Browse By

Bazaar Sekolah Minggu

sunday school children
Anak-anak sekolah minggu

Teringat kembali kenangan kami berdua saat masih mengikuti sekolah minggu, tepatnya saat bersekolah minggu di rumah Tante Hana dan Om Hani, tidak jauh dari rumah. Pertama kali kami bersekolah minggu di tempat itu adalah 03 Maret 2002, saat kami masih duduk di bangku sekolah dasar kelas empat. Bazaar selalu diadakan bulan Juni atau Juli, lebih tepatnya saat liburan sekolah. Tahun pertama kami mengikuti bazaar, kami hanya memperoleh sedikit barang kebutuhan sekolah. Ya benar, bazaar adalah tempat di mana anak-anak dapat menukarkan kupon (tanda kerajinan mereka untuk datang ke sekolah minggu, menghapal ayat, atau memuji Tuhan) menjadi barang-barang kebutuhan sekolah, seperti buku tulis, pensil, pulpen, dan lainnya. Ada kenangan yang tak terlupakan sampai sekarang, saat kami berdua membeli beberapa buku tulis dengan jumlah kupon yang sedikit, yaitu 104 kupon.

Tahun berikutnya, jumlah kupon yang kami kumpulkan lebih banyak lagi, yaitu 280 kupon. Itu berarti, lebih banyak lagi barang yang kami peroleh saat bazaar berlangsung. Saya ingat, kami sampai harus membawa dua buah tas untuk membawa pulang buku-buku dan barang lainnya, karena saking banyaknya belanjaan kami. Sampai dengan tahun kedua ini, bazaar masih dilakukan di gereja pusat, di Rawamangun. Tahun berikutnya, adalah tahun terakhir kami mengikuti bazaar, yang kali ini sudah dilaksanakan di rumah Tante Hana dan Om Hani. Jumlah kupon yang kami kumpulkan mencapai 376 kupon. Saya ingat buku yang seharusnya hanya boleh dibeli dua pak oleh setiap orang, sampai kami beli delapan pak (masing-masing empat), karena saking banyaknya kupon.

Bazaar sekolah minggu tahun 2004 adalah bazaar terakhir yang kami ikuti sebagai anak sekolah minggu. Bahkan sampai sekarang, masih ada sejumlah buku dan alat tulis yang kami sisakan sebagai kenangan. Seiring waktu, kami tidak lagi mengikuti sekolah minggu, dan pindah ke remaja. Namun satu yang masih saya ingat, yaitu Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian kalau kita mau terus hidup dekat dengannya. Melalui bazaar ini, selama empat tahun lebih, mama tidak pernah membelikan buku tulis untuk keperluan sekolah kami, bahkan ada beberapa barang yang masih kami pergunakan sampai sekarang. Kami akan terus mengenang tiga bazaar yang telah membuktikan cinta kasih Tuhan bagi kami.

Recommended for you

One thought on “Bazaar Sekolah Minggu”

  1. Anonymous says:

    Wah, beryukur kepada Tuhan Yesus buat pengalaman yang bleh dibagikan melalui tulisan-tulisan di dalam blog ini. Tuhan Yesus Memberkati, terus semangat dalam menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.