Browse By

Pelayanan dan Persekutuan : Arti Sebuah Kesehatian

Tulisan ini menjadi pesan-pesan terakhir bagi Divisi Intermedia, divisi yang selama setahun belakangan ini Tuhan percayakan kepada saya untuk dipimpin. Divisi yang unik dan benar-benar telah menjadi berkat di dalam kehidupan saya. Dituliskan tepat setelah saya memimpin rapat Intermedia terakhir di masa kepengurusan saya.

Bagi orang Kristen, istilah pelayanan dan persekutuan bukanlah istilah yang asing. Menjadi pengikut Kristus, berarti kita memberikan diri kita bertumbuh di dalam pelayanan dan persekutuan. Melalui persekutuan kita bisa bersama-sama belajar menjadi murid Kristus, dan melalui pelayanan kita belajar untuk mengarahkan seluruh tindakan kita kepada Tuhan Yesus, Si Empunya pelayanan. Keduanya tidaklah saling bertentangan, melainkan maju bersama-sama. Di dalam sebuah pelayanan, kita bersekutu bersama dengan orang lain, dan di dalam persekutuan, kita belajar untuk saling melayani.

Namun, keduanya sering tidak dapat berjalan beriringan. Mengapa? Salah satunya karena tidak ada kesehatian. Kesatuan hati istilah mudahnya. Hidup melayani dan bersekutu namun tidak bersehati membuat pelayanan dan persekutuan kita tidak berkembang. Nah, bagaimana caranya supaya ada kesehatian di dalam kedua hal ini?

Rendah hati

Firman Tuhan mengajarkan, agar kita tetap rendah hati (Flp. 2:1-11). Apa artinya rendah hati ? Rendah hati berarti menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri salah satu sikap rendah hati. Rasul Paulus menasihati agar kita merendahkan hati seorang terhadap yang lain sebagaimana Kristus melakukannya. Walaupun dalam rupa Allah, namun Kristus tidak menganggap itu sebagai hak yang harus dipertahankan. Dia mengosongkan diri-Nya, bahkan sampai mati di kayu salib. Yesus adalah teladan kerendahan hati.

Lemah Lembut

Yesus mengajarkan kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang lemah lembut di muka bumi ini. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5). Hanya orang-orang yang lemah lembutlah yang akan memiliki bumi. Orang-orang lemah lembut adalah orang yang mau tunduk kepada otoritas Tuhan, mau menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam rencana Tuhan dalam segala aspek kehidupan, apakah itu dalam pikiran, perbuatan, perasaan dan perkataan, dan menyerahkan sepenuhnya dalam tuntunan Roh Kudus. Salah satu contoh orang yang dikatakan lemah lembut adalah Musa. Dalam Alkitab dikatakan bahwa “Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” (Bilangan 12:3). Bayangkan pergumulan emosional yang dihadapi Musa dalam memimpin bangsa yang keras kepala dan tegar tengkuk ini selama 40 tahun. Itu tentu sangat tidak mudah. Disindir, dihina, dilawan, itu sudah menjadi makanannya sehari-hari meski bangsa yang dipimpinnya ini sudah berulang kali menyaksikan langsung bagaimana Tuhan menyertai mereka secara nyata. Tapi Musa bisa menahan diri hingga sekian lama.

Menahan diri agar tetap lemah lembut memang tidak mudah. Berbagai situasi dan kondisi bisa dengan cepat membuat amarah kita meluap. Ada begitu banyak orang-orang sulit disekitar kita yang akan terus memprovokasi kita lewat perkataan maupun perbuatan mereka. Sebagai anak-anak Tuhan hendaklah kita tidak terpancing dan tetap tenang. Miliki hati yang sepenuhnya berpegang pada Tuhan, miliki hati yang lembut yang siap dibentuk, dan cepat atau lambat dunia akan melihat bahwa ajaran kasih dalam Kekristenan sungguh mampu membawa perbedaan ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian seseorang dikatakan lemah lembut bila: (1) ia punya kehendak tetapi kehendaknya itu ia tundukkan di bawah kehendak Tuhan. Ada ajaran dari aliran keagamaan tertentu yang memandang kehendak sebagai sumber penderitaan, karenanya harus dimatikan. Berangkat dari arti protes kehendak itu tidak dimatikan (dan memang sebetulnya tidak bisa kita mematikan kehendak), tetapi dikendalikan. Sehingga kita tidak diperbudak oleh kehendak). (2) ia bisa marah, tapi tidak lekas marah; bisa menguasai kemarahannya. (3) ia akan menghadapi orang-orang yang lebih tinggi tanpa rendah diri dan orang-orang yang lebih rendah tanpa menjadi tinggi hati.

