Share!

Dari segudang sahabat yang dimiliki oleh Daud yang mendukung perjalanan suksesnya, dari seorang gembala menjadi raja, Yonatan adalah sahabat terkarib yang tidak pernah mengecewakannya. Yonatan dan Daud pertama kali bertemu pada waktu Daud mengalahkan Goliat. Samuel melukiskan keindahan pertemuan pertama yang membuat jiwa Yonatan dan Daud menyatu, “Ketika Daud berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.” (1 Samuel 18:1). Seiring dengan berjalannya waktu, persahabatan Yonatan dan Daud semakin karib, sementara Saul mulai membenci Daud yang dianggap lebih tersohor darinya.

Belajar dari Yonatan dan Daud : Menjadi Sahabat Terbaik

Menjadi sahabat terbaik

Menjadi sahabat terbaik

Dalam kedudukan, Yonatan dan Daud sama-sama putra mahkota bagi Israel. Yonatan adalah putra mahkota karena terlahir sebagai anak sulung Saul, sedangkan Daud adalah putra mahkota yang dipersiapkan Tuhan untuk menggantikan Saul. Dari sisi kualitas kepribadian dan kepemimpinan, mereka berdua layak menjadi Raja Israel. Masing-masing takut akan Tuhan dan punya prestasi besar dalam kemiliteran. Mereka juga sama-sama rajin, berani, lemah lembut, rendah hati, menghormati, dikasihi, sekaligus dipercaya oleh rakyat Israel. Yonatan tahu dengan pasti bahwa Daud adalah orang yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel, dan itu artinya dia tidak bisa menjadi raja Israel. Keadaan ini bisa saja membuat Yonatan dan Daud jadi saling bermusuhan, tetapi mereka mengesampingkan persaingan, kebencian, kepahitan, dan keinginan berkuasa, dan memilih untuk bersahabat karib. Yonatan menjadi sahabat terbaik bagi Daud.

Yonatan sudah menunjukkan kasih persahabatan yang besar kepada Daud, demikian juga Daud. Yonatan jelas-jelas membela Daud karena ia benar, daripada ayahnya Saul yang salah. Kemudian di waktu kemudian, Daud memelihara keturunan Yonatan yaitu Mefiboset dan keluarganya. Keindahan kepribadian Yonatan sangatlah nyata, dia menjadi sahabat yang menopang kesuksesan Daud.

Dari kisah Yonatan dan Daud, kita belajar banyak segi mengenai kasih persahabatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa persahabatan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sukses atau gagalnya manusia tersebut. Kita membutuhkan sahabat, orang lain pun membutuhkan kita sebagai sahabat. Jadilah sahabat yang baik, maka Anda akan mendapatkan sahabat itu.

sumber gambar : blogspot