Browse By

Nusa Penida Part-8 – Padang Bunga

Hari sabtu ini sudah tidak ada lagi kegiatan yang harus kami lakukan. Istilahnya, kami hanya tinggal menghabiskan waktu menjelang kepulangan kami esok hari. Rapat pagi hari menjelang kepulangan Om Deus dan Torhis ke Bandung memutuskan bahwa Oky dan Mas Mukti akan kembali pada Minggu malam, sementara saya dan Kharisma akan kembali pada Senin malam karena harus mengurus surat ijin di daerah Klungkung pada hari Senin nanti.

Sepanjang hari itu, kami duduk dan berbincang-bincang dengan keluarga Bapak Mahmudin. Di mana pada hari Minggu nanti kami dapat ikut kapal Bapak Mahmudin ke Kusambi untuk kemudian membeli oleh-oleh di daerah Sukowati. Wah, rencana Tuhan emang luar biasa. Dia menyediakan jauh lebih dari yang saya butuhkan. Saya dapat berkeliling Bali, membeli oleh-oleh di pusatnya langsung, bahkan tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Rencana perjalanan esok hari juga sudah disiapkan oleh kami dan Bapak Mahmudin. Sepanjang siang itu, kami sama-sama menonton pertandingan bulutangkis yang ada di televisi.

Sore harinya, Bapak Mahmudin mengajak Mas Mukti dan saya menuju ke Padang Bunga, sebuah bukit kecil tidak jauh dari Desa Toyapakeh. Pak Mahmudin harus memasang tapal batas tanah di daerah itu, di mana pemiliknya akan segera datang dan membangun di atas tanahnya. Di atas bukit itu, pemandangan begitu indah. Jauh lebih indah ketimbang dari Puncak Mundi karena posisinya yang lebih dekat dengan laut. Membangun rumah di sini akan membuat penghuninya dapat melihat pemandangan laut dan pulau Nusa Lembongan setiap paginya. Sungguh indah dan luar biasa!

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Pemandangan dari atas bukit Padang Bunga

Sabtu malam itu, kami mengadakan nonton bareng kembali di pinggir pantai Desa Toyapakeh. Kali ini, kami menonton The Billionare, sebuah film yang menceritakan perjuangan anak muda untuk membangun bisnis makanan olahan dari rumput laut. Film ini cukup menginspirasi saya untuk berjuang dan berusaha lebih keras lagi. Sekitar pukul 22.00, pemutaran film usai dan kami segera beristirahat untuk perjalanan esok hari. Mas Mukti dan Oky juga membereskan semua barang bawaan mereka karena akan langsung kembali ke Bandung.

Sumber Gambar : Blogspot 1, 2, 3

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.