Browse By

Hujan Deras yang Turun Subuh Hari

Hujan deras yang turun subuh hari hingga pagi hari ini kembali mengingatkan kami akan masa-masa SMP dan SMA dulu, baik saat kami masih bersama-sama bersekolah di SMP Kanisius maupun saat kami bersekolah di SMA Negeri 8 dan SMA Kanisius.

Hujan deras yang turun pada subuh hari

Hujan deras yang turun subuh hari

Hujan Deras yang Turun Subuh Hari

Tepat jam lima lewat lima belas kami harus segera berangkat agar tidak terlambat masuk ke sekolah. Hujan deras yang terus turun mengingatkan kami akan perjuangan kami saat akan pergi ke sekolah. Dengan menggunakan sepeda motor, ayah mengantarkan kami berdua menuju Kampung Melayu. Dari sana, kami akan melanjutkan dengan naik bus menuju ke sekolah. Saat pagi tidak hujan, perjalanan akan terasa mudah. Kami dapat tiba tepat waktu, tidak kebasahan, dan tidak terkena macet data di jalan. Namun, cerita akan berbeda saat hujan turun pagi hari. Kami harus berangkat sepuluh menit lebih cepat dari pada biasanya. Jas hujan harus dipakai, sepatu yang biasanya langsung kami gunakan harus diganti dengan sandal, dan tas harus dimasukkan dalam kantong plastik besar agar buku-buku di dalamnya tidak basah terkena air hujan.

Meskipun begitu, seringkali celana kami terkena semprotan dari air yang ada di jalan saat mobil kencang melaluinya. Baju kami sering basah karena jas hujan akan tertiup saat motor berjalan dengan cepat, bahkan macet sering manggangu perjalanan kami, hingga harus berdiri di dalam bus. Saat tiba di Kampung Melayu, biasanya kami langsung melepaskan jas hujan,memakai sepatu, mengambil tas, lalu pergi ke sekolah. Hari-hari itu tidak akan pernah kami lupakan. Meskipun banyak halangan dan rintangan, kami hanya dua kali terlambat ke sekolah, saat tidak ada bus karena libur awal puasa, dan hujan yang begitu deras, hingga saya harus naik kendaraan umum dari dekat rumah.

Melalui pengalaman ini kami merasakan betapa baiknya Tuhan dalam hidup kami. Tuhan masih memelihara kami dengan seutuhnya. Halangan dan rintangan ini hanyalah sebuah cara kecil bagaimana Tuhan membentuk kemandirian kami dalam bertindak dan mengambil keputusan. Dan kami sangat mensyukurinya hingga saat ini. Ini adalah pengalaman yang tak mungkin saya lupakan seumur hidup saya! Unforgettable memories!

Demikianlah kenangan tentang hujan deras yang turun subuh hari.

3 thoughts on “Hujan Deras yang Turun Subuh Hari”

  1. Anonymous says:

    Sungguh ajaib perbuatan Tuhan di dalam hidup manusia. Saya bersyukur penulis mampu membagikan kisahnya tentang mengikut Yesus yang sungguh indah. Tuhan Memberkati.

  2. Pristia Kartika says:

    Hujan, tunaikanlah janjimu. Sementara aku menunggumu. Menunggu hingga kau tak lagi menjadi kebalikan seperti proses yang terus menerus menentangmu. Menjadi hujan, lalu jadi awan. Jadilah hujan yang menerus. Menemani tidurku, hingga nanti aku bebas memeluk mu dalam lelap. ­čÖé

    Aku selalu suka hujan. seperti aku suka pada setiap blog yg membahas hujan.

  3. Daniel Christian, Nugroho Christian says:

    Pristia, terima kasih untuk komentarnya. Cukup menarik melihat tanggapan Anda soal hujan. Semoga Anda juga berkenan untuk melihat artikel-artikel yang lainnya.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.