerintah” yang antara lain mengharuskan semua stasiun radio tersebut harus dikelola oleh badan hukum berbentuk perseroan terbatas, untuk itu didirikanlah PT. Pelita Kasih pada tanggal 4 Maret 1971.

MASA PERTUMBUHAN (1980-1984)

Tahun 1980 adalah titik awal yang mengarah kepada kemandirian serta menandai berakhirnya masa konsolidasi dalam perintisan pendirian Radio Pelita.

Tahun 1984, direksi dan para pembina radio melaku­kan kerjasama dengan pihak lain demi kelangsungan hidup siaran radio ini. Penanganan ke arah kornersial jaringan siaran radio ini perlu dikembangkan dan pengelolaannya perlu ditangani secara profesional oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang media elektronik.

Setelah melalui proses, pada bulan September 1984 diadakanlah kerja­sama dengan PT. Sinar Kasih bagi pengelolaan selanjutnya siaran radio ini.

Dengan tiga buah akte notaris yang dibuat Winanto Wiryomartani SH, pada tanggal 20 Agustus 1984, disah­kanlah kerjasama antara PT. Pelita Kasih dengan PT. Sinar Kasih.

MASA KERJASAMA (1984 – 1992)

Mulailah Radio Pelita berpindah lokasi kantor dan studio di komplek Suara Pembaruan – yang waktu itu bernama Sinar Harapan – di Jl. Dewi Sartika 136 D, Cawang, Jakarta Timur. Di tempat baru ini panggilan Radio Pelita diganti dengan Radio Pelita Kasih (RPK).

Dalam periode ini Radio Pelita Kasih kehilangan perintisnya dengan meninggal­nya Pdt. Lukito Handojo S.Th tahun 1989.

Beroperasinya jaringan siaran televisi swasta di Jakarta mengancam pendapatan iklan bagi stasiun-stasiun radio swasta, termasuk Radio Pelita Kasih. Sekalipun upaya sudah dilakukan, namun dalam beberapa tahun terakhir saat itu penerimaan iklan terus menurun.

MASA PERGUMULAN (1992 – 1998)

Setelah melalui perjalanan panjang, tahun 1993 Radio Pelita Kasih mulai mengembangkan sayapnya dengan berpindah dari AM – 1305 Khz menjadi FM – 96,35 Mhz.

Namun pergumulan belum berhenti, berdasarkan laporan sampai 31 Desember 1997 kondisi keuangan perusahaan sangat memprihatinkan dimasa krisis moneter. Puncaknya melalui surat dari akuntan publik tertanggal 10 Maret 1998 yang menyatakan besarnya kerugian, RPK disarankan untuk tutup demi hukum (tampilkan lampiran). RPK harus segera ditutup demi hokum.

MASA PERKEMBANGAN (1998 – SEKARANG)

Badai hidup pasti kan berlalu. Krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu ternyata menjadi momentum sangat penting bagi kami. Blessing in Disguise!!! Itulah titik awal Radio Pelita Kasih mengalami peningkatan finansial tahap demi tahap.

Melihat kebutuhan akan pengetahuan pendidikan dan kesehatan yang semakin meningkat, Radio Pelita Kasih kini tampil dengan lebih mengentalkan segment pendidikan dan kesehatannya.

Puluhan tahun sudah menembus batas ruang, Radio Pelita Kasih diuji oleh waktu menuju kematangan dalam pengalaman. 48 tahun tahun bergulir sudah, dengan segenap kelebihan dan kekurangan, iman dan kesehatian, komitmen serta kerja keras Radio Pelita Kasih tampil guna lebih memberikan pelayanan terbaik bagi segenap mitra dan pendengarnya.

Sumber: website rpk fm

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.