Browse By

Menyambut Jemaat Baru di Gereja

Di Gereja di Tokyo, pada akhir Ibadah Minggu, sebelum Doa Penutup dan Doa Berkat, selalu diberikan kesempatan kepada jemaat yang baru pertama kali hadir dalam ibadah. Namanya juga Gereja Diaspora atau di luar negeri, tiap minggu selalu ada jemaat yang pertama kali hadir.  Makanya Gereja selalu menyambut jemaat baru. Nah, khususnya pada bulan April, banyak sekali jemaat yang datang. Ada sebagian yang berlibur karena di Jepang pas ada libur panjang (Golden Week), ada juga yang mengunjungi saudara karena kelulusan. Tapi yang paling mendominasi adalah siswa-siswi baru yang datang dan berkuliah di Jepang. Biasanya mereka datang serempak, pada tanggal yang sama, dan duduk berjejer di tempat yang berdekatan.

Menyambut Jemaat Baru

Menyambut Jemaat Baru

Menyambut Jemaat Baru di Gereja

Minggu lalu, pas sekali dengan kedatangan mereka. Ada enam orang siswa-siswi yang datang ke Gereja di Tokyo dan memperkenalkan diri. Mereka nampak malu-malu dan sering keceplosan menyebutkan asal mereka. Mereka berkata berasal dari Indonesia. Padahal semua jemaat yang di Gereja juga berasal dari Indonesia. Mungkin suasananya yang membuat sedikit bingung. Ini di Jepang, tapi orangnya orang Indonesia, bahasanya juga bahasa Indonesia. Seluruh jemaat tertawa ketika mendengarnya.

Menyenangkan memang bisa menyambut jemaat baru yang datang ke Gereja. Apalagi ketika mengingat suasana sedih ketika mengadakan perpisahan bagi jemaat yang kembali pada bulan Maret lalu. Tapi itulah dinamika dalam bergereja, ada yang datang, dan ada yang pergi. Tapi pekerjaan dan kuasa Tuhan tetap nyata berlangsung.

Kita memang tidak bisa memaksa orang agar datang ke Gereja atau menahan orang agar tidak meninggalkan Gereja. Yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar mereka tetap setia di dalam Tuhan. Dan selama masih ada waktu bersama, berikanlah yang terbaik. Berikan yang terbaik dalam Ibadah, Pelayanan, dan Persekutuan bersama dengan seluruh jemaat Gereja.

sumber gambar : blogspot

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.