Browse By

Manipulasi

Apabila membaca perbuatan Ananias dan Safira yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 5:1-11, sebenarnya seberat apakah kesalahan mereka sehingga tak ada kesempatan kedua? Mari kita sama-sama mencermati hal ini agar kita pun tidak mengulangi tindakan seperti yang dilakukan oleh mereka.

Suasana jemaat mula-mula diliputi kegembiraan dan sukacita karena karya Allah yang begitu nyata dalam persekutuan jemaat mula-mula. Seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 3:44-45, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan sedala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersamam dan selalu ada dari mereka yang menjual harta iliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang seduai dengan keperluan masing-masing.” Ananias dan Safira pun melakukannya. Akan tetapi, setelah menjualnya, dengan sengaja mereka menahan hasil penjualan tanah itu. Sebetulnya, Petrus serta jemaat mula-mula tidak menuntut Ananias dan Safira menyerahkan seluruh hasil penjualan. Tapi sayangnya, Ananias dan Safira mengaku memberikan seluruhnya, padahal mereka menahan sebagian. Itu sebabnya Petrus bertanya, “Dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” (Kisah Para Rasul 5:8).

Mereka dihukum bukan karena tidak mempersembahkan semua hasil tanahnya, melainkan karena dengan sengaja memanipulasi hasil penjualan tanah dan berlaku tidak jujur. Barangkali mereka mengharapkan decak kagum dari komunitas jemaat mula-mula, supaya jemaat mengira mereka memberi banyak. Bagi Petrus, ini adalah penipuan terhadap Roh Kudus. Roh Kudus adalah suci dan memperhatikan bagaimana orang bersikap terhadap Firman Tuhan.

Lalu bagaimana dengan sikap kita terhadap jemaat? Apakah kita kerap terjebak dalam manipulasi, yaitu mengambil keuntungan dari persekutuan jemaat? Ataukah kita tulus melayani dan memberi diri di situ? Ingatlah, Tuhan melihat hati kita. Jadilah saluran berkat di persekutuan dimana Tuhan menempatkan kita. Haleluya!

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.