Sabar

Kesabaran adalah ketenangan hati dalam menghadapi cobaan;  kesabaran adalah lawan dari kemarahan yang tidak pada tempatnya, kemampuan untuk menahan diri dalam menghadapi situasi-situasi sulit;  sifat tenang;  tabah;  tidak tergesa-gesa atau terburu nafsu.  Ketika orang lain marah, menyakiti atau berbuat jahat kepada kita, tanpa pikir panjang kita ingin segera mendamprat atau membalasnya.  Apa bedanya kita dengan orang dunia jika demikian?  Sebagai orang Kristen kita dituntut untuk memiliki kesabarn dan saling bersabar satu sama lainnya, sebab kesabaran adalah bagian dari kasih, dan kekristenan itu identik dengan kasih.  Tertulis:  “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”  (1 Korintus 13:4)

Tunjukkan Kasih

Apa arti kasih ? ya kasih. Artinya kita mengorbankan apa yang kita punya untuk menolong teman kita. Kasih juga tidak mengharapkan balasan. Ketika kita melihat teman kita sedang susah kita tunjukkan kasih kepada mereka. Bagaimana caranya ? Banyak. Dengan mendoakannya, sharing, memberi masukan, memberi penghiburan, dengan jadi teman curhatnya, dengan memberikan waktu, tenaga, uang, dan apapun yang kita punya untuk membantu teman kita. Orang dapat memberi tanpa kasih. Tapi seorang mustahil mengasihi tanpa memberi. Kristus sudah memberikan segalanya karena Ia begitu mengasihi kita. Sudah menjadi respon kita untuk mengasihi yang Dia kasihi yaitu teman2 di persekutuan kita.

Pelayanan dan persekutuan akan menjadi berbahaya jika tidak ada kesehatian di dalamnya. Persekutuan Kristen harus memberi dampak bagi lingkungan sekitar karena itulah yang Tuhan rindukan. PMK ITB bukanlah suatu persekutuan yang dibangun dengan instan, bukan persekutuan yang dibangun dengan cara cepat seperti berlari melainkan dengan cara berlutut. Juga bukan dengan cara yang spektakuler melainkan dengan adanya tangisan air mata pergumulan para pendahulu-pendahulu PMK ITB yang berdoa dan berjuang demi keberlangsungan sampai hari ini. Tahun ini PMK ITB masih ada dan eksis di kampus ITB. Itu merupakan tanda Tuhan masih ingin ada persekutuan ditegakkan di tempat ini. Teman-teman, ini adalah saat ini di mana engkau menjadi bagian dari PMK ITB ini. Tuhan sudah berikan persekutuan yang begitu indah. Persekutuan yang telah membina banyak alumni dan mahasiswa Kristen. Lalu apa yang harus kita lakukan ? “Peliharalah Kesehatian.” Biarlah kesehatian ini boleh mendatangkan berkat, sukacita, damai sejahtera. Dimulai dari PMK ITB, himpunan atau unit, kampus ITB, tempat kita bekerja, dan bahkan lingkup lainnya yang lebih besar. Lewat kesehatian dalam persekutuan dan pelayanan ini, biarlah kita boleh memancarkan kasih Kristus dan menjadi jawaban bagi dunia ini. Amin.

Thanks to:

  • Tuhan Yesus
  • Johannes Leonardo
  • Divisi Intermedia PMK ITB

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